Cerita Sex Teman Tidur Yang Bikin Ketagihan

web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Teman Tidur Mesra” Terbaru 2016 –
Perkenalkan namaku Joni. Seorang remaja tambun
berumur 20 tahun (2006), berperawakan 167cm 80kg
kulit sawo matang. Pada cerita hot sex sebelumnya aku
menceritakan kisah asmara antara aku dan mantanku
yg pada akhirnya harus berpisah setelah 3,5 tahun
menjalin hubungan.- cerita hot– Setelah perpisahan itu,
aku berjanji pada diriku sendiri bahwa “no Jonre mr.
nice guy”. Intinya aku ingin menjalani peran sebagai
bad guy dgn tipikal pemburu nafsu syahwat. Baiklah,
cukup untuk pembukaannya. Langsung saja simak
ceritaku berikut ini.
Cerita Sex Teman Tidur Mesra
Saat itu menginjak dua bulan sejak perpisahanku dgn
kekasihku Ana. Aku masih belum bisa melupakannya,
terutama pada paras cantik dan keJonlekan tubuhnya.
Tapi bagaimanapun aku harus tetap maju, menyimpan
erat masa laluku di tempat yg paling dalam.-cerita sex
hot-
Cerita dewasa terbaru, Hari-hari kulalui dgn biasa.
Menjadi mahasiswa semester 6 yg kerjaannya cuma
kuliah, browsing materi tugas, main game, utak atik
komputer dan koleksi bokep pastinya.
Hingga pada suatu saat di kelas Semiotic, pandanganku
tertuju pada seorang mahasiswi yg sebenarnya sdh
cukup lama aku kenal dan dia pun juga sdh mengenalku
dgn baik.-cerita dewasa- Tapi mungkin karena saat itu
aku masih menjalin hubungan dgn Ana, sehingga aku
tak begitu memperhatikannya.
Sebut saja namanya Nina, asal Jawa Timur tapi domisili
Sumatra. Memiliki kulit kuning langsat, bibir tipis,
wajah yg manis khas gadis jawa. Dia memiliki bentuk
tubuh yg ternyata wow banget, buah dada besar dan
pantat padat berisi. Tinggi badannya hanya sekitar
155cm, tapi ternyata membuatnya tampak imut-imut.
Ingin rasanya kuterkam dia dan kunikmati tubuhnya
semalaman. Memainkan buah dadanya yg Jonntok dan
meremas-remas pantatnya. Memang semenjak putus
dgn Ana aku semacam menjadi sex addicted. Tetapi
saat itu aku belum berani untuk jajan. Takut akan
tertular penyakit yg mematikan dan memalukan, HIV
dan Raja Singa.
Cerita mesum terbaru, Aku pun mulai mengatur
strategi agar bisa mendapatkannya. Pertama-tama
masih di saat kelas Semiotic berlangsung, aku
melemparkan secarik kertas bertuliskan ajakan makan
malam. Beberapa saat kemudian, Nina menoleh
kearahku dan mengernyitkan dahi. Jawabannya adalah
tdk, sembari menggelengkan kepalanya.
Saat itu rasa di dalam diriku bercampur aduk, antara
malu, males, down, dan bener-bener ngerasa remuk
(maklum gan, saat itu masih ababil n jones).-cerita
mesum- Kelas pun usai dan saat akan keluar kelas aku
tak berani menatap matanya, kecuali melirik dada dan
bongkahan pantatnya saat ia berjalan mendahuluiku.
Saat itu juga aku kembali bersemangat untuk bisa
mendapatkannya. Akupun berkata dalam hatiku “aku
harus bisa!!!”.
Beberapa hari kemudian, saat kami sedang menunggu
jam pelajaran dimulai sambil ngobrol-ngobrol di depan
kelas, kuketahui kalau ternyata flash disk Nina sedang
error. Padahal, di dalamnya terdapat file-file dan tugas
penting. Pikiranku langsung menyampaikan sinyal
bahwa inilah waktunya yg tepat untuk mendekatinya,
lebih tepatnya sih SSI.
Cerita mgemtot terbaru, Saat itu juga kubuang jauh-
jauh rasa maluku tempo hari dan mulai mendekatinya,
menawarkan untuk mencoba merecovery data-datanya.
Semula dia tak percaya kalau aku bisa melakukannya,
tapi untunglah ada teman satu kosku yg kebetulan juga
satu jurusan dan sekelas meyakinkannya. GaNing pun
bersambut, Nina setuju untuk kubantu dan akan main
ke kosku sore harinya.
Akupun sangat senang dan kelas hari itupun tak terlalu
aku pikirkan. Yg ada di pikiranku adalah segera pulang
ke kos, beres-beres kamar, dan yg terpenting prepare
sarung rasa buah dulu, tak peduli bisa lancar dalam
sekali aksi ataupun tdk.
Akhirnya jadwal perkuliahan hari itu pun usai. Aku
langsung bergegas menuju parkiran, kunyalakan stang
bundarku dan langsung tancap gas menuju C*rcl* K
untuk membeli sarung rasa strowbery dari f*esta dgn
kategori ultra thin. Persiapan usai dan akupun langsung
pulang ke kos.
Sesampainya di kos, aku langsung mempersiapkan
komputerku dan mencari-cari software untuk
merecovey data yg hilang. Tak beberapa lama software
yg kubutuhkan pun ketemu. Aku pun dgn santai dan
tenang menunggu kedatangannya sambil merancang
cara apa yg akan kugunakan untuk menikmati tubuh
Jonlek Nina nantinya. Waktu sdh menunjukkan pukul
15.00, akupun bergegas mandi dan beruasaha tampil
sebaik mungkin. Mengenakan celana pendek dan kaos
oblong kukira sdh cukup.
Pukul 14.15, Nina mengirimkan pesan singkat bahwa ia
akan berangkat dari kosnya di daerah Jakal. Lima belas
menit menunggu akhirnya Nina menelponku dan
mengatakan bahwa ia sdh di depan kosku. Akupun
keluar dan mempersilahkannya masuk. Di kosku ini
bebas menerima tamu, karena bapak kosku sendiri
masih muda, berstatus mahasiswa swasta semester
akhir. Lebih parahnya teman kuliahku (perempuan)
setelah menginap di kamarku, pagi harinya pindah di
kamar bapak kosku (kuceritakan pengalaman yg ini di
lain waktu).
Kembali pada Nina. Setelah kupersilahkan masuk, Nina
tanpa basa basi langsung menyodorkan flash disk nya
dan berkata
“ini flash disknya, beneran bisa kan?”. Akupun tak
banyak bicara, langsung saja kuambil dan ku cek
terlebih dahulu apakah ada virus atau tdk.
Sesaat kemudian setelah pengecekan usai akupun coba
merecovery datanya, yg mana akan memakan waktu
cukup lama. Akupun mulai melancarkan aksiku.
“Nin, ini kan nunggunya lama, kamu mau nonton film
ngga?”, tanyaku.
“Emang film apaan Jon?”, balas Nina.
“Film komedi korea kok, kamu pasti suka.”, jawabku.
Awalnya dia ragu, tapi sesaat kemudian dia menjawab
“mmmmm, okelah, dari pada bosen nungguin
prosesnya.”.
Akupun girang bukan kepalang, saat itu kuputar film
Sex Is Zero. Pada awalnya kami nonton sambil tertawa.
Pada saat menikmati film itu, akupun merubah posisi
dudukku dibelakangnya tanpa disadari oleh Nina yg
masih menikmati film. Hingga tiba saatnya adegan
sepasang kekasih tengah melakukan hubungan seks,
kulihat Nina menyaksikannya tak berkedip dan tampak
serius. Akupun memberanikan diri untuk memeluknya
dari belakang. Tak ada respon dan tanda-tanda
penolakan darinya. Akupun mengelus-elus bagian
perutnya, Nina masih tetap menyaksikan layar Jonnitor.
Perlahan namun pasti, usapanku beranjak naik ke arah
dadanya, kuremas-remas lembut dan sesekali kuciumi
tengkuknya. Nina pun terpejam dan menikmatinya
sambil tangannya mengelus pahaku.
Sesaat kemudian Nina membalikkan tubuhnya
menghadap diriku, aku berpikir mungkin dia sdh sadar
dan akan menggamparku. Tapi ternyata perkiraanku
salah. Nina melingkarkan tangannya di leherku dan
mendekatkan wajahnya ke wajahku. Nafasnya terdengar
memburu, sepertinya dia sdh tersulut nafsu birahinya
dan ingin melakukan layaknya adegan seks seperti di
film tadi. Benar saja, sesaat kemudian kami telah
melakukan deep kiss, saling menjulurkan lidah dan
saling melumat bibir.
