Cerita Sex Malam Yang Terasa Panas

web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Malam Yang Terasa Panjang” Terbaru 2016 –
Cerita sex terbaru ini terjadi sekitar 2 tahun yg lalu.
Saat itu aku masih kuliah. Aku sedang sendirian di
rumah, karena kedua orang tuaku sedang pergi ke luar
kota menghadiri sebuah acara. Sebenarnya, aku sudah
sering ditinggal sendirian di rumah. Tetapi entah
mengapa, malam itu aku merasa sangat kesepian.
Setelah ragu-ragu sejenak, akhirnya aku memutuskan
untuk menelpon pacarku, Aryo, dan memintanya untuk
menemaniku. Dia pun menyetujuinya bahkan berencana
untuk menginap.
Cerita Sex Malam Yang Terasa Panjang
60 menit kemudian, dia datang. Kami berbincang-
bincang sejenak. Karena malam itu adalah malam
minggu, maka kami berencana untuk pergi nonton.
Satu hal yg tdk mungkin kulakukan saat orang tuaku
ada di rumah.
Jam 9 malam kami keluar, namun kami tdk langsung
menuju gedung bioskop, melainkan mencari makan
dulu.-cerita sex terbru- Setelah itu, kami memesan
tiket. Bioskop yg kami kunjungi ini dekat dgn rumahku,
dan tdk terlalu ramai walau malam minggu sekalipun.
Jadi kami dapat bebas memilih tempat duduk. Seperti
biasa, kami memilih tempat duduk favorit kami. Barisan
tengah, dekat tembok.
Cerita dewasa terbaru, Setelah menunggu beberapa
waktu, akhirnya film pun di putar. Pada mulanya, kami
hanya saling berpegangan tangan dan sesekali
tangannya membelai wajahku. Ketika film sudah
setengah jalan, ada adegan dimana pemainnya
melakukan hubungan badan (yg kemudian disensor).
Aku meliriknya, dia terlihat acuh tak acuh, namun tiba-
tiba kurasakan tangannya mulai bergerak ke arah rokku.
Saat itu aku memakai rok selutut, sehingga tangannya
dgn mudah berhasil menyelinap ke baliknya dan
membelai pahaku. Darahku mulai berdesir. Tanganku
pun mulai bergerak membelai daerah selangkangannya.
Kami melakukan hal itu selama beberapa saat, hingga
akhirnya aku berkata,
“Masss, jangan di sini.”
Dia mengamati wajahku. Kemudian menghentikan
aktivitasnya.
Film telah selesai, dan kami telah berada di rumah.
Setelah mengunci semua pintu dan mematikan lampu,
aku pun naik ke lantai 2 menuju kamarku. Kulihat Aryo
sedang di kamar mandi. Aku mengganti bajuku dgn baju
tidur yg berbentuk daster, dan bergantian dgn Aryo
masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Ketika
aku kembali ke kamar, Aryo sedang tidur di tempat
tidurku hanya memakai celana pendek, entah dia sudah
benar-benar tidur atau belum. Ketika sedang menyisir
rambutku, kurasakan sebuah tangan memeluk
pinggangku dari belakang. Ternyata Aryo.
Dia sudah berdiri di belakangku sambil menciumi
rambutku.
“Rambutmu wangi Dik, baru keramas ya..?” katanya
lembut dekat dgn kupingku.
Aku pun mengangguk. Dia menyibakkan rambutku dan
menciumi tengkukku. Tengkukku merupakan daerah
sensitifku, dan perlakuannya itu membuatku
terangsang. Kubalikkan badanku menghadapnya, dan
langsung menyambut bibirnya. Kami berciuman dgn
penuh nafsu dan tangannya mulai masuk ke balik
dasterku, meremas pantatku.
Tanganku mulai menelusuri punggungnya ke arah
bawah, hingga aku bisa meraih celananya dan langsung
kulepaskan berikut celana dalamnya. Kuremas batang
penisnya yg sudah mengeras. Dia melepas bibirnya dari
bibirku dan mulai melepas pakaianku, mulai dari daster
sampai BH-ku dgn cepat dilepaskannya, hingga tinggal
celana dalam saja yg melekat di tubuhku. Lalu dia
membopong dan membaringkan tubuhku di atas tempat
tidur.
Setelah memposisikan tubuhnya di atas tubuhku, kami
mulai berciuman lagi. Namun kali ini, ciumannya tdk
hanya pada satu tempat. Lidahnya menelusuri seluruh
bagian tubuhku, wajah, leher, dada, perut. Setelah
menjilati perutku, dia menuju ke arah payudaraku.
Dijilatinya daerah sekitar puting susuku, sementara
tangannya meremas-remas payudaraku yg lain.
Lidahnya mulai mempermainkan puting susuku, lalu
kadang-kadang dia menggigit atau menghisapnya
dalam-dalam. Aku mendesah keenakan sambil meremas
rambutnya yg lebat.
Setelah puas dgn yg di sebelah kiri, dia pun pindah
melahap payudaraku yg sebelah kanan. Setelah itu
lidahnya menelusuri perutku lagi, namun begitu sampai
di celana dalamku, dia langsung menggigitnya dan
menariknya hingga lepas. Dilebarkannya kedua kakiku
dan dgn gerakan yg pasti dia membenamkan kepalanya
di antara kedua kakiku itu. Pertama, dia menjilati
klitorisku, membuatku menggelinjang menahan rasa
geli. Kemudian lidahnya digerakkan menuju bibir
kemaluanku yg sudah sangat basah. Lidahnya dgn pasti
menyusup ke dalam lubang memekku, sementara
tangannya terus meremas kedua payudaraku.
Desahan-desahan terus keluar dari mulutku,
“Oh.. mmmmppphhhh.. nikmat sekali Mas.. ooh..!”
Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yg akan keluar, “
Maas, aku mau keluar..!”
Mendengar teriakanku ini, dia semakin bernafsu
mempermainkan liang senggamaku dgn lidahnya. Lalu
aku merasa tubuhku menegang diiringi rasa nikmat yg
luar biasa, dan tanpa sadar kepalanya yg berada di
antara pahaku kujepit.
Dia menunggu orgasmeku lewat, dan setelah aku
tenang dia berbisik di telingaku, “Gimana rasanya..?”
“Enak sekali Mas..,” aku menjawab sambil tersenyum.
“Aku juga ingin merasakannya..,” dia berkata membalas
senyumanku.
Posisi kami sudah berbalik. Sekarang dia sudah
berbaring di bawahku. Aku mulai dgn menciumi
bibirnya, wajahnya, lalu turun ke leher, dada dan perut.
Kuraba batang penisnya yg masih mengeras dan dgn
perlahan kuarahkan ke mulutku. Kujilati perlahan
batang penis itu, dan setelah seluruh permukaannya
basah, aku pun memasukkannya ke dalam mulutku.
Bagiku, ukuran batang penisnya termasuk besar,
sehingga aku harus membuka mulutku lebar-lebar agar
seluruhnya bisa masuk. Kukocok batang penisnya dgn
mulutku, dan sesekali kuhisap. Aku mendengar
lenguhannya setiap kali penisnya kuhisap,
“mmmmppphhh.. ooh.. oohh..”
Mendengar lenguhannya itu, aku semakin bernafsu.
Kupercepat kocokanku dan lebih sering lagi kuhisap.
Tdk berapa lama, dia mengalami ejakulasi. Kurasakan
air maninya di mulutku, yg kemudian langsung kutelan
semuanya.
Kuperhatikan wajahnya, dia nampak seperti kesakitan,
namun setelah selesai, dia menarik nafas.
Dia berkata,
“Terima kasih, sungguh nikmat sekali.”
Aku membalas dgn mencium lembut bibirnya, lalu
berbaring di sebelahnya.
Kami berdiam diri sejenak. Namun tdk berapa lama,
tangan kami mulai meraba-raba lagi. Dia meraba bibir
kemaluanku, sedangkan aku meraba batang penisnya.
Bibir kami saling berpagutan, hingga kurasakan batang
penisnya kembali menegang dan liang senggamaku
mulai basah. Kemudian dia berguling ke atasku, kali ini
batang penisnya digesek-gesekkan ke bibir
kemaluanku. Bibir kami masih tetap berpagutan.
Tangannya mulai membimbing batang penisnya menuju
ke lubang memekku. Aku mulai merasa batang penisnya
perlahan-lahan masuk.
Perlu diketahui, bahwa walaupun kami sudah sering
berhubungan atau bercinta dan bercumbu, namun saya
masih perawan. Hal ini memang belum pernah terjadi
sebelumnya, karena memang keadaan diantara kami yg
tdk memungkinkan kami untuk bertindak ke hal yg
lebih. Tetapi apa yg kami lakukan saat ini benar-benar
merupakan kesempatan buat kami merasakan sensasi
hubungan seks yg sebenarnya, selayaknya seorang
suami yg mencumbu istri tersayangnya.
Dia memandang wajahku, dan ketika melihatku
tersenyum, dia mulai menggerakkan batang penisnya
keluar masuk, walaupun baru bagian kepalanya saja yg
sudah masuk ke dalam liang keperawananku. Rasanya
enak Tetapi sekaligus juga geli. Kulihat dia pun
menikmatinya.
Tiba-tiba dia berhenti dan bertanya, “Apa kamu mau
melakukannya..?”
Aku memandangnya, aku berpikir bahwa aku sudah
berpacaran dengannya lebih dari 4 tahun dan aku
memang menginginkannya.
Aku pun menjawab mantap,
“Ya Mas, ayo lakukan..!”
Perlahan dia mulai mendorong batang penisnya masuk,
namun tiap kali aku meringis kesakitan, dia berhenti,
lalu mulai lagi hingga akhirnya batang penisnya benar-
benar terbenam di dalam liang keperawananku. Aku
merasa kemaluanku begitu penuh hingga aku tdk dapat
merasakan gerakan ototnya lagi.
Namun dia justru berkata,
“Aaah, enak sekali pijatanmu Dik..!” sambil menikmati
penetrasinya yg sukses dia lakukan.
Saya yg saat itu dilingkupi perasaan sakit karena baru
pertama kalinya ditembus oleh batang penis lelaki.
Tetapi perasaan itu tdk lama kurasakan, karena
sebentar kemudian kurasakan kenikmatan setelah
melihat wajahnya yg begitu kusuka.
Setelah diam sesaat, dia mulai menggenjot batang
penisnya keluar masuk liangku yg saat itu sudah tdk
lagi perawan. Tiba-tiba dia menarik badanku ke pinggir
tempat tidur hingga dia sekarang dalam posisi berdiri.
Dia kembali menggenjot, dan dia membasahi jarinya
dgn ludah lalu mengusapkannya ke klitorisku. Aku
menggelinjang hebat. Rasanya nikmat sekali. Aku mulai
meremas-remas buah dadaku, namun kemudian dia
menepis tanganku dan dgn penuh nafsu melahap
payudaraku. Aku merasakan sensasi yg sangat hebat.
Batang penisnya ada di dalam liang memekku,
tangannya mengusap-usap klitorisku dan mulutnya
menghisap payudaraku.
“Ooohh.. enak Sayang.., ooh.. sungguh nikmat..!”
erangku.
“Aku jg Sayang.., kita keluarkan bersamaan yah..?”
katanya ditengah-tengah permainan sex yg kami
lakukan.
Setelah melakukannya dgn posisi yg sama selama
kurang lebih 10 menit, kami pun mencapai orgasme
secara bersamaan. Dan kemudian tergeletak lemas
karena kelelahan. Saat itu sudah pagi, namun kami
tidur dgn lelap hingga hari menjelang sore. Cerita sex,
cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Malam Yang Terasa Panjang” Terbaru

Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA CERITA HOT ABG
CERITA LEPAS PERAWAN CERITA MESUM
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX TERBARU
KISAH SEX ABG KISAH SEX TERBARU MEMEK HOT PACAR
NGESEX PACAR PACAR DOYAN SEX PACAR KESEPIAN

0 Response to "Cerita Sex Malam Yang Terasa Panas"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen