Cerita Sex Nikmatnya Ngesex Sama Adik Majikan

web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Nikmatnya Ngesex Sama Adik Majikan”
Terbaru 2016 – Namaku Ninok, aku bekerja di Jakarta
sebagai seorang pembantu rumah tangga merangkap
baby-sitter. Majikanku sepasang suami-istri yang baru
punya anak satu yang masih bayi. Tinggal bersama
mereka adalah adik mereka yang sudah lulus kuliah dan
baru mulai bekerja, namanya Andika. Aku memanggilnya
Mas Dika.
Cerita Sex Nikmatnya Ngesex Sama Adik Majikan
Saat ini majikanku dengan bayinya sedang liburan ke
Singapura, tentu saja aku tidak diajak, aku sendirian di
rumah. Ketika hari senja, Mas Dika pulang dari kerja
dengan sepeda motornya.- cerita sex pembantu– Mas
Dika baik sekali padaku, sangat sopan dan ramah.
Semenjak kami tinggal berdua saja, setiap pulang kerja
Mas Dika selalu membawakan oleh-oleh berupa jajanan
dan diberikan padaku. ya martabak manis, ya kue donat,
tiap hari selalu berbeda.-cerita sex terbaru-
“Mbak Ninok, ini untuk mbak…” kata Mas Dika sambil
tersenyum manis.
“Makasih Mas…, kok tiap hari dibawain oleh-oleh?”,
aku tersipu malu…
“Kasihan sama mbak, pagi sampai sore kan sendirian di
rumah.”, Mas Dika meraih handuknya dan pergi mandi.
Ketika sudah jam 7 malam selesai makan, kami berdua
duduk di ruang keluarga sambil nonton TV. Jam 10
malam, Mas Dika masuk kamarnya dan tidur.
Ini telah berlangsung dua hari…. Aku semakin tertarik
atau mungkin sudah “jatuh cinta” kepada kebaikan dan
kelembutan Mas Dika.
Di malam ke 3, Mas Dika mulai menunjukkan kasih
sayangnya kepadaku. Dia duduk dekat di sampingku,
hatiku berdesir kencang, dia memegang tanganku
dengan lembut.
“Mbak Ninok, aku jatuh cinta sama kamu, kamu begitu
cantik, halus dan sopan kepadaku.” Wajahku merah
padam, aku tertunduk malu..
“Mas Dika, saya nggak berani menerima cinta Mas, saya
cuma perempuan desa…”
Cerita dewasa terbaru, Dia duduk semakin rapat
denganku, diraihnya daguku, dipeluknya aku dan
diciumnya bibirku. Aku tak bisa menolak pelukan dan
ciumannya yang mesra. Cuma berlangsung sebentar,
mungkin dua menit…. Tapi telah membuatku mabuk
kepayang.
“Makasih ya mbak…, telah menyambut ciuman kasih
sayangku”, bisiknya lembut…
Aku tersipu malu… tak kuasa mengucapkan sepatah
katapun. Cuma anggukan yang sangat kikuk…
“Ninok takut?” tanyanya lagi.
“Ya Mas, mana mungkin Ninok bisa membalas cinta
Mas yang begitu anggun?”
“Jangan bilang begitu, kita kan sama-sama manusia,
tidak ada kasta-kastaan… masa’ nggak boleh saling
jatuh cinta?”
“Mas, Ninok mau tidur dulu…”, aku segera bangkit dan
beranjak ke kamarku, Mas Dika ikut berdiri dan
menggandeng tanganku, ikut aku masuk ke kamarku. -
cerita mesum-
Di depan pintu kamarku, ia mendekapku lagi dan
mencium bibirku. Kali ini lebih “hot” dari yang
pertama, lumatannya seperti hendak menelan seluruh
mulutku, lidahnya dimainkannya di bawah langit-langit
mulutku, membuat darah mudaku mendesir ke seluruh
ujung-ujung sarafku dan membangkitkan gairahku.
Dia merangkulkan tangan kirinya di leherku, dan aku
merangkulkan kedua tanganku di pinggangnya.
Cerita ngentot terbaru, Kali ini bibirnya mulai lepas
dari bibirku dan menjelajahi leherku dan belakang
telingaku, sehingga membuatku semakin “lupa
daratan”. Aku mulai mendesah manja. Dia tetap sopan
dan tidak meraba-raba ke bagian tubuhku yang lebih
sensitif…
“Ninok, aku cinta sama kamu,” bisiknya di daun
telingaku….
“Mas Dika, Ninok juga sayang sama Mas….”
Dia mulai menggiringku ke pinggir tempat tidurku, dan
aku mulai pasrah saja… sambil tangannya meraih
skaklar lampu kamarku untuk mematikanya.
Dalam keadaan gelap, aku semakin tak kuasa menahan
diri… ingin rasanya aku serahkan jiwa ragaku kepada
Mas Dika malam ini, sebagai bukti kecintaanku
padanya…
Nafasku makin memburu, desahanku semakin menjadi-
jadi. Ini sudah berlangsung hampir 30 menit, CDku
mulai terasa agak basah, seluruh rangsangan sudah
mulai memuncak di sekujur tubuhku.
Mas Dika mulai menyentuh payudaraku yang masih
terbungkus bra.. sentuhannya halus lembut, tapi
membuatku seperti melayang-layang… Dia terus
melumat bibirku dengan lemah lembut…. Kini ia mulai
meremas payudaraku yang kiri dari luar dasterku,
jantungku makin berdetak keras, darahku makin
mendesir…
“Mas Dika, pelan-pelaaaann…” aku mulai mendesah
lemah…
Tangan kanannya mulai menggerayangi punggungku
dari bawah pakaianku, dia seperti mencari kaitan bra-
ku, dan benar… dia sudah mendapatkannya dan
melepas kaitannya. Segera tangannya membuka
retsliting belakang dasterku sampai ke bawah dan
mulai melepas dasterku. Aku hanya memakai CD
sekarang, diremasnya payudaraku yang kanan dengan
irama teratur dan memilin-milin putingku yang kiri
dengan jempol dan telunjuknya…
“Maassss, Ninok nggak tahaaaan..” Dilepasnya
kilikannya dan kini dia memelukku erat sambil
tangannya membelai rambutku yang panjang terurai…
Menenangkan jiwaku yang bergejolak bagai deburan
ombak..
“Mas Dika sayang Ninok, Ninok sayang Mas Dika
nggak?”, dibisikkannya kata-kata indah di telingaku…
Aku mengangguk spontan..
Hatiku benar-benar terpaut kepada Mas Dika, dalam
sepanjang hidupku, aku belum pernah merasakan kasih
sayang yang begitu lemah lembut dari seorang laki-
laki…
Mas Dika mulai membuka seluruh pakaiannya, dan kini
ia dalam keadaaan bugil, tapi aku tak berani melihat
kemaluannya, aku merasa sangat malu… Sekarang ia
tengkurap di atas tubuhku, kurasakan tonjolan
kemaluannya yang menempel di luar CDku begitu besar
panjang dan betapa kerasnya.
“Ninok mau pegang ‘penis’ Mas Dika?” tanyanya.
“Malu, ah Mas…. Ninok belum pernah…”
Tanpa bertanya lagi, ia membimbing tanganku dan
membawanya pada penisnya, dimintanya aku
menggenggam penisnya tanpa aku berani melihatnya.
Astaga! Besarnya dan panjangnyaaaa, mungkin ada 17
cm….
Ia mulai menurunkan CDku dan ditanggalkannya,
sekarang kami sama-sama telanjang bulat…. Mas Dika
kembali mengulum puting buah dadaku, puas di kiri
pindah ke kanan, kiri lagi, pindah kanan lagi, sambil
jari-jari tangannya menyentuh lubang kemaluanku yang
sudah mulai becek… Aduuuh, nikmat sekali rasanya….
Kepala Mas Dika kini mulai pindah ke bawah, menciumi
pusarku, dan terus turun ke bawah, tepat di depan
kemaluanku, kepalanya berhenti, kini lidahnya
dijulurkannya, dan mulai menjilati kemaluanku, mulai
dari bibir kemaluanku, terus makin ke dalam… Sampai
kini di ujung itilku, disapu-sapukannya ujung lidahnya
ke ujung itilku….
“Oooooooooohhhh…”, aku meronta kenikmatan…..
Halus nian kilikannya pada itilku, tapi stabil dan terus-
menerus.
Aku mulai menggelinjang-glinjang…. Kuangkat
pinggulku, tak kuat menahan geliiii dan rangsangannya
yang sangat kuat…..
“Ooooooohhhhhh……” desahanku semakin keras,
“aduuuh Mas, Ninok rasanya pengen pipiiiisssss”, dia
tidak menjawab dan terus melakuan sapuan yang
semakin mantap pada itilku….
Saking tak tahannya, aku lepaskan air kemaluanku, tapi
sangat berbeda dengan kencing, karena ini
menimbulkan kenikmatan pada sekujur tubuhku,
kukejangkan seluruh tubuhku, dan segera mas Dika
memeluk tubuhku lagi…..
“Nikmat, sayang?”, tanyanya… Aku tak sanggup
menggambarkan rasa nikmat yang sangat dahsyat
itu….
“Nikmaaattttt Maaaaassss….”, itu saja komentarku….
Sekarang Mas Dika mulai mengangkangkan kedua
kakiku dengan kakinya, dan perlahan-lahan dituntunnya
kemaluannya yang masih keras mendekati pintu lubang
kemaluanku…. Aku makin pasrah saja, karena aku
masih merasakan kenikmatan yang memuncak tadi….
Kepala kemaluannya mulai sedikit memasuki
kemaluanku, aku berpikir sejenak, apa bisa masuk? Apa
cukup lubang sekecil kemaluanku dimasuki batang
kemaluannya yang begitu panjang dan besar?
“Mas Dika akan masukkan pelan-pelan, supaya Ninok
tidak kesakitan… Kalau agak sakit, Ninok bilang ya..
Mas akan sabar memasukkannya sedikit-sedikit.
Kenikmatannya bisa 10 kali lipat dari kenikmatan yang
baru saja Ninok rasakan tadi…”, demikian janji Mas
Dika…
“Kita pindah ke kamarku aja ya Ninok sayang? Di sana
sejuk ada AC-nya. Ninok mau kan?” tanya mas Dika
kekasihku…
Segera diangkatnya aku dengan kedua tangannya dan
dibawanya masuk ke kamarnya yang sejuk ber-AC,
bibirku tetap dikulumnya dengan kuat..
Direbahkannya aku di tempat tidurnya, dirangsangnya
aku lagi melalui ciuman pada bibir, leher, belakang
telinga, puting payudara kiri dan kanan…
Kemaluanku sudah mulai basah lagi. Dikangkangkannya
sekali lagi kedua kakiku, dan tanpa ragu-ragu ia mulai
memasukkan batang kemaluannya sedikit demi sedikit
ke lubang kemaluanku…. Aku siap menerima
persetubuhan ini dengan penuh cinta kepadanya. Makin
dalam dan makin dalam, makin hangat dan makin
hangat, makin dalam dan makin dalam lagi, sangat hati-
hati dan perlahan-lahan…. sampai semua batang
kemaluannya kandas ke dalam lubang kemaluanku. Ia
mengambil bantal dan mengganjalkannya pada
bokongku, terasa tusukan batang kemaluannya masuk
lebih dalam lagi…..
“Gimama Ninok sayang? Sakit?” tanyanya lembut
penuh kasih sayang…
“Nikmaattt Massss”, jawabku manja….
Kini ia mulai memaju-mundurkan kemaluannya,
aduuuh… gesekannya menimbulkan rangsangan yang
sangat dahsyat pada dinding dalam lubang
kemaluanku… ada rasa geli, ada rasa nyeri, ada rasa
nikmat, ada rasa yang sangat memabukkanku…
Cerita mesum terbaru, Semakin lama, kecepatannya
semakin bertambah, semakin cepat semakin
menimbulkan rangsangan nikmat… aku sudah mulai
hampir mencapai puncak lagi… Makin lama makin
nikmat, makan lama makin enaaaaakkkkk…..
“Maaaaasssss, Nikmaaaattttttt…. Ninok mau keluar
lagi….”
“Sebentar lagi ya sayang… Mas juga mau keluaarrr…”
Nafasku semakin tak keruan, Mas Dika semakin
mempercepat keluar masuk kemaluannya pada lubang
kenikmatanku…
“Massss, Ninok keluar lagiiiiii…..” kali ini benar-benar
10 kali lebih nikmat dari sebelumnya…
Mas Dika memasukkan kemaluannya lebih dalam, dan
terasa ada semburan keras di dalam lubang
kemaluanku…. creeeet, creeeeet, creeeeet…. dan
“Oooooooh, ooooohhh, ooooohhhhh”, segera mas Dika
ambruk di atas tubuhku…….
Ia belum juga mencabut penisnya dari lubang
memekku… Perlahan-lahan nafas kami berdua mulai
berangsur-angsur teratur. Mas Dika kembali
memelukku, membelai lembut rambutku, menciumi
bibir, kening dan kedua pipiku….
“Puas, sayang?” tanyanya sopan dan halus… Aku
mengangguk manja…
Kini ia mulai mencabut penisnya. Malam itu, aku
tertidur di kamar Mas Dika, Mas Dika menyelimutiku
dengan penuh kasih sayang, memeluk tubuhku dan ia
tertidur pula. Kami berdua tidur lelap tanpa
berbusana…. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot,
cerita mesum, cerita dewasa ”Cerita Sex Nikmatnya
Ngesex Sama Adik Majikan” Terbaru

Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA CERITA LEPAS PERAWAN
CERITA MESUM CERITA MESUM PELAJAR
CERITA NGENTOT CERITA NGENTOT PEMBANTU
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX PEMBANTU
CERITA SEX TERBARU CINTA PEMBANTU
MENIKMATI TUBUH PEMBANTU PEMBANTU HAUS SEX
PEMBANTU MANIAK SEX PEMBANTU PEMUAS MAJIKAN

0 Response to "Cerita Sex Nikmatnya Ngesex Sama Adik Majikan"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen