nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Meringis Di Kala Gerimis” Terbaru 2016 –
Sebenarnya aku malu untuk menceritakan pengalamansex ku ini. Akan tetapi, tdk ada pilihan lain yg dapatku
lakukan selain mengungkapkannya lewat beranda erotis
orisex.com ini. Mungkin para pembaca sekalian sdh
banyak membaca kisah-kisah sensual di blog-blog
lainnya. Bisa saja semua itu hanyalah bualan dan
omong kosong belaka. Akan tetapi yg aku kisahkan ini
adalah pengalaman pribadi yg sesungguhnya menimpa
diriku.
Cerita Sex Meringis Di Kala Gerimis
Sebelum kita melangkah lebih jauh, perkenalkan dulu
namaku Aida, biasa dipanggil Ida (nama samaran).-
cerita sex abg – Aku adalah seorang mahasiswi di
sebuah perguruan tinggi di Jawa Barat. Perawakanku
sangat ideal. Tinggiku 159 cm dan berat badanku 51
kg. Kulitku putih mulus dgn rambut sebahu terurai.
Cerita sex terbaru, Hidungku mancung dan bibirku
merah sensual. Payudaraku lumayan montok dgn
ukuran 36 B. Ukuran tersebut langsung menempatkan
aku di klasmen paling atas dibandingin teman-teman
cewekku atau boleh dikatakan aku adalah “miss
payudra” diantara teman-temanku yg lainnya.
Aku yakin, setiap laki-laki pasti berhasrat untuk
merasakan kemengkalan “twin hill” milikku tersebut.
contohnya candra teman sekelasku, seringkali
tangannya mendarat dgn sengaja di gelendotan dadaku
ketika aku dan dia bercanda. Begitu juga dgn Adi, kakak
seniorku yg sering menyikutkan tangannya ke buah
dadaku itu ketika aku duduk di dekatnya. Edi, adik
juniorku juga tdk mau ketinggalan dalam perburuan
menelusuri bukit kenyal tersebut.
Cerita dewasa terbaru, Berkali-kali bahunya dgn
sengaja menampar “gundukan daging ranumku” itu
disetiap kali aku dan dia berpapasan. Dan masih banyak
lagi “modus cabul” yg dilakukan para laki-laki kepadaku
hanya demi merasakan kemengkalan “daging tanpa
tulang” milikku tersebut.
Selain itu yg cukup bikin aku bangga bangga adalah
porsi pantatku yg padat berisi dan selalu berayun-ke
sana-kemari di saat ku berjalan. Jadi tdk dapat
dipungkiri lagi jika para laki-laki di kampusku selalu
melirik ke arahku di saat aku berjalan.
Singkat cerita. Saat itu hari aktu sdh menunjukkan
pukul 21.00. Setelah menyelesaikan tugas kelompok,
aku langsung membereskan buku-bukuku. Satu per
satu temanku sdh mulai pergi dari salah satu selasar
gedung tempat kami mengerjakan tugas.-cerita
dewasa- Sampai pada akhirnya tinggallah aku sendiri di
sana. Setelah buku-buku sdh ku masukkan ke dalam
tas, aku langsung melangkah menuju gerbang kampus.
Cerita mesum terbaru, Akan tetapi, apa hendak dikata
karena hari mulai gerimis. Sempat terpikir olehku untuk
tetap menghadang gerimis tersebut. Namun aku
membatalkan niatku itu karena aku takut laptop yg aku
jinjing terkena air, sedangkan jika ku masukkan ke
dalam tas, tasku sdh tdk muat lagi karena sdh penuh
dgn buku. Jadi tdk ada pilihan lain bagiku kecuali
menunggu sampai gerimis reda.-cerita hot-
Sambil mengutak-atik handponeku, kuperhatikan
keadaan di sekeliling kampus yg sdh diselimuti suasana
sepi. tdk ada satupun orang yg berlalu lalang di area
kampusku tersebut. Mungkin saja karena hari sdh
menunjukkan pukul 21.30 dan ditambah lagi suasana
hujan gerimis yg membuat setiap orang enggan untuk
berlama-lama di sana. Ketika aku sedang asyiknya
mengutak-atik handponeku, tiba-tiba aku dikagetkan
oleh suara seseorang..