Kuakui, Nina sangat berpengalaman dalam hal ini. Dan
dia juga sangat buas. Tanganku tak tinggal diam.
Kusandarkan tubuhnya dikaki kiriku, sementara tangan
kananku kembali bergerilya didadanya. Kuremasi
bergantian kiri dan kanan. Nina mendesah
“mmmppphhhhh…..sssssshhhhhhh……”. Akupun mulai
memasukkan tanganku melalui bagian bawah kaos yg
dikenakannya. Hingga saat kutemukan yg kucari dibalik
kaosnya, akupun langsung memilin-milin putingnya
bergantian. Nina pun tersentak dan menggeliat
kegelian.
“Ahhhhkkkkksssa….enyyaaaaahhhkkkk Jon…
terhuuusssiii….nnnn…”, racau Nina.
Nina yg telah terjebak dalam nafsu birahinya mulai
mengelus bagian pahaku, naik menuju pangkal paha,
kemudian berhenti tepat di tengah-tengah. Seperti
menemukan mainan baru, Nina kemudian mengelus-
elus batang penisku dari luar.
“mmmppphhhhh….geli Nin, aaaaakkhhh….tapi
nikmat…”, desahku.
Tak tahan lagi, akupun langsung membaringkan Nina
dikasurku dan kulucuti semua pakiannya hingga hanya
menyisakan bra dan celana dalamnya saja. Saat melihat
pakaian dalamnya, aku semakin bernafsu karena Nina
saat itu memakai bra berwarna merah berenda dan
celana dalam transparan berwarna senada dgn bra yg ia
kenakan. Akupun tak mau menyia-nyiakan waktu.
Langsung kulucuti juga semua pakaianku dan hanya
menyisakan celana dalam.
Akupun memulai aktivitasku kembali dgn melakukan
deep kiss lagi, tapi kali ini tanganku langsung menuju
kebagian kewanitannya yg ternyata telah banjir, dan
tanpa bulu. Akupun langsung memasukkan tanganku ke
dalam celana dalam merah yg Nina kenakan. Kuelus-
elus menggunakan jari telunjuk dan tengahku.
Kumainkan tonjolan kecil di tengah-tengah liang
kewanitaannya. Tak berapa lama Nina langsung
bergetar hebat dan tubuhnya melengkung keatas.
“aaaaaaaggggggggggghhh…..eennaaaakkkkk Jon….”,
lenguh Nina.
Nafasnya terengah-engah, ternyata ia baru saja
mengalami orgasme pertamanya. Saat itu Nina
langsung menciumiku dgn membabi buta.
Nina tak kuberikan kesempatan untuk beristirahat lebih
lama lagi. Aku langsung melucuti seluruh pakaian dalam
yg ia kenakan, begitupun dgn diriku. Mataku terbelalak
saat melihat dada Nina tanpa sehelai benangpun
menutupinya. Ternyata, Nina memiliki payudara yg
sangat besar dan membulat indah dgn puting kecil
cenderung tenggelam berwarna cokelat muda. Yg pada
akhirnya baru kuketahui ukurannya adalah 36C.
Langsung saja tak kusia-siakan payudaranya dgn
langsung mencumbunya. Kukulum putingnya bergantian
kiri dan kanan, hingga akhirnya putingnya tampak
menonjol keluar dan mengeras. Lagi-lagi Nina hanya
dapat mengerang menerima perlakuanku itu.
“ssshhhhh….geeelliii Jon….enakkkkkhhhssss….”.
Sembari mulutku sibuk mencumbu buah dadanya,
tanganku tak tinggal diam untuk memainkan kembali
bagian kewanitaan Nina yg membuatnya semakin
blingsatan.
Nina yg sedari tadi hanya merangkulku dan sesekali
meremasi rambutku mulai menurunkan tangannya dan
berusaha menggapai batang penisku yg gemuk dan sdh
sangat tegang. Akhirnya kamipun sangat menikmati
rangsangan yg saling kami berikan. Nina mengocok
pelan batang penisku, sedangkan tanganku masih
memainkan klitorisnya.
“aaaahhhh….rrrrggghhhh…..sshshhhh….enaaakkkk …
Nnnniinnn….”, erangku.
“Akkkhuuu….juugggaa….ennnhhaaakkk….Jon… .”,
balas Nina.
Bosan memainkan payudaranya yg sdh sangat tegang,
akupun kembali mencari bibirnya dan kembali
melakukan deep kiss. Kegiatan ini kami lakukan selama
kurang lebih 15 menit, hingga tubuh Nina tiba-tiba
bergetar dan ternyata dia mengalami orgasme lagi.
Akupun menyudahi kegiatan rabaan kami itu. Aku
berbisik padanya,
“mau permen ga Nin? biar lebih fresh”.
“Boleh donk, mana?” jawabnya. Akupun langsung
berdiri dan mengambil sekotak f*esta rasa strowbery
yg tadi kubeli dan langsung kupakaikan buat
“Joni jr.”.
“Nih Nin permennya”, ujarku sambil cengengesan.
Nina pun kaget dan bersungut sambil berkata
“iiihhhhh….ini sih bukan permen, pentungan satpam
ini sih!!!” sambil meraih batang penisku dan mengelus-
elusnya lembut.
“Emutin aja Nin, enak kok, ini kan permen karet rasa
strowbery, hehehe”, balasku.
“Hmmm…masa sih…tapi iya sih,aromanya strowbery.”
jawab Nina.
Nina pun semakin mendekatkan kepalanya pada batang
penisku. Mulai menmpelkan mulutnya diujung penisku
dan memejamkan matanya seperti sedang menikmati
sesuatu yg belum pernah ia rasakan. Perlahan-lahan
Nina mulai menjulurkan lidahnya menjilati ujung
kemaluanku. Sesaat kemudian dia menatapku dgn
tersenyum dan berkata,
“iya, rasa strowbery Jon, enak”.
“Tuh kan, aku ga bohong, ya udah sekarang coba kamu
masukin mulutmu, tapi jangan dikunyah ya!!” jawabku
sambil bercanda.
“Mana muat Jon, ini gede banget”, jawab Nina masih
sambil mengelus-elus penisku dan sesekali
menjilatinya. “ssshhhh….hhhaaahhh….cobbaa
ajjhaaa…gaakk usssaahhh dipaakkksaaainn…”, jawabku
yg sedang menikmati jilatan-jilatan
Nina pada batang penisku. Akhirnya, lelah terus berdiri,
akupun duduk disampingnya dan Nina menyandarkan
kepalanya dipahaku agar lebih leluasa memainkan
batang penisku. Puas menjilatinya, akhirnya Nina
mencoba untuk mengulumnya. Kulihat matanya
menatap nakal ke arahku dan sesaat kemudian bibirnya
yg tipis mulai melahap batang penisku hingga masuk
setengahnya, dan kukira itu sdh mentok. Benar saja,
Nina tak mampu membuka mulutnya lebih lebar lagi.
Satu lagi fakta yg kudapat, bahwa kata orang, cewek
jawa timur memiliki skill blow job diatas rata-rata.
Benar saja, aku sampai merasakan ngilu diperlakukan
seperti ini oleh Nina. Dikulumnya batang penisku,
dimainkan lidahnya mengitari kepala penisku, sesekali
disedotnya dgn kuat.
“Aaaaarrrggghhhhh…..eennnnaaaakkkkk
Nin….terussshhhh….”, erangku sambil tanganku
meremasi payudaranya dgn gemas.
“hhmmmpppffff….hhhmmpppfffhhh…
ssllluurrrppp… .sllluurrpppp….”, hanya itu yg kudengar
dari aktivitas Nina pada batang penisku.
Akupun menyudahinya karena takut pertahananku akan
jebol jika kuteruskan aktivitas ini.
“Udah Nin, udah, gilaaa…enak banget Nin”, ujarku
sambil mengangkat kepalanya dan mengecup bibirnya
yg belepotan pelumas rasa strowbery.
Pantas saja Nina suka, ternyata memang benar-benar
berasa strowbery, gumamku dalam hati. Nina pun
tersenyum bangga karena hampir memenangkan satu
set dariku.
Kini aku berganti posisi dgn membaringkan Nina,
sedangkan diriku perlahan beranjak turun ke bawah dgn
mencumbunya dari atas. Kuciumi dan kujilati daun
telinganya yg membuatnya kegelian, turun ke arah
bibirnya yg kukecup sesaat, kemudian lehernya yg
jenjang kujilati dan kutinggalkan bekas “penjajahanku”
disana. Semakin turun ke arah payudaranya yg besar
dan kuciumi serta kukulum putingnya bergantian.
“aaaakkkhhhhsssss…..terrruussshhhh….Jon…. ”
desahnya.
Terus turun kearah perutnya yg sedikit berlemak dan
lidahku menari-nari dipusarnya. Hingga pada akhirnya
aku memandang takjub pada bongkahan meqinya yg
menggembung rapat tanpa ditumbuhi sehelaipun bulu
kemaluan. Tahu bila aku sedang memperhatian
meqinya, Nina pun langsung menyilangkan pahanya dan
berusaha menutupinya sambil berkata,
“apaan sih Jon…diliatin sampe segitunya…malu
tauk…”.
“Habisnya punyamu indah banget sih Nin, bikin aku
tambah nafsu aja”, jawabku sambil berusaha untuk
merenggangkan kakinya lagi.
Sesaat setelah Nina membuka kembali kakinya dan
akupun bersiap untuk mendaratkan bibirku di sana
untuk menikmatinya, lagi-lagi Nina merapatkan kakinya
dan berkata,
” mau ngapain Jon?”.
“Udah tenang aja, sekarang gantian aku yg bikin kamu
enak deh”, jawabku.
“Jangan Jon, aku malu, lagian aku kan belum pernah
digituin”, ujar Nina.
“Kamu percaya aku deh, aku yakin ntar kamu pasti
ketagihan”, rayuku.
Akhirnya perlahan-lahan Nina pun membuka kakinya
dgn lebar, akupun dgn perlahan merangsangnya dgn
menciumi pahanya terlebih dahulu. Kemudian ciumanku
berpindah ke pangkal pahanya, Nina mulai mendesah
dan mengelus-elus rambutku. Puas merangsang Nina
pada pangkal pahanya, kini aku pun mulai meraba-raba
meqinya yg mulai lembab lagi. Kudekatkan wajahku ke
arah meqinya, kuhirup aroma wangi yg terpancar dari
meqinya. Kuamati sejenak, ternyata meqinya benar-
benar mulus.
Kumainkan meqi Nina dgn jemariku, kusibakkan bibir
meqinya dgn kedua jari telunjukku kiri dan kanan.
Terpampanglah bagian dalam meqi Nina yg ternyata
sdh sangat basah oleh cairan pelumasnya sendiri.
Kuperhatikan dgn seksama meqi yg merekah tersebut
yg berwarna pink kemerahan, ternyata lubang meqinya
masih sangat rapat dan ada seperti selaput bening
tipis sedikit menutupi lubang meqinya.
Setelah puas mengobservasi meqi Nina, kini saatnya
mulut dan lidahku untuk bekerja. Dgn gerakan
perlahan, kusapu belahan meqi Nina dgn lidahku dari
bawah ke atas. Tubuh Nina langsung melenting ke atas
menerima sapuan lidahku tadi. Kepalanya terdongak,
dan tangannya refleks menjambak rambutku. Nina
memekik tertahan,
“aaaakkkkkhhhhhhhhh……aaaaakkkkhhhhh……” . Aku
pun menghentikan kegiatanku sejenak dan bertanya,
” kenapa Nin?”.
“Gapapa Jon, terus Jon, lanjutin aja, enak banget Jon,
aaahhhhhh aahhhhhhh…”, jawabnya sambil terengah-
engah.
Tanpa diminta dua kali, aku pun segera menuruti
permintaannya. Lagi-lagi tubuh Nina bergetar hebat
dan mengerang
“mmmmmppphhhhhhh…..aaaaaaakkkkhhhhh…..
terruusssh hhh Jon….akkkhhuuuu kellluuaarrr laagggiii
Jon….”, pekiknya sambil meremasi sendiri buah
dadanya, merasakan sensasi yg benar-benar baru
baginya.
Aku yg masih belum puas menikmati meqinya, terus
menjilati dan kadang kala kuhisap dgn dalam klitorisnya
sambil lidahku memainkannya. Kadang jilatanku turun
ke bawah sampai ke lubang anusnya yg membuatnya
menyerah telak terhadap perlakuanku.
“mmmmppphhhhhhh…..udddaaahhh….Jon….,
akkkhhuuuu gaaaaa thhhaaaahaaaannn Jon…..”, ujarnya
sambil menarik kepalaku naik mendekat ke wajahnya
dan dgn buas melumat bibirku.
Masih sambil berciuman dgn penuh nafsu, akupun
memegang penisku dan memposisikannya agar siap
memasuki lubang kenikmatan Nina. Ketika kurasa sdh
pas dan mencoba mendorongnya, aku merasa
kesulitan. Seperti lubang perawan yg memang belum
sekalipun ditembus oleh penis pria. Akupun berbisik
padanya
“kamu udah pernah ML belum, Nin?”, tanyaku.
Nina pun langsung menjawab
“Udah sih sama pacarku, tapi baru sekali, itupun dia
cepet banget keluarnya”, jawabnya dgn ekspresi
kecewa mengenang persetubuhannya dahulu.
“Kamu cowok kedua yg bisa kaya gini sama aku, dan ini
juga kali kedua kulakukan”. Aku seperti tersulut
semangatku, kuyakin kalau cowoknya dulu belum
sempat penetrasi lebih dalam sehingga keperawanan
Nina masih terjaga.
Karena pada saat aku memainkan lubang kenikmatan
Nina tadi, aku masih dapat melihat samar-samar
seperti ada selaput tipis di dalamnya. Hatiku pun
langsung bersorak.
“Hmmmmmmm perawan lagi, josss”, kataku dalam hati.
Akupun langsung ambil ancang-ancang untuk
melesakkan penisku ke dalam lubang kenikmatannya.
Kugesek-gesekkan batang penisku hingga menyentuh
klitorisnya, hal tersebut langsung membuat meqi Nina
basah lagi dan diapun menggelinjang kegelian. Nina
terus merangkul leherku dan menciumi seluruh bagian
wajahku hingga leher.
“mmmmppppphhhhhh….aahhh….enhhaaakk
bhaaanngeeettt….Nin…”, desahku.
Nina mulai meracau,
“yes honey, c’monn fuck me…uuuuuuuhh…like your
penis very much….mmmpphhhhh….”. Mendengar kata-
katanya yg binal, dan baru kutahu kalau Nina ternyata
sangat liar, membuatku ingin segera membenamkan
seluruh batang penisku di dalam meqinya.
Saat itu juga aku mulai melakukan penetrasi ke dalam
meqinya yg telah basah. Aku memasukkan batang
penisku perlahan-lahan, inchi demi inchi kunikmati
penetrasi yg kulakukan, begitu juga dgn Nina yg
tampak sangat menikmati. Terbukti dgn desahannya yg
semakin menjadi-jadi.
“Akkkhhhhh….Jon, ayo Jon, masukin yg dalam, aku
udah ga tahan Jon…”, pintanya.
Saat baru terbenam 3/4 nya, aku merasakan ada
sesuatu yg menghalangi, kemudian aku memutuskan
untuk mendiamkannya di sana beberapa saat. Saat itu
aku menciumnya dan melumat bibirnya. Dgn harapan
bila kumasukkan lebih dalam lagi dan dia merasakan
sakit, ciumanku dapat meredam suaranya apabila Nina
menjerit kesakitan. Beberapa saat kemudian, aku
menghentakkan pinggulku maju secara tiba-tiba. Benar
saja, Nina langsung mengernyitkan dahi dan
memejamkan rapat matanya serta dgn refleks
menggigit bibirku yg sedang melumat bibirnya.
Kurasakan dinding meqinya menegang dan saat itu juga
kudiamkan batang penisku di dalamnya, agar meqi Nina
terbiasa menerima kehadiran benda asing di dalamnya.
Setelah Nina mulai tenang, akupun melepaskan
ciumanku dan bertanya,
“masih sakit ga Nin?”.
“Udah ngga kok, enak banget sekarang”, jawabnya.
