web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Dewasa Hot Kehidupan Di Desa” Terbaru 2016 –
Hidup disebuah desa pelosok, membuat kehidupan
rumah tangga kami sederhana dan apa adanya.
Dimusim kekeringan seperti ini, membuat kami bekerja
lebih keras, karena hasil dari persawahan kurang bisa
diandalkan. Saya pria berusia 29 tahun dan istri 27
tahun. Anak kami berusia 7 tahun, ya, kami menikah
muda dan memang hal yg wajar disini. Begitu istri lulus
sekolah menengah atas, kami langsung menikah.
Cerita Dewasa Hot Kehidupan Di Desa
Panggil saja saya Eko dan istri saya Sari, anak saya
bernama Bima. Penampilan keluarga kami biasa – biasa
saja. Saya pria biasa dgn penampilan dan tampang
biasa, tetapi berbeda dgn istri saya Sari. Pakaiannya yg
biasa tdk bisa menyembunyikan kecantikan dan
keseksian tubuhnya. Kulitnya putih dan bersih, dgn
postur tubuh yg tinggi proporsional, rambut hitam
lurus panjang sepinggang, wajah manis, dan yg paling
menonjol adalah payudaranya yg sejak memiliki anak
tambah membesar. Membuat mata para lelaki tak bisa
berpaling dari pemandangan indah itu.
Malam itu seperti biasa setelah Bima tertidur, kami
melakukan hubungan suami istri. Berawal dari ciuman
dan cumbuan singkat, lalu kami bercinta seperti
biasa…terlalu biasa. Gaya bercinta yg sama selama 8
tahun pernikahan kami. Tetapi Sari selalu mendapatkan
kepuasannya, seperti gadis desa pada umumnya,
mereka tdk berharap banyak dan macam – macam.
Sedangkan aku ada sesuatu yg membuatku merasa
aneh dan hambar. Seperti meminum air putih sewaktu
kita haus, kita menginginkannya, sangat menginginkan
untuk minum, menghilangkan dahaga kita, tetapi tdk
merasakan apa – apa seperti rasa manis, asam, asin
bahkan pahit. Aku menginginkan rasa itu, berbagai
macam rasa yg membuat bercinta serasa berbeda
setiap melakukannya.
Seminggu kemudian kami membicarakannya ditengah
malam seusai kami bercinta. Kami sepakat untuk
mencoba hal – hal baru dalam gaya bercinta kami,
menggunakan tema, dan merubah penampilan kami jika
akan bercinta. Tetapi kondisi ekonomi mengharuskanku
meninggalkan desa menuju ibukota. Sari terlihat
sangat sedih ketika mengantarkanku ke terminal.
“jangan bersedih Sari, kita masih bisa bercinta lewat
sms ya…” bisikku lirih.
Tak terasa sebulan sdh aku di ibukota, belum sempat
menikmati gaya – gaya baru bercinta yg aku dan Sari
pernah bicarakan. Kusempatkan hari ini untuk mencoba
menghubungi Sari melalui sms.
Aku: ”lagi ngapain sayang?”
Sari: ”baru selesai mandi.”
Aku: ”kemaren belum sempet nyoba yah…hee”
Sari: ”iya mas…jadi penasaran…xixii”
Aku: ”gimana…aku lagi pengen nih…”
Sari: ”lha gimana ya…eh mas tak ceritain mau…”
“pasti bikin kamu ‘tegang’….”
Seketika aku langsung penasaran dan bertanya – tanya
ada apa ini..apa yg terjadi
Aku: ”cerita apa dek???” tak sabar aku menunggu
balasannya
Sari: ”masJono gak jadi kejakarta lho mas…mas budi,
mas tono, pak darto dan pak yono…” mereka semua
adalah tetangga di sekitar rumahku.
Aku: ”pantesan aku tdk bertemu mereka disini??? Lha
kenapa?” aku mencium gelagat yg kurang enak,
mengapa mereka tdk jadi berangkat, kenapa seketika
hatiku was – was memikirkan para lelaki itu disekitar
istriku sedangkan aku sendiri berada disini jauh dari
jangkauan istriku tercinta.
Ah…ada yg tdk beres ini..batinku.
Sari: ”aku ndak tau mas kenapa mereka ndak
berangkat..”
“cuman mas Jono sekarang sering liatin aku kalau aku
di sumur sedang mencuci atau mau mandi mas….”
“kan aku risih diliatin terus…aku kadang kan cuman
pake handuk…”
Seketika cerita Sari melalui sms ini membuatku
konak…adik kecil didalam celana mulai berontak.
Aku: ”lha terus gimana???”
“ceritain waktu itu kamu gimana dek?”
Sari: ”ya aku kan mau nyuci pagi itu di sumur, sekalian
mau mandi dan keramas..”
“aku lepas baju didalam rumah, baju nya mau aku cuci
sekalian. Dari rumah ke sumur cuman pake handuk
mas. Ya paslah buat nutupin susu sama bawahku,
handuknya lumayan besar kok. Rambutku aku gerai.
Sambil bawa cucian satu ember aku kesumur mas..ee
mas Jono sdh dideket sumur..bawa cangkul katanya
mau bersih – bersih halaman belakang..yaa gimana
ya..jadinya dia kan deket sumur pas aku nyuci sama
mandi…”
Aku: ”lha terus??”
Sari: ”ya mas Jono liatin tubuhku mas..cuman pas
mencuci kok..kan mandi nya di dalam kamar mandi..ya
liatin terus belahan dadaku, pahaku sama rambut
panjangku mas..”
“gimana? Boleh gak mas aku diliatin…” tanya Sari
mulai genit
Aku: ”yaa….gimana ya…aku kan ga ada di situ…dek
Sari jaga diri aja jangan kebablasan…”
“kalo liat aja sih masak gak boleh..hehehe..” balasku
garing…
Sari: ”mas…Sari pengen nih…memek Sari gatel
mas….”
Aku: ”pake aja timun dek..”
“dek, selama aku disini, kamu disana yg nakal yaa,
terus ceritain ke mas gimana nakal nya…yaa…?’
Sari: ”iya mas…Sari mau bobok dulu sama timun…
boleh ya?”
Aku: ”iya…” teeeeng…otakku bingung tdk bisa
beristirahat membayangkan apa yg akan terjadi, betapa
nakal nya Sari nanti, rudal juga sdh membesar dan
terlanjur tegang…salah ini…salah….
2 hari kemudian Sari bercerita bagaimana dia mencoba
bertingkah nakal ketika berbelanja di pasar. Pertama
hanya bagian atas yg terbuka, memakai kaos yg
berbelahan dada rendah sehingga menonjolkan belahan
payudaranya tetapi bawah memakai jins 3/4. Rambut
panjang nya diikat kebelakang.
Sari: ”wah mas…pada ngeliatin belahan susu ku yg
putih ini mas…”
“jadi pengen dikenyot-kenyot…”
Aku: ”ya suruh ngenyot2 to dek…sapa gitu…?”
pancingku…
Sari: ”boleh mas? Bener ya gak papa?”
Aku: ”asal nanti tetep cerita sama mas ya…gak boleh
disembunyiin…”
Sari: ”memek ku gatel mas…rambut2nya mau aku
cukur…”
Aku: ”gimana? Bisa nggak?” biasanya aku yg
mencukurnya
Sari: ”tak coba dulu ya mas…kalo kurang bersih
nunggu mas aja..”
Aku: ”lha nanti keburu panjang…minta tolong sama
mas Jono…”
Sari: ”ah mas jangan gitu…ntar aku diapa2in gimana?”
Aku: ”yg penting bilang….YAAA…”
Sari: ”iya mas….”
2 hari kemudian Sari bercerita ketika dia membeli
cukuran diwarung dan bertemu mas Jono. Jono
bertanya buat apa cukuran itu
Sari: ”beli cukurannya mas…” kebetulan Jono ada
disekitar warung juga
Pedagang: ”ini mbak…”sedikit tersenyum
membayangkan buat nyukur apa…hee…
Jono: ”buat nyukur apa mbak Sari…?” tersenyum nakal
Sari: ”nyukur yg bisa dicukur mas…hehehe…” tersipu
malu
Kemudian Sari bergegas pulang tetapi tak lama
kemudian Jono menyusulnya
Jono: ”beneran mbak aku tanya…buat nyukur apa….?”
Sari: ”itu mas…eee…rambut bawah…biasa tak cukur…
eeh yg nyukur mas Eko, biar bisa bersih..”
Jono: ”lhah kan mas Eko di Jakarta? Gimana mau tak
bantu? Hehehe..”
Sari: ”maluu ah mas…”
Satu jam kemudian Sari sdh tidur mekangkang di dalam
kamar, masih memakai kaos tetapi bagian bawahnya
sdh tdk memakai apa – apa lagi. Meqi nya terpampang
jelas, dgn clitoris kecoklatan dan kulit selangkangan yg
putih, dinding meqi nya berwarna kemerahan, kulit
paha yg putih dan sedikit berkeringat karena suhu
kamar yg agak panas. Rambut kemaluan nya tercukur
sebagian, masih kurang rapi dan agak berantakan. Lalu
Sari mengangkat kedua pahanya dgn tangannya.
Sari: ”nih mas….sdh siap…pelan – pelan
yaa….aaaah…” ternyata diruangan itu ada Jono.
Lalu dgn cukuran ditangannya Jono mulai mencukur
sisa – sisa rambut kemaluan Sari. Desahan – desahan
Sari mulai terdengar ketika Jono dgn sengaja
memegang dan mempermainkan clitoris dgn tangan
kiri, sedangkan tangan kanan tetap mencukur rambut
kemaluan Sari. Srreeek…sreeek…suara cukuran itu
memotongi rambut meqi Sari…krrriiik…kriiik…
menuntaskan yg sdh pendek…
Ketika sdh bersih, Jono mendekatkan muka nya ke
meqi Sari
Sari: ”kenapa mas…kok diliatin dari dekat…”
Jono: ”aku pengen dek Sari…memek mu indah
betul….”
Seketika Jono mulai menjilati meqi dan clitoris
Sari….memegang bokong Sari seperti mau membelah
bongkahan pantat putih itu, menikmati setiap jilatan di
sela – sela selangkangan Sari. Sari mulai menggelinjang
dan mendesah.
Sari: ”aaaaach….aaaaach….”
Jono mengeluarkan k0ntolnya yg sdh sekitar satu jam
tegang, memelorotkan celananya dan berjongkok
bersiap memasukkan k0ntolnya kedalam meqi Sari.
Ketika k0ntolnya berhasil masuk keduanya mendesah.
“aaaach…”
Bleeees…k0ntol Jono mulai masuk penuh ke meqi Sari.
Tusukan pertama perlahan disusul tusukan kedua…
ketiga dan makin lama makin kencang ritmenya. Tubuh
Sari tergoncang – goncang oleh sodokan k0ntol Jono.
Gaya percintaan biasa orang desa. Tdk banyak yg bisa
diceritakan.
Percintaan pun dimulai…mulai dari genjotan perlahan
sampai dgn pukulan keras k0ntol Jono ke meqi Sari.
Peluh dan desahan bercampur dikamar itu. Disebuah
rumah kayu sederhana di desa yg jauh dari ibukota….
Sari menahan sodokan Jono dgn kedua tangannya,
menghalangi penetrasi yg masuk lebih dalam lagi. Sari
tak ingin Jono keluar di dalam. Masih dalam keadaan
setengah sadar karena dilanda birahi tingkat tinggi,
Jono mencoba meraih payudara Sari, tetapi ditepisnya.
Tak ada perbincangan, yga ada hanya suara
“aaaach….aaaach…” dan bunyi kecipak – kecipak
tumbukan antara daging Jono dgn selangkangan Sari.
Semuanya dalam bahasa isyarat dan bahasa birahi. Sari
segera akan mencapai orgasme nya, begitu pula Jono,
permainan konak ini sdh berlangsung sekitar 1 jam,
peluh keduanya pun bercucuran karena siang yg terik
dan panas didalam kamar kayu beratap rendah. Jono
sdh telanjang bulat, tetapi Sari masih memakai atasan
kaos dan BH nya pun masih terpasang.
Tiba – tiba….braaaaak….pintu kamar didobrak
seseorang…habislah…pikir keduanya…terlalu silau
untuk melihat sosok yg memakai jaket hitam dan
celana panjang hitam juga karena sinar siang hari
langsung masuk ke muka Sari dan Jono.
Eko: ”bangsaaaaat kalian….busuk!” seketika Eko
mencengkram leher Jono dan memukulinya membabi
buta…braaak…braaak…Jono hanya diam saja pasrah
akan nasibnya.
Sedangkan Sari merintih menangis berusaha menutupi
bagian bawahnya, mengambil selimut seadanya dan
mengikatkan ke panggulnya. Eko memutar tangan
kanan Jono dan menyeretnya ke dapur belakang rumah,
mengambil sebilah golok dan akan menghujamkannya
ke leher Jono. Tetapi kemudian Eko berpikir sejenak…
Dalam batin Eko..
”jika aku membunuhnya sekarang, hanya akan rugi..aku
masuk penjara dan tdk bisa menikmati tubuh Sari…
hhhhm…bisa ku manfaatkan si Jono ini….hehehe…”
sementara Jono sampai terkencing – kencing
membungkuk di meja dapur. Entah mau ngomong apa
juga percuma.
Eko: ”mau ku bunuh kau bajingan…!”
Jono: ”jangaaan bang…jangaaan…ampuuun…”
Melihat Jono terkencing – kencing semakin membuat
Eko merasa diatas angin…
”kecil juga nyalinya…tapi lumayan besar kontolnya…
tdk lebih besar dariku tapi…hee…” batin Eko.
Sementara Sari membersihkan dirinya sambil menangis,
mengelap cairan – cairan pergumulan di selangkanya
dan juga peluhnya yg bercucuran tdk peduli apa yg
terjadi antara Jono dan suaminya. Dalam keadaan
masih telanjang Eko membawa Jono keruang tamu dan
mendudukanya di kursi lalu berteriak memanggil Sari.
Eko: ”Raaaatttiiiih….kesini kau pelacur!” teriakan Eko
membuat Sari semakin shock dan tambah menangis
tetapi seketika membuatnya bergegas mendatangi
ruang tamu.
Eko: ”kau pelacur murahan…! Ditinggal suami kerja
keras malah enak-enakkan di rumah…! begini caramu
haaah!…” Sari hanya bisa menangis sesenggukan…
Sari: ”maaf bang…maaf…hiks…hiks…hiks…”
Eko: ”kau juga Jono….aku seperti abangmu…kok kamu
tega kaya gini…bangsat kau!”
Plaaaak…tamparan Eko mendarat dikepala Jono…
Jono: ”ampun bang….maaaf….aduh bang….”
Eko: ”sekarang gini…akan kulaporkan kalian ke pak RT,
RW, pak kades…biar semua orang tau, lalu ku teruskan
ke polsek…biar dihukum kalian!” tampak emosi Eko
memuncak.
Jono: ”jangaaan bang…jangaaan…ampuun…” Sari
hanya bisa menangis…
“saya lakukan apa saja bang…apa saja…”
Dalam batin Eko…”yeees…kata kuncinya sdh
kudapat…hahahaha…”
10 menit kemudian Jono sdh dalam keadaan terikat
dgn posisi berlutut.
Eko: ”aku dijakarta sdh 3 bulan belum dapat jatah…
gimana ya enaknya…hehe…” melirik Sari dan Jono
untuk melihat respon mereka.
Sari: ”ayuk mas…masuk kamar….hiks…” masih
sesenggukan..
Eko: ”enggak…aku mau ngentot kamu dimana aja aku
mau, gimana kamu mau gak?” ancam Eko…
Sari: ”iyah mas…mau..boleh…”
Eko: ”kalian ngentot seenaknya aja…padahal kan gak
boleh…Mati hukumannya…kalo aku kan boleh…” Eko
mencoba mengungkit senjatanya kepada Sari.
“Sari! Kamu harus nurut apa aja yg aku katakan..jangan
banyak tanya..!”
Sari: ”iyah mas…Sari nurut kata mas…”
Eko: ”Jono! Kamu juga harus nurut sama aku…paham!”
Jono: ”iyaa bang…apa aja saya lakukan…suruh jilatin
kaki abang..nyembah abang…”
Eko: ”aaah! Diam kamu!…sekarang gini…aku belum
dapat kepuasan batin 3 bulan, Sari! Cepat buka
bajumu! Jono awas kalo kontolmu ngaceng! Tak potong
ntar!…”
Sari dgn agak canggung mulai membuka bajunya satu
persatu….
Eko: ”gausah malu – malu dek!…udah ngentot juga…
malu buat apaan…bahkan kalo aku mau Jono boleh
ikutan…asal nuruti peraturanku! Paham?!”
gleeek….sontak membuat kaget keduanya…
Eko: ”begini kesepakatanya…sekarang kita bertiga
adalah ngeseks bareng…bahasa kota nya seks partner
tetapi aku yg buat peraturannya…sdh terlanjur juga
Jono menyetubuhimu dek Sari…semua yg aku katakan
adalah perintah bagi kalian…paham??!” Sari dan Jono
mengangguk..
Sari: ” iyaah mas…”
Jono: ”iya bang..”
Sekarang Sari sdh dalam posisi telanjang duduk di
kursi, payudaranya yg besar dan putih dgn puting
kemerahan menggoda untuk siapa saja menjamahnya.
Kulitnya yg bersih, bahunya yg juga putih merangsang
Eko untuk mencumbuinya. Wajahnya yg nampak pasrah
membuat Sari semakin manis. Sebagian rambut
panjangnya berada di depan, Eko menyingkirkannya,
lalu memulai memegang payudara kanan…kiri..memilin
– milin putingnya..Sari mendesah “aaaach…” perlahan
mulai percumbuan antara mereka. Sementara Jono
masih terikat tangan dan kakinya dalam keadaan
telanjang. Eko berdiri dan memelorotkan celana nya,
melepaskan rudalnya yg sdh mengacung, sejajar dgn
muka Sari, yg masih duduk di kursi ruang tamu.
Eko: ”awas ya kalo ngaceng kamu…!”ancamnya kepada
Jono
“sdh kamu giniin belum?” sambil mempraktekkan
menyodok-nyodok mulut Sari dgn k0ntolnya.
Memegang tengkuk Sari dgn tangan kanan dan memaju
mundurkan kepala Sari sehingga k0ntolnya keluar
masuk mulut mungil Sari. Terkadang Sari tersedak…
”hhhoookk…” lalu mulai memainkan rambut panjang
Sari, mencengkramnya, menggenggamnya, menjambak,
mengacak – acaknya, mengumpulkannya keatas dan
sebagainya sementara k0ntolnya semakin membesar
mengoyak mulut Sari, air liur bercampur pelumas dari
k0ntol Eko mulai merembes keluar mulut manis Sari,
menetes dan mengalir dari sela – sela pompaan k0ntol
Eko.
Payudara Sari bergoncang – goncang keatas dan
kebawah, sekarang posisi Sari agak membungkuk,
seperti hendak merangkak dgn kedua tangannya
menahan tubuhnya pada pegangan kursi disebelahnya.
Bunyi ploook…ploook…tumbukan kantong zakar Eko ke
bibir Sari. Kemudian dgn kasar Eko menjambak rambut
Sari dan menariknya untuk naik keatas meja, tepat
dihadapan Jono. Dgn pemandangan seperti itu tak
mungkin Jono bisa menahan k0ntolnya untuk tdk
tegang. Melihat itu Eko tersenyum puas mengerjai
mereka berdua.
Eko: ”bagaimana?! Haaah..! sdh pada begini belum…
haa…aaach…” sambil menahan kenikmatan, Eko
berusaha menginterogasi Jono dan Sari. Kesannya
malah mengejek mereka berdua. Umpatan – umpatan
meluncur dari mulut Eko…
“asuuuu…bajingan….lonte….” sambil menampar kecil
pipi Sari..menerima itu Sari hanya kaget sebentar,
berkedip – kedip karena tamparan demi tamparan
mendarat di pipi dan mukanya. Hal ini membuat Sari
semakin horny..meqinya sdh basah.
Eko: ”sekarang kalian panggil aku tuan…!”
Jono: ”iya tuan..”
Sari: ”tuan…hoooek…hoooock…” sambil mengulum
dalam-dalam k0ntol Eko.
Eko: ”kamu ngaceng Jono!..pengen kamu? Hah?!..”
mendengar itu Jono hanya salah tingkah.
Eko: ”kalo pengen makanya ngomong…! Sapa tau
boleh…goblok kamu!…”
“kalian sdh ngapain aja…jawab!…” sambil
menengadahkan dagu Sari keatas.
Tak terasa sdh 2 jam berlalu…pelecehan demi
pelecehan terus terjadi kepada Jono dan Sari, baik
secara fisik maupun verbal. Eko nampaknya menikmati
setiap momentnya…
Terakhir nampak Sari mengikat k0ntol Jono dan
menariknya keatas lalu mengikatnya dgn leher Jono,
sementara dileher Jono sdh terpasang rantai anjing,
kedua tangan Jono terikat kebelakang. Eko nampak
memperhatikan kedua nya dan duduk di kursi ruang
tamu, tersenyum puas..
Penampilan Sari juga tak kalah miris, dgn rambut
panjang sepantat yg sdh awut – awutan, sebagian ada
yg diikat, kedua pantat memerah bekas tamparan
tangan dan cambukan sabuk, kedua pentil susu nya
dikareti dgn karet rambut kecil sehingga memancung
menonjol sekali dan berwarna merah kecoklatan,
tampak bekas tali memerah di sekitaran payudara Sari,
gag ball terpasang di mulutnya. Sepertinya Eko
membawa pulang alat2 seks kerumahnya. Lelehan
cairan kemaluan mengalir dari selangkangan Sari. Lalu
Eko beranjak dari kursi dan menghampiri Sari.
Eko: ”sini kamu pelacur…!” tangan kanan Eko
menjambak ranbut Sari.
Sari: ”iyaaah tuan…”
Lalu Eko memakaikan rantai anjing dileher Sari,
sehingga kini Eko seperti mempunyai 2 anjing jantan
dan betina. Sari patuh merangkak, dibimbingnya anjing
betinanya itu ke sebuah tiang rumah di ruang tamu.
Hari sdh beranjak sore. Bima anak mereka berada di
rumah kakek neneknya di desa sebelah. Semuanya sdh
dikondisikan oleh Eko.
Sari kini diikatkan pada salah satu tiang rumah di ruang
tamu. Dinaikan di meja, dgn posisi tetap merangkak
seperti anjing. Eko lalu melebarkan bokong
Sari..kemudian mulai menjilati selangkangan Sari dari
belakang, lidahnya kadang memasuki lubang meqi dan
dubur Sari, hal ini membuat Sari kelojotan menahan
rasa geli sekaligus nikmat.
Sari: ”aaaaacch…. Aaach…! Enak mas…eh..tuan…”
“teruuus tuan…Sari pelacur….Sari murahan….” Sari
mulai meracau tak karuan, mungkin sdh diajari oleh
Eko.
Setelah jilatan demi jilatan Eko menyiapkan kontolnya
untuk memasuki lubang meqi istri binalnya itu.
Bleeeees…masukan pertama…”aaaach…” erang Eko,
hangat terasa di sekujur batang k0ntol Eko. Bleeees…
tusukan kedua…dilanjutan genjotan – genjotan lembut
mentok menatap bongkahan bokong Sari yg kecang dan
besar. Kedua tangan Eko bergantian meremas payudara
Sari kanan dan kiri, memilin puting nya bergantian,
menjumput karet yg ada di pentil istrinya kemudian
melepasnya lagi, membuat Sari agak kesakitan tetapi
menambah stimulan terhadap birahinya. Jjjepreett…
jeeeepreeet…suara jepretan karet dikedua putting
Sari.
Sari: ”…..aaaaaauu…..aaaaaw….aaauch…..”
mendesahan kesakitan.
Ploooook…..plooook….plooook…tumbukan maju
mundur gerakan Eko mengguncang – guncang tubuh
istrinya yg sdh penuh peluh dan pejuh.
Eko melirik kepada Jono..
”mau?…..kamu boleh setelah aku ijinkan dan sesuai yg
aku instruksikan…” Jono hanya mengangguk..batinnya
“gak papa deh yg penting gak dimasalahkan lagi,
malahan dapat juga nyicipi tubuhnya Sari…hehe..”
Eko: ”sini Jon…kamu boleh jilatin susunya Sari…
empeng sampe puas tapi awas jangan sampe mbekas…
jangan di cupang.
Ciumi juga bibirnya…!” perlahan Jono mendekat,
membungkuk dan berposisi dibawah Sari, mencoba
menciumi pentil dan payudara wanita ayu itu. Jono
berusaha bersusah payah. Akhirnya mendapatkan juga
payudara dan pentil Sari sebelah kanan dan langsung
dilumatnya….”sssllluuuurp….”
Rasa geli sdh tdk dirasakan Sari…yg ada hanya nikmat
dan nikmat nya birahi.
Flashback tentang Jono. Jono adalah pria seumuran
dgn Eko tetapi belum menikah, tinggal di sebelah
rumah Eko.
Dgn bekerja sebagai buruh di penggilingan padi milik
orang terkaya di desa, Pak Dirjo.
Target selanjutnya adalah kekayaan pak Dirjo melalui
Sari. Dirjo keturunan belanda jawa berusia setengah
abad yg doyan main perempuan tetapi setelah
menderita diabetes Darjo hanya sebatas menggoda
saja. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita
mesum, cerita dewasa ”Cerita Dewasa Hot Kehidupan Di
Desa” Terbaru
Tagged with: BIRAHI SEX TINGGI CERITA ABG MESUM
CERITA ABG SANGE CERITA BOKEP CERITA DEWASA
CERITA LEPAS PERAWAN CERITA MESUM
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX TERBARU
FANTASI SEX HOT GAYA SEX HAUS AKAN SEX
KISAH SEX PERKOSAAN MANIAK SEX MODEL SEX
NGENTOT HOT VARIASI SEX HOT
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Cerita Sex Istri Nakal Ketauan Selingkuh"
Post a Comment