“neng Ida kok belum pulang”, begitu sapanya.
Ketika aku berbalik, ternyata orang itu adalah mas Tio,
satpam kampusku..
“Eh, mas Tio, belum ni mas masih gerimis soalnya”,
begitu sahutku untuk menanggapi pertanyaannya tadi.
“Mending tunggu di Pos Satpam aja neng, daripada
sendirian di sini. Lagian kan di sini gelap banget”,
begitu tambahnya.-cerita ngentot-
Setelah aku pikir-pikir ada benarnya juga omongan mas
Tio tadi. Sebagai pemberitahuan saja buat pembaca
kalau mas Tio ini adalah kepala Satpam dikampusku.
Dia cukup disegani karena orangnya sangat berwibawa,
walaupun demikian dia sangat ramah kepada setiap
mahasiswa sehingga hampir semua mahasiswa dekat
dgnnya, termasuk diriku.
Singkat cerita, aku sdh berada di post Satpam yg
terletak di parkiran mobil di belakang kampus. Sambil
bincang-bincang, mas Tio lalu menawarkan segelas teh
hangat padaku..
“ngeteh dulu neng, lumayan buat menghangatkan
tubuh”, tandas mas Tio.
“ahhh, jangan repot-repot mas”, balasku.
“Udah, diminum aja neng teh nya, daripada
kedinginan”, tambahnya.
Tanpa pikir panjang, aku langsung meneguk teh hangat
tersebut.
“Wah, teh nya enak mas Tio”, selaku
Mas Tio hanya tersenyum kepadaku. Akan tetapi lama-
kelamaan kepalaku terasa pusing dan tdk sadarkan diri.
Setelah aku tersadar, aku merasakan ada sesuatu
yanng berat sedang menindih tubuhku. Ternyata mas
Tio yg dgn liarnya sedang minciumi leherku. Hal ini
bikin aku kaget dan berkata…
“mas Tio, apa-apaan ini….lepasin aku. Mas Jangan
kurang ajar ya”, begitu bentakku.
Akan tetapi, mas Tio tdk menggubris omonganku
barusan. Melainkan dia tetap asyik mencumbui leherku
yg putih mulus.
“Mas Tio, lepasin aku…nanti aku laporin ke dekan lho”
begitu teriakku sambil berusaha melepaskan
dekapannya.
“Silahkan aja neng teriak sepuasnya karena tdk akan
ada yg mendengar, teriakan neng dalam suasana hujan
ini”, sahutnya.
“Mas Tio, aku mohon lepasin”, teriakku sambil
meronta-ronta.
Aku berusaha untuk berontak agar aku bisa lepas dari
dekapan laki-laki ini, tetapi kekuatan tubuhnya yg kekar
membuatku tak berdaya untuk melawannya. Yg bisa
kulakukan saat itu hanyalah memasrahkan tubuhku yg
sintal digeranygi oleh laki-laki yg selama ini sdh
kuanggap sebagai kakakku sendiri.
Ciuman demi ciuman mendarat di setiap sentimeter
area leherku. Sepertinya mas Tio ini sdh sangat
berpengalaman dalam membangkitkan gairah wanita.-
cerita dewasa- Buktinya hanya dalam hitungan menit
aku sdh terbawa ke dalam arus permainannya. Ringisan
ku di awal tadi sontak berubah menjadi desahan nikmat
ketika dia mengulum-ngulum telingaku. Sensasi itu
kian bertambah ketika tangannya meremas-remas
gundukan dadaku.
“Mmmmmppphhhhhh…mas Tiiiiooooo….”, desahku
menikmati permainannya.
Melihat aku sdh terangsang, mas Tio langsung
menaikkan level permainannya. Yg tadinya Cuma
meremas-remas, sekarang dia dgn beraninya melucuti
kaus mini yg ku kenakan.
Sehingga saat ini buah dadaku hanya ditutupi oleh bh
berwarna pink. Gundukannya sebagian menyembul
keluar karena ketdkberdayaan bh ku untuk menopang
porsinya yg “irrasional” tersebut.
“Payudara neng Ida, montok banget. Mas udah lama
pengen ngerasainnya”, seru mas Tio seraya
membenamkan wajahnya di antara lembah bukit
gundulku itu.
“ouuuuuccccchhhhh, mas
Tiiioooo….Mmmmmmppphhh….”, desisku menanggapi
aksi fenomenalnya itu.
“Mas lepasin bh ya neng ya”, serunya sambil kedua
tangannya masih bergerilya di tandan susuku.
“Mmmmppppphhhhh……”, hanya itu jawabku sambil
mendesah halus.
Merasa mendapat lampu hijau dariku, mas Tio langsung
melepas pengait bra ku dan….
Betapa kagetnya dia ketika kedua buah dadaku itu
mencuat keluar seolah-olah ingin bebas dari dekapan
bra ku yg memang tdk sepadan dgn porsinya.
Ku lihat Mas Tio tak berkedip sedetikpun melihat
pemandangan indah yg terhampar dihadapannya.
Beberapa kali dia menelan ludah seakan aku adalah
hidangan yg siap dilahap habis. Aku yg sedari tadi sdh
terangsang agak merasa sedikit kecewa karena
didiamkan begitu saja. Lalu……
“Mas Tio tunggu apalagi, bukankah kedua asetku ini yg
mas idamkan selama ini?”, tegasku memancing supaya
dia kembali ke jalur permainan seperti semula.
“Eeh, iya neng. Mas kaget liat tetek neng Ida. Soalnya
gede dan putih”, jawabnya dgn nada gemetar.
“Emang punya istri mas ga segede ini ya?”, lanjutku
walaupun sebenarnya pertanyaanku itu sdh jauh
melenceng dari zona permainan kami.
“Gede sih, tapi ga seputih dan sekencang punya neng”,
cetusnya sambil menjilati kedua “daging gantung”
kepunyaanku itu.(kalo bangsa babilonia punya taman
gantung, sedangkan aku punya daging gantung)
“Ougghhhh…..huuhhhh…..terussssssss masss…
mmhhhhhh”, suara nafasku tak beraturan sebagai
respon dari atraksi liarnya di bukit mengkalku itu
sehingga gairahku bangkit kembali.
Kali ini mas Tio benar-benar ingin memperlihatkan
kelihaiannya dalam membakar gairah wanita. Buktinya
pelintiran dan kuluman tak henti-hentinya di daratkan
di puting dadaku yg bewarna pink yg membuatku
merasakan sensasi yg luar biasa. Tdk sampai di situ
saja karena sambil mulutnya melahap putik gunung
kembarku, tangannya juga beroperasi dgn tdk kalahnya
di pangkal pahaku. Aku entah berada dimana rasanya
ketika dia melakukan aksi ganda itu. Sensasinya
membuatku tdk peduli lagi akan harga sebuah
kehormatan. Yg ada dalam benakku saat itu adalah rasa
nikmat yg tak tertahan dan ingin segera ku tuntaskan
malam itu juga.
“Oooggghhhh Massssssssss…Tiiiiooooooooooooo..”,
bunyi suaraku ketika tangannya sdh beralih ke area
selangkanganku.
Dgn keahlian yg dimilikinya, mas Tio mengelus-elus
pahaku yg masih tertutup oleh rok miniku. Lama-
kelamaan elusannya bergerak menyusuri relung meqiku
yg sedari tadi sdh lembab. Aku merasakan jari
tangannya menjalari liang kewanitaaku. Entah apa yg
dicarinya di sana. Singkatnya dia melakukan “operasi
lima jari” di area sensitifku itu. Akan tetapi akhirnya
aku mengetahui bahwa dia sedang berusaha mencari
“biji mete” di liang kenikmatanku itu.
“Mmppppppppphhhhhhh….ggggghhhhhh,,masss”,
kembali nafasku menceracau tak berirama kala jari-
jarinya “bercanda” dgn lobang meqiku.
“Masss,aku sdh ga tahan mas, mmmpphhhhhhh……”,
desahku dgn nada 100 persen terangsang
Tdk tega melihat aku tersiksa dgn kenikmatan yg
belum tertuntaskan itu, mas Tio dgn sigap menarik Rok
miniku sehingga aku sekarang hanya mengenakan
celana dalam. Dari celana dalamku tersebut terlihat
oleh mas Tio bercak bening cairan meqiku yg
menandakan bahwa aku memang sdh terangsang dan
sdh saatnya rangsangan itu disempurnakan. Tanpa
dikomandoi lagi, mas Tio langsung melucuti celana
dalam yg merupakan benteng terakhirku.
Dari balik celana dalam pink ku tersebut terpampanglah
bukit segitiga yg ditumbuhi rerumputan yg masih
halus. Hal ini bisa dimaklumi karena umurku baru 20
tahun dan aku sama sekali belum pernah mencukur
tembakau-tembakau liar tersebut. Untuk kedua kalinya
mas Tio harus berkutat dgn ketertegunannya
menyaksikan “kawah sensitifku” itu.
Akan tetapi, kali ini mas Tio cepat tanggap karena dia
langsung membuka celananya dan mengarahkan batang
kelelakiannya ke “goa pribadiku” tersebut. Aku cukup
terperanjat melihat ukuran “sosis swiss” nya yg sangat
besar itu layaknya bintang porno Amerika (asal
pembaca tau aja kalo aku suka koleksi film porno).
Ditambah lagi bulu-bulu lebat yg mengitarinya yg
membuat torpedonya itu tampak gagah perkasa.
Lalu dgn perlahan mas Tio menuntun ujung rudalnya
itu ke liang meqiku, aku meringis minta ampun karena
meqiku tdk kuasa menampung sodokan “daging
bertulang rawan” kepunyaannya yg maha akbar
tersebut. 3cm…. 5cm… 9cm… begitu seterusnya
hingga “batang keperkasaannya” itu amblas tenggelam
dalam miss V ku.
“Mmmppphhhhhh….sssshhhhhhh, terus
masss..yesss”, igauku mengimbangi sodokan-sodokan
nikmat tersebut.
Setelah Mr. P nya sdh terasa “serasi” di dalam miss V
ku, mas Tio mulai mempercepat tempo genjotannya.
Dgn kedua tangan berpegangan di buah dadaku yg
mulai mengeras, mas Tio memacu “batang
kelelakiannya” keluar masuk “liang kewanitaannku”.
“Plaaakkk…plaaakkk….”, begitu bunyi yg terdengar
ketika paha mas Tio bertubrukan dgn pantatku. Belum
lagi bunyi becek Meqiku yg kian menambah semarak
usaha pencapaian kenikmatan kami.
“Terus mas, genjot aku sepuasmu…perlakukan aku
sesuka hatimu..sodok aku mas…”, ujarku tak karuan.
“aggghhhh,…neng Ida…meqi neng rapat sekali..burung
mas kewalahan ni…ohhh”, rintih mas Tio sambil
keringatnya bercucuran.
“Aaaa….mmmmmhhhh…enak mas…iya, terus
mas….genjot mas…sedot susuku mas…”, erangku
sambil kepalaku bergoyang ke kanan-ke kiri untuk
mengimbangi aliran kenikmatan yg sedang menjalari
tubuh telanjangku itu. Semakin aku menceracau,
semakin cepat irama mas Tio menancapkan
pentongannya ke dalam lontongku. Belum lagi kedua
buah dadaku yg berayun ke sana-kemari mengikuti
sodokan-sodokan yg dahsyat tersebut, yg memacu
adrenalin mas Tio untuk segera menuntaskan
pendakian puncak kenikmatan ini. Akhirnya aku
merasakan aliran yg sangat sensasional menjalari
seluruh tubuhku dan lama-kelamaan bermuara pada
satu titik, yaitu meqiku.
“Mas..Aaaaaaku… mauuu…keluaaarrr…mas…
oughhhh”, seruku memberi pertanda kalo sebentar lagi
aku akan orgasme.
“Tahan neng Ida, mas juga mau keluar ni…sabar
neng..kita sama-sama”, teriaknya sambil menambah
“speed” genjotannya.
“Mas…aaakuu..keee..luuarrrr mas….oughhh”, lenguhku
sambil mengejang hebat dan saat itu juga muntahlah
lahar panas dari “liang senggamaku” itu. Pinggulku naik
dan berputar ke sana-sini untuk meresapi setiap inci
dari kenikmatan orgasme tersebut. Nafasku tersengal-
sengal dan keringatku bercucuran dgn hebatnya.
Sedangkan Mas Tio kulihat masih berjuang dgn sisa-
sisa tenaganya untuk mendaki puncak kenikmatan yg
tak kunjung menghampirinya. Kulihat butir-butir
keringat membasahi bidang dadanya yg atletis dan
berbulu itu. Pada akhirnya…
“Neng Ida…mas maaauuuu…keluarrrrrrr…
oughhh..ssssshhhhh”, teriaknya tersengal-sengal..
“Neng…meqi neng enaaaakkkk…neng”, kata-katanya
mulai tdk terkontrol.
“Nengg….mass….keeeluuaarrrrrrrr”, erangnya
Dan pada akhirnya………..
benar saja “Critt…critt….” air maninya yg hangat
tumpah di dalam meqiku dan kemudian meleleh keluar
membasahi pahaku. Entah berapa cc air mani yg
disemprotkannya ke dalam meqiku. Kulihat mas Tio
masih tersengal-sengal sambil menikmati sisa-sisa
oragasme yg luar biasa itu.
“Huuuhhh, meqi neng Ida enak banget neng. Rapat
banget neng. Jepitannya membuat burung mas KO”,
cetusnya sambil mengeluarkan “cerobong elastisnya”
itu dari relung meqiku.
“Muchh….”, kecupannya mendarat di meqiku yg
berlumuran air mani.
“Makasih neng Ida, neng benar-banar luar biasa”,
serunya sambil merogoh buah dadaku untuk terakhir
kalinya.
Aku hanya terdiam. Tak ada reaksi utk memarahinya
seperti yg kulakukan seperti di awal tadi. Aku hanya
larut dgn suasana nikmat yg telah diberikannya.
Cerita Hot, Asal pembaca tau bahwa kejadian malam itu
bukanlah kejadian yg terakhir karena sejak saat itu
kami malah sering melakukannya, bahkan sampai 2 kali
atau 3 kali seminggu.
Sampai saat ini aku masih sering melakukannya. Entah
sampai kapan aku akan mengakhiri perbuatan nista ini.
Aku harap para pembaca sekalian tdk mengikuti jalan
sesatku ini. Cukup aku sendiri saja yg mengalaminya.
Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum,
cerita dewasa ”Cerita Sex Meringis Di Kala Gerimis”
Terbaru
Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA CERITA DEWASA ABG
CERITA HOT CERITA LEPAS PERAWAN CERITA MESUM
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX MAHASISWI
CERITA SEX TERBARU CERITA TERBARU
MEMEK MAHASISWI SATPAM PEMUAS SEX
SATPAM PERKASA SEX HOT 2016
SEX SATAPAM MAHASISWI
0 Response to "Cerita Sex Mahasiswi Cantik Merintih Kenikmatan"
Post a Comment