Akupun memulai pertempuran kami yg sebenarnya dgn
perlahan. Kupompa perlahan batang penisku di dalam
meqinya, naik turun dan kadang aku melakukan gerakan
memutar, seperti sedang mengaduk minuman di dalam
gelas.
“mmmmppphhhhhhh….eeennnaaakkk…Jon…..givee
meee Jonreee honey”, erang Nina.
“Yessss….honeyyy….akkkhhhh…soo….waaarrmmm.
…”, akupun mendesah kenikmatan.
Keringat mulai membasahi tubuh kami, aku pun
mempercepat pompaanku di dalam liang kewanitaan
Nina. Kutahu bahwa sebentar lagi Nina akan
mendapatkan orgasmenya lagi, hal itu terbukti dgn
gerakan Nina yg mulai tak teratur dan cengkraman
tangannya yg menguat menekan bokongku agar bisa
memasukkan batang penisku lebih dalam lagi.
“aaaaggggggghhhh yg cepet
Jon….ssshhhhh…..faster….akhhuuu gaaaa
tahhhhaaaannn
Jon….aaaagggggggggghhhhhhhh…..mmmmppphhhhh…..
” , desahnya saat mengalami orgasme untuk entah
keberapa kali.
Tak terasa kami sdh bercumbu selama hampir 2 jam,
dan aku belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.
Sarung pelindung pun kulepas, kini aku berbaring
disamping Nina, meremasi payudaranya sembari
memberikan kesempatan padanya untuk mengatur
nafas.
“hhh…hhh…hhh…gila Jon, nikmat banget Jon…”, ujar
Nina di sela-sela istirahatnya.
“Tapi aku belum keluar nih, bantuin donk, nanggung
nih”, jawabku.
Tak mau menunggu lama, kini kumiringkan badan Nina
membelakangiku, dan segera kuposisikan untuk
memasuki lubang kenikmatan Nina dari belakang.
Setelah kurasa posisinya pas, dibantu dgn tangan Nina
yg menggenggam penisku agar lebih mudah
memposisikannya dgn lubang kenikmatannya, aku pun
memulai penetrasiku. Aku merasakan nikmat tiada tara
dgn posisi ini. Batang penisku terasa seperti dipijat-
pijat karena juga terjepit oleh bokong Nina yg besar.
Aku pun tak tahan untuk tdk mengerang.
“Arrrgggghhhhh…..mmmppphhhhh……
eeennnhhaaaakkkk k bbaannngeeettt Nin”, desahku.
“fuck me harder Jon, fuck me like i’m your
bitch…..aaaaaakkkhhhhhh….”, Nina lagi-lagi hilang
kontrol dan menjadi semakin binal.
Satu hal yg kusuka dari posisi ini, kami sama-sama bisa
bergerak aktif dan bagiku, aku dapat menjamah seluruh
bagian tubuhnya mulai dari meremasi buah dadanya dan
memainkan klitoris Nina. Saat aku menarik batang
penisku, Nina ikut bergerak maju. Dan, saat aku
bergerak maju, Nina ikut menekankan bokongnya ke
arahku sehingga batang penisku bisa mentok di dalam
lubang kenikmatannya.
30 menit kami dalam posisi ini, hingga aku merasakan
ada sesuatu yg hendak keluar dari ujung batang
penisku. Akupun memompa batang penisku di dalam
meqinya dgn cepat, tangan kiriku meremasi payudara
Nina, sedangkan jemari tangan kananku semakin nakal
memainkan klitorisnya.
“aaakkkhhhh….ssshhh….ayo Nin, sebentar lagi aku
keluar….hhhhhhsssss….aaahhhh….”, erangku sambil
dgn ganas menciumi tengkuk Nina.
“iiyyhhhaaaa Jon, akkhhuuu jjuuggghhhaaaa maaauuu
kkeeelluuuaaarrrrr
laaagggieeeeee….aaaakkkhhhhh…..hhhaaaaaahhhhssss..
..”, erang Nina menjadi-jadi akibat pompaan dan
rangsangan yg kuberikan. Beberapa menit kemudian,
“aaaaggggggghhhhh…..mmmmppphhhhhh…..shhiiitttt..
..i’m coming Jon….aakkhhuuu gggaaaakk
tahaaannn…..aaahhhhh….”, Nina keluar duluan diiringi
dgn desahannya yg terdengar erotis ditelingaku.
“Aku juga mau keluar Nin,
aaarrggghhhh….rrrrrrhhhhh…..”, erangku sambil
kupercepat pompaanku.
Akhirnya, sesaat sebelum keluar, aku mencabut batang
penisku dari dalam meqinya dan langsung
kutelentangkan Nina. Kuminta Nina untuk menjepitkan
batang penisku diantara payudaranya yg besar,
kugerakkan maju mundur di sela-sela payudara Nina.
Nina masih mendesah karena nafsu dan tak sabar
menanti semprotan sperma dariku,
“mmmmpppphhhhhh….hhhsss….ayo
Jon….mmmpppphhhhh….”.
“Iya Nin, aaahhhsss…..ooooggghh….aaaakkkhhhuuuu
keellluaarrrr
Nin…..aaaarrrggghhhh…….crrroootttt….crooot
ttt….croootttt…..crot…crot…crot……”, erangku saat
akhirnya kumuntahkan spermaku didadanya dan
sebagian mengenai wajah dan rambutnya.
Nina pun tersenyum dan meraih batang penisku
kemudian menjilatinya sampai bersih. Perbuatannya ini
sungguh mengagetkanku, terlebih disaat Nina menjilati
lubang kencingku, hampir pingsan keenakan aku
dibuatnya, sementara dia hanya senyum-senyum saja
tanpa mau tahu ngilu seperti apa yg kurasakan atas
perbuatannya.
Setelah nafas kami teratur, dan Nina telah
membersihkan diri dari bekas spermaku yg muncrat ke
mana-mana, kamipun bergegas berpakaian. Karena
tanpa disadari kami telah melakukan kegiatan ini
selama kurang lebih 2 jam. Dimulai pada pukul 16.45 –
18.50. Kamipun segera berpakaian, dan saat itu kulihat
proses recovery sdh selesai, dan Nina pun tambah
gembira.
Selanjutnya kami berbincang-bincang sebentar, dan
aku pun langsung bertanya,
“kapan-kapan kita ulangi lagi percintaan tadi gak apa-
apa kan?”. Nina langsung menjawab,
“mauuu…habis penismu enak sih, sampe sesak penuh
meqiku…”. Akhirnya kami pun sepakat untuk
mengulanginya lagi, dan berjanji untuk merahasiakan
ini pada siapapun.
Setelah 10 menit mengumpulkan tenaga sambil
ngobrol-ngobrol, kami pun pergi bersamaan untuk
meninggalkan kosku dan mencari makan malam. Tak
lupa sebelum kami pergi, aku menyempatkan
menciumnya lagi dan mengucapkan terima kasih atas
kenikmatan yg telah diberikannya padaku. Nina pun
hanya tersenyum. Akhirnya kami pun pergi
meninggalkan kosku dan tak lupa mampir untuk makan
malam sebelum dia pulang menuju kosnya. Singkat
cerita sesi makan malam pun usai dan tak ada
perbincangan yg serius. Hanya canda tawa kami yg
terdengar.
Setelah kejadian itu, kami selalu bersikap biasa apabila
bertemu di kampus. Tapi kami menjadi luar biasa binal
dan beringas apabila berdua saja di dalam kamar.
Hubunganku dgn Nina akhirnya di bocorkan oleh
seseorang. Seorang teman satu kos. Tapi untunglah
Nina tak marah padaku, bahkan terus berlanjut hingga
kami lulus kuliah dan dia pulang kampung ke sumatera.
Status kami tetap saja TTM, tak lebih. Teman Tidur
Mesra… Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita
mesum, cerita dewasa ”Cerita Sex Teman Tidur Mesra”
Terbaru

Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA CERITA LEPAS PERAWAN
CERITA MESUM CERITA MESUM PELAJAR
CERITA NGENTOT CERITA PANAS CERITA PERAWAN
CERITA SEKS CERITA SEX CERITA SEX 2016
CERITA SEX ABG CERITA SEX BERGAMBAR
CERITA SEX MAHASISWA CERITA SEX TERBARU
CEWEK KAMPUS HOT MAHASISWI CANTIK BISPAK
MEMEK CEWEK KAMPUS SEX KAMPUS

0 Response to "Cerita Sex Teman Tidur Yang Bikin Ketagihan"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen