Cerita Sex Gelora Birahi Mertua Dan Menantu

web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
“Cerita Sex Ngesex Bersama Menantu Di Kapal” terbaru
hot 2016 – Melihat acara di TV tentang pulangnya para
TKI dari Malaysia dgn kapal laut, aku jadi teringat dgn
kisahku yg jg terjadi di kapal laut semacam itu. Sekitar
5 tahun lalu aku mendapat surat dari anak
perempuanku yg hendak melahirkan anak pertamanya
sebulan lagi. Sdh hampir setahun ia bersama suaminya
yg berkerja di Irian Jaya dan ia sangat berharap aku
dapat menungguinya saat dia melahirkan. Suaminya
akan menjemputku dlm waktu 1-2 minggu itu setelah
selesai urusan kantornya. Benar saja, 2 minggu
kemudian menantuku, Joni, datang. Ia sedang
mengurus pekerjaan di Jatim sekitar 2 minggu. Setelah
selesai, ia menjemputku dan masih sempat menginap
selama 3 hari sebelum kapal berangkat dari pelabuhan
Tanjung Perak.
Cerita Sex Ngesex Bersama Menantu Di Kapal
Hari H pun tiba. Pagi-pagi diantar anak bungsuku kami
berangkat ke pelabuhan Tanjung Perak yg jaraknya
sekitar 2 jam perjalanan dari kota kami.- cerita sex
selingkuh– Sejak suamiku meninggal memang aku jadi
sering pergi berkunjung ke anak-anak yg tersebar di
beberapa kota. Untuk anakku yg di Irian Jaya ini
merupakan kunjunganku yg pertama, maklum jaraknya
jauh sekali. Menurut menantuku, lama perjalanan laut
sampai 3 hari 2 malam.
Cerita Sex Terbaru, Sampai di pelabuhan Joni segera
mengurus tiket yg sdh dipesannya. Kemudian kami naik
ke kapal besar itu. Penumpang kapal yg ribuan
jumlahnya membuat para pengantar tdk bisa ikut naik,
termasuk anak bungsuku. Baru sekali itu aku naik kapal
laut. Sungguh mengejutkan karena penumpangnya
ribuan orang dan sebagian hanya duduk di dek atau
lorong-lorong kapal. Sebagian lagi menempati bangsal
seperti kamar asrama dgn tempat tidur raksasa yg
muat ratusan orang. Kuikuti langkah Joni melewati
mereka, bahkan terpaksa melangkahi beberapa orang,
hingga sampai di bagian ujung kapal yg merupakan
deretan kamar. Hanya sekitar 1 0 kamar, itupun
ukurannya Cuma sekitar 3×3 meter. Ini kuketahui
setelah Joni membuka pintu kamar dan kami
memasukinya.
?Ini kamar kita, bu,? kata Joni sambil masuk lalu
menaruh seluruh bawaan kami.
Dgn canggung aku masuk. Yg nampak memenuhi
hampir separuh ruangan adalah ranjang kayu yg muat
dua orang serta meja kecil pendek. Perlahan aku duduk
di ranjang dan menyibak gorden di atasnya. Nampak air
laut di kaca bulat dan tebal itu. Iiih ternyata kami
berada di bawah permukaan laut.
?Maaf, bu, harga tiket kamar di atas mahal sekali,
terpaksa saya pilih yg di sini,? ujar Joni merasakan
kegalauanku.
?Ah, tak apa-apa Jon, daripada harus tidur di dek
kapal,? sahutku.
?Sebaiknya kita sekarang mandi dulu saja, bu. Kalau
terlambat nanti antrinya lama sekali.?
Benar kata Joni, sewaktu sampai di deretan kamar
mandi (ada 6) sdh ada antrian sekitar 2-3 orang di
setiap kamar mandi. Mandi pun harus buru-buru dan
biar praktis aku langsung pakai daster saja.
Sekitar jam 2 siang kapal mulai bergerak. Setelah puas
melihat-lihat suasana kapal yg dijejali ribuan orang,
persis seperti pengungsi, akupun kembali ke kamar.
Joni masuk ke kamar sambil membawa beberapa
makanan dan minuman. Sekitar jam 5 sore terdengar
bel dibunyikan oleh awak kapal.
?Itu pertanda kita harus antri makan malam, bu,? jelas
Joni.
Dan sekali lagi kami harus berbaris antri mengambil
nasi dgn lauk sayur dan sedikit ikan laut. Nampan,
piring dan sendok aluminium yg kami pakai
mengingatkanku akan para napi di penjara. Ternyata
beginilah pelayanan kapal laut kita. Selewat jam 7
malam makanan tdk disediakan lagi. Membayangkan
bagaimana ribuan nampan, piring dan sendok itu dicuci
dgn air yg sangat terbatas aku jadi sulit menelan
makanan yg sdh di mulut.
Joni mengembalikan peralatan makan sementara aku
ke kamar mandi untuk cuci dan pipis. Cape sekali ha ri
itu dan aku perlu segera tidur malam itu. Kapal yg
bergoyang-goyang karena ombak besar membuat
kepalaku pening.
?Silahkan ibu tidur dulu. Saya masih perlu menyiapkan
laporan untuk kantor,? kata Joni sambil membuka
berkas-berkasnya di meja kecil sambil duduk di lantai
kapal yg berkarpet.
Aku pun naik ke ranjang mengambil posisi mepet ke
dinding kapal. Sekilas terlintas di benakku,
?Aku, janda usia 45 tahun, tidur seranjang dgn
menantuku?? Tp segera kutepis mengingat ini dlm
keadaan terpaksa dan sopan santun Joni selama ini.
Untuk menyuruhnya tidur di lantai kapal aku tak tega.
Entah berapa lama terlelap, aku terbangun karena
merasa ada sesuatu yg memelukku. Saat kubuka mata,
kamar gelap sekali, sementara posisi tubuhku sdh
telentang. Segera aku menduga Joni mau berbuat yg
tdk senonoh padaku dan aku siap berontak. Tp
beberapa saat kurasakan tdk ada gerakan dari tubuhnya
dan malah terdengar dengkur halusnya. Ternyata Joni
tertidur.
Bagaimana ini? Apa aku harus menyingkirkan tangannya
dari atas perut dan dadaku (yg tak berbeha seperti
kebiasaanku kalau tidur) serta kakinya yg menindih
paha kananku? Aku tak tega membangunkannya dan
jadi serba salah dgn posisi yg demikian itu. Aku tak
bisa menyalahkannya karena ia tertidur dan ranjang
kami termasuk berukuran pas-pasan untuk dua orang.
Akhirnya aku pilih diam saja dan bertahan pada posisi
itu meski dari gesekan kulit akhirnya kuketahui kalau
Joni saat itu bertelanjang dada. Dan persentuhan paha
kami jg menandakan bahwa Joni tdk memakai celana
panjang. Mungkin dia hanya memakai celana pendek
atau justru celana dlm saja, pikirku. Aku dag -dig-dug
membayangkan dia tidur telanjang.
Kupejamkan mata dan berusaha tidur lagi sambil
berharap Joni melepas pelukannya sehingga aku bisa
berguling ke dinding kapal memunggunginya. Namun
sampai terkantuk-kantuk harapanku tak terkabul.
Sampai aku terlelap lagi tangan dan tubuh kekar Joni
masih menelangkupi dadaku dan pahanya menindih
pahaku. Mungkin ia tengah membayangkan tidur dgn
istrinya, pikirku. Aku semakin bisa memaklumi dan tdk
begitu peduli lagi dgn posisi tidur kami.
Beberapa lama kemudian, aku menggeliat dan
terbangun lagi. Kini tubuh kekar Joni ternyata sdh ada
di atasku, menindihku. Bahkan terasa pahaku
dikangkangkannya sehingga celana dlmnya tepat di
atas celana dlmku karena dasterku sdh tertarik ke atas.
Tonjolan k0ntolnya yg tegang terasa sekali. Remasan
tangannya di buah dadaku, meski masih tertutup
daster, membuatku meronta.
?Joni! Apa-apaan ini? Aku ibu mertuamu, Jon!? Ucapku
setengah berteriak takut terdengar kamar sebelah
sambil tanganku menolakkan dada telanjangnya.
?Ugh, maaf bu, kukira tadi aku tidur denga istriku? Sdh
hampir sebulan aku puasa, bu??
?Iya, tp jangan dilampiaskan ke aku dong,? kataku
jengkel sambil menepis tangannya yg nakal.
Sementara selangkanganku tak berkutik terpaksa
menerima dan merasakan tekanan k0ntolnya yg
terbalut celana dlm.
?Ak? aku cuma ingin memeluk-meluk saja kok, bu? Tdk
sampai itu?? jawabnya polos.
?Aku kuatir kamu lupa diri? lalu memperkosaku??
belaku sambil berusaha menyingkirkan pahanya tp
tenagaku tak cukup kuat.
?Sumpah, bu? Aku cuma ingin memeluk-meluk saja dan
tdk bakalan memperkosa? Kalau aku mau pasti dari tadi
celana dlmku dan ibu sdh kulepas?? balasnya.
Aku berhenti berontak sambil memikirkan kata-
katanya. Benarkah ini terjadi hanya karena dia sedang
bernafsu setelah sebulan tdk ketemu istrinya? Egh..
ugh? kini bukan hanya remasan, tp malah gigitan kecil
yg terasa di putting kananku yg masih tertutup daster.
Puting kiriku terasa dipelintir kecil. Greeeng?
kurasakan nikmat sesaat. Sdh lama aku tak merasakan
kenikmatan ini. Ada keinginan untuk berontak namun
ada jg dorongan untuk menikmati kemesraan ini.
?Benar ya, Jon. Janji, tdk boleh copot celana dlm??
tantangku.
?Iya, bu, aku janji tdk akan mencopot celana dlm kita??
Mmmmpphhh? Mmmmpphhh? perlahan aku semakin
menikmati cumbuannya. Rasanya ingin mengulang
kenikmatan saat suamiku masih ada. Meski agak
canggung, pelan-pelan tanganku malah memeluk
punggung Joni yg menaikkan posisinya hingga kepala
kami sejajar. Ia mulai mengecup-ngecup wajahku. Aku
berusaha melengos tp tangannya sdh memegang kedua
pipiku dan bibirnya mendarat di bibirku. Ufh? bibirku
disedotnya, lidahnya memasuki mulutku. Mula-mula
aku pasif, tp lama-lama ikut aktif jg bersilat lidah. Kami
saling sedot dan isep lidah dan bibir.
?Bu, dasternya dicopot saja ya,? mendadak Joni
berkata setelah kami lelah berciuman.
?Ingat janjimu, Jon..? kataku.
?Aku kan janji tdk melepas celana dlm kan, bu??
jawabnya sambil perlahan tangannya menari k dasterku
ke atas. Entah kenapa aku tak mampu menolak dan
hanya pasrah ketika daster itu dilempar entah kemana,
dan kami tinggal berbalut cd. Yg kulakukan kemudian
hanya memejamkan mata ketika tubuh kekar itu
memelukiku, menghisapi susuku kiri kanan dan
menekan-nekan selangkanganku, menjilati sekujur
tubuh. Aku menggelinjang kenikmatan sambil
mempererat pelukanku di punggungnya. Oooh? aku
malah terlena. Tubuh kami basah mandi keringat.
Pantatku mendadak terangkat ketika salah stau jari
Joni mengelus bibir meqiku yg masih tertutup cd.
?Jon, jangan??
?Aku hanya mengelus dari luar kok, bu??
?Nanti aku jadi terangsang, Jon??
?Nggak apa-apa kan, bu? Saat ini kita saling
memuaskan saja deh, bu. Aku akan bikin ibu orgasme
tanpa membuka cd ibu??
Benar saja, sejurus kemudian sensasi hebat kurasakan
ketika gesekan dan pijatan jemari Joni di bawah
perutku semakin liar. Aku segera merasa ada sesuatu
yg mengalir keluar dari meqiku.
?Ibu sdh basah ya?? Tanya Joni nakal.
Aku jadi malu dan pilih diam saja sambil terus
menikmati rabaan gila itu. Ya, aku memang sdh hampir
orgasme dan Joni tahu itu. Serta merta ia memutar
posisi tubuhnya hingga mulutnya dapat menjilati cd di
bagian selangkanganku. Kakiku dinaikkannya dan
tubuhku agak diseret turun, sementara bagian cd-nya
tepat di depan wajahku.
Uh? uh? sambil memegang kedua pahaku Joni
memainkan lidahnya sedemikian hebat. Menjilati paha,
perut lalu semakin turun hingga tepat di bibir meqiku.
Ia tak canggung menggigit-gigit cd ku dan menekannya
dgn lidah sehingga masuk.. Aku semakin basah. Banjir.
Ooh? Jon? Jon? Aku mulai mengejan berkejat-kejat,
menumpahkan semuanya sampai merembesi cd dan
Joni menghisapinya kuat.
Tangan kananku dipegang Joni dan ditaruhnya di
gelembung cd-nya yg berisi k0ntol tegang itu.
Tanganku diremas-remaskannya di benda tumpul
lunak-keras yg panjangnya sekitar 20 cm itu. Aku yg
semula canggung jadi makin terbiasa, malah akhirnya
terbawa nafsu untuk menciuminya meski dari luar cd.
Joni mendesis ketika barangnya kujilat dan kukocok-
kocok dari luar.
?Ak? aku mau keluar jg, bu?? erangnya ketika tanganku
bergerak lebih kuat dan? sekejap kemudian kurasakan
k0ntolnya menekan kuat bergetar-getar memuncratkan
isinya di dlm cd.
Barang itu terus kuperas habis sampai akhirnya
melemas dan tubuh Joni menggelosoh kecapaian dan
dagunya diletakkan di meqiku. Satu sama! Dia ejakulasi
sekali, aku jg orgasme sekali.
?Cape ya, bu?? tanyanya sambil memelukku. Dgn
manja aku menyorongkan kepala ke dadanya yg
berbulu. Tangannya segera meremas susuku lagi.
?Sdh dulu, Jon?? bisikku sambil menghentikan
remasannya.
?Berarti nanti lagi ya, bu?? Aku tak menjawab dan
cuma memberinya remasan kecil dik0ntolnya yg telah
mengecil. Oh, nikmatnya seks?
?Ini jam berapa, Jon??
?Paling masih sekitar jam 12 malam, bu? Masih dua
hari lagi kita sampai? Aku akan puasi ibu selama dua
hari ini? Kita tdk perlu keluar kamar??
Gila, pikirku! Selama 2 hari 2 malam main seks dgn
Joni? Apa aku bisa tahan untuk tdk melepas celana
dlm? Mungkin aku masih tahan, tp Joni? Namanya jg
laki-laki, kalau nafsunya naik pasti main paksa.
Bagaimana kalau aku jadi hamil? Sdh lama aku tak
minum pil KB lagi. Aku merinding manakala
membayangkan dihamili Joni. Tp aku tak mau lepas jg
dari pelukannya. Tak peduli tubuh kami bersimbah
keringat dan seprei ranjang acak-acakan.
Malam pertama itu kami ulangi tiga kali lagi
pergumulan nikmat itu. Beruntung malam itu kami
masih kuat bertahan tak lepas cd, meski cd yg kami
pakai sdh kuyup terkena air mani berkali-kali. Kami tak
dengar lagi bel makan pagi karena saat itu masih
terlelap. Bangun sekitar jam 10 siang kudapati tubuh
kami masih berpelukan. Susuku yg berbeha nomor 36
menempel lekat di dadanya. Cahaya remang-remang
dari jendela kaca membuat wajahku memanas, malu.
Kalau semalam kami tak saling melihat wajah karena
gelap aku masih bisa menahan malu, maka siang ini
kami harus bertatap muka. Kuperhatikan Joni yg
terpejam. Gila! Tubuhnya benar-benar perkasa Besar,
kekar agak hitam dgn rambut di dadanya. Jantungku
berdesir setiap kali rambut itu menerpa putingku.
Perlahan kulepaskan diriku dari pelukannya dan dia
kudorong sampai telentang. Tonjolan di balik cd-nya
dan helai-helai rambut yg mencuat dari cd itu
menjanjikan suatu kenikmatan yg?. ah, mestinya tak
boleh kubayangkan. Dan beruntung memang semalam
aku belum merasakannya kecuali dari luar cd. Aku tak
bisa membayangkan barang itu menusukku. Perlahan
aku menuruni ranjang.
?Mau kemana, bu?? Mendadak Joni terbangun dan
menarik tubuhku kembali dlm pelukannya.
?Mau mandi, Jon,? jawabku.
?Nanti sajalah, bu, agak sore saja. Hari ini aku mau kita
di ranjang ini saja. Kalau ibu lapar bisa makan roti yg
sdh kubeli.? Aku tak berdaya ketika Joni
menggulingkan tubuhku kembali ke ranjang.
Menelentangkanku lalu memanjat dan
menunggangikuku lagi. Ufhh? lagi-lagi tetek montokku
jadi bulan-bulanan mulutnya, demikian pula tekanan-
tekanan pada meqiku membuat pahaku semakin
terkangkang lebar. Sedikit demi sedikit gairahku
meletup lagi, terlebih setelah merasakan tonjolan
zakar Joni menggesek-gesekku dgn ketat.
?Jon, lama-lama aku nggak kuat kalau dirangsang
begini terus?? bisikku.
?Kalau nggak kuat ya tinggal dikeluarin saja to, bu,?
jawabnya sambil mencucup putingku dan menyedotnya.
?Maksudku, aku takut nanti jadi kepingin buka cd?
egghh? jangan keras-keras, Jon?? desahku. Joni
mengurangi tekanan di meqiku.
?Aku kan sdh janji tak akan buka cd ibu. Tp kalau ibu
dgn sukarela buka sendiri ya bukan salahku lho?
hehehe?? guraunya sambi mencium bibirku.
?Untuk variasi, coba deh ibu di atas? tolong diisepin
tetekku dong, bu?? pintanya manja.
Aku mandah saja ketika ia memelukku lalu
menggulingkan tubuhnya hingga telentang dan aku
menindihnya. Dibimbingnya kepalaku ke putingnya.
Pelan kujilat-jilat lalu kuisap.
?Yg kuat, bu??erangnya sementara tangannya bergerak
turun ke arah pantatku.
Meremas dan menekan-nekannya sambil mengayun
zakarnya ke atas sehingga bertemu dgn meqiku meski
masih terbungkus cd. Sejenak kemudian pahaku
dibukanya dgn dua tangan lalu tangan itu mulai
mengobok-obok daerah sensitifku itu. Sebentar saja
aku kembali basah.
?Jon, oh Jon.. aku mau keluar,? desisku tak tahan.
Namun Joni mendadak menghentikan gerakan
tangannya sehingga aku blingsatan.
?Teruskan, Jon,? pintaku sambil meletakkan tangannya
di memekku lagi, tp ia tetap diam.
?Jangan buru-buru, bu. Makin lama makin nikmat
kan?? godanya membuatku tak sabar.
Nafsuku yg sdh di ubun-ubun minta penuntasan segera
tp Joni sengaja menggodaku. Entah dapat kekuatan
dari mana tiba-tiba aku jadi beringas. Kududuki perut
Joni lalu kuambil tangan kanannya, kupilih telunjuknya
lalu kubawa ke arah meqiku. Kusisipkan jari itu di sela-
sela cd ku dan segera kumasuk kan ke liang meqi.
?Jon, tolong kau puasi aku dgn jarimu? Aku nggak
tahan lagi?? Kutusuk-tusukkan jari Joni dlm-dlm.
Dan setelah kurasakan ia mulai menggerakkan jarinya
keluar masuk, aku lalu meneletangkan tubuh ke
belakang, sampai kepalaku bertumpu pada pahanya.
Ugh? egh? kunikmati kocokan jari Joni di vulvaku.
Kurasakan cairanku menderas. Mataku membeliak
menikmati surga dunia itu. Gilanya, kemudian aku
merasa pahaku ditarik ke atas dan? sekarang bukan
lagi jari Joni, melainkan lidahnya yg yg menusuk-nusuk
memasuki meqiku. Ia memang tdk membuka cd-ku,
hanya menyibakkan bagian bawahnya lebar-lebar.
?Seeer? crooot? suuur?? aku sampai ke klimaks.
Pantatku berkejat-kejat mengejan gemetaran dan Joni
menelan semua maniku sampai aku lemas. Ia terus
menyedot dan menjilat-jilat. Sungguh edan! Tubuhku
terjelepak di pahanya dgn nafas ngos-ngosan. Namun
kurasakan jemari Joni menggantikan lidahnya menusuki
lubang memekku. Tdk hanya satu jari, tp 2 kadang 3
jari masuk bareng!
?Cukup, Jon..? pintaku.
?Belum, bu,? jawabnya sambil terus merangsang
klitorisku, ?wanita biasanya bisa mencapai orgasme
berkali-kali. Aku mau buktikan itu,? katanya.
Tak menunggu lama, ucapan Joni terbukti. Syahwatku
memuncak lagi dan cairanku mengucur lagi. Joni
mengerjaiku dgn cara itu sampai aku empat kali
orgasme. Apa ia jg melakukan hal ini pada istrinya,
anakku?
?Nah, sekarang terbukti aku lebih kuat kan, bu? Aku
belum sekalipun buka cd tp ibu malah memaksaku
mengocok meqi ibu??
?Aku benar-benar tak kuat, Jon?Sdh bertahun-tahun
aku tak pernah merasakan kenikmatan dan sekarang
kamu merangsangnya terus sejak semalaman. Siapa
bisa tahan??
?Apa itu berarti ibu tdk mau pakai cd lagi??
?Aku tetap pakai dan kamu jg. Aku takut hamil??
Setelah empat kali orgasme berturut-turut, tulang-
tulangku seperti dilolosi. Pelan kugeser tubuhku turun
dari ranjang mengambil cd baru dari tas lalu tanpa
sungkan kupakai di depan Joni.
?Kamu jg harus ganti cd baru, Jon, kan sdh bau bekas
sperma kemarin kan..?
?Iya, iya, bu? sekalian aja nanti waktu mandi. Sekarang
aku ingin ibu ganti memuaskanku??
Tangan Joni menggapaiku dan mendudukkan pantatku
tepat di atas zakarnya. Kugoyang-goyang pantatku
sampai Joni mendesis-desis sambil meremasi tetekku.
Kupercepat rangsanganku pakai tangan. Kugenggam
zakar di balik cd itu dan kukocok-kocok sampai 15
menit barulah kemudian Joni memelukku erat-erat
sambil menyemburkan sperma di dlm cd nya. Setelah
habis kuperas, ia memelukku dan menggulirkan tubuh
kami ke ranjang. Kami terdiam. Kudengar nafasnya
agak memburu. Kami benar-benar capai berpacu dlm
birahi.
Bel makan siang berbunyi tp kami tetap tak beranjak
keluar kamar. Kami hanya makan roti dan minum
minuman kaleng yg dibeli Joni, entah apa tp rasanya
agak hangat di badan. Selama ini kami masih bertahan
pakai cd.
?Aku akan berusaha sampai ibu buka cd sendiri,?
tekadnya sambil mengecup dan menggigit-gigit
telingaku, mengecupi wajahku, menciumi bibirku,
menjilati dagu, leher, dada, menyedoti tetekku kiri-
kanan, turun terus sampai aku menggelinjang ketika
lidahnya sampai di perutku, pusar dan terus turun.
Menyelip-nyelip di cd di daerah selangkanganku.
Menyentuh-nyentuh lubang meqi, menerobos sampai
klitorisku dapat diemut dan dimainkan dgn lidahnya.
Uuffgghh? kurasakan nikmat mengalir dari
selangkangan sampai ke kepalaku. Kutekan kepala Joni
keras-keras. ?Aa? aku nggak kuat, Jon? hsshh?
hsshhh.. enaaak banget? nikmaaat?? tanpa sadar
tanganku beralih ke cdku dan cepat melepasnya. Joni
membantuku melepas cd itu setelah melewati paha.
Kini aku bugil gil dgn paha ngangkang dijilati
menantuku! Suur? cret?cret? aku orgasme lagi dgn
paha ngangkang berkejat-kejat. Mungkin ini yg ke-10
kali sejak kemarin. Dan lagi-lagi Joni melahapnya dgn
ganas, menyedot, mengisapku sampai kering.
?Terbukti, kan, ibu sdh buka cd sendiri,? bisiknya
sambil menaikiku lagi hingga bibirnya mencapai bibirku
dan selangkangannya menekan meqiku. ?Sekarang ibu
akan kupaksa membuka cdku jg?? desisnya samibl
menekan-nekan dan memutar-mutar tonjolan cdnya ke
meqiku. Batang besar yg tercetak di cd itu sekarang
masuk memanjang di bibir meqiku. Digesekkannya naik
turun membangkitkan birahiku lagi. Remasan di tetekku
dan mungkin pengaruh minuman kaleng tadi
mempercepat syahwatku naik lagi.
?Ja?jangan, Jon? Jangan perkosa aku? nanti hamil??
erangku sambil memelukkan pahaku ke pahanya dan
tanganku ke punggungnya, tak kuat merasakan
rangsangan yg melanda.
?Tdk, bu? tp ibu sendiri yg bakal minta kuperkosa? Ibu
ingin zakarku masuk ke memek ibu, kan??
?Jang? jangan, Jon? eegghhh?? aku harus mengejan
lagi hendak mengeluarkan mani.
Namun mendadak Joni berbalik dan membuat posisi
69. Lidahnya kini bebas memasuki meqiku tanpa
halangan cd, sedangkan tonjolan besar zakarnya tepat
di depan wajahku yg mau tak mau terpaksa kupegang
supaya tdk menekan wajahku terlalu kuat. Berdenyut-
denyut benda tumpul kenyal itu di genggamanku.
Kukocok-kocok dan, karena ukuran cdnya yg kecil,
membuat kepala zakar itu sekarang muncul di
perutnya.
?Jilat, bu? isep?? pintanya sambil mengarahkan
tonjolan itu ke mulutku. Aku yg sdh tak mampu berpikir
jernih perlahan tp pasti menuruti permintaan gilanya yg
belum pernah kulakukan pada suamiku sekalipun. Ufh..
kukulum-kulum kecil ujung k0ntolnya dan membuat
benda panjang itu semakin keluar dari cd, seperti ular.
Kupegang batang ular itu sementara kepalanya masuk
ke mulutku semakin dlm. Semakin dlm dan semakin
bergelenyar, berkejut-kejut di mulutku.
Agar lebih leluasa, cdnya semakin kuturunkan dan
sekejap kemudian tanpa sadar cd itu sdh kulepas dari
pahanya! Lagi-lagi Joni membuktikan keampuhan
rangsangannya pada tubuhku. Kocokan zakarnya di
mulutku semakin cepat, cepat dan craaat croot crooot!
Spermanya kontan memenuhi mulutku, ada yg tertelan,
ada yg meleleh keluar dari bibirku? Sementara bibir
bawahku pun memancarkan maninya lagi bertubi-tubi?
disambut oleh mulut Joni yg menampungnya sampai
tuntas. Tuntas tas, sampai kami berdua terjelepak
kecapaiannya di ranjang. Gemuruh dada dan sengal-
sengal nafas kami memenuhi udara kamar mesum itu.
?Thanks ya bu. Ibu sdh buka cdku, berarti aku boleh
melakukan apa saja dgn k0ntolku pada ibu kan??
tanyanya menggodaku.
?Ta? tp jangan kau hamili aku, Jon??
?Memang ibu masih bisa hamil??
?Masih, Jon? meski sdh 45 tahun aku masih mens??
?Ya, nanti kita atur sajalah, bu? yg penting aku boleh
masukkan k0ntol ke sini kan?? rajuknya sambil
mengelus meqiku dan membawa tanganku memegang
k0ntolnya.
?Tap? tp pelan-pelan saja ya Jon dan? jangan
dikeluarkan di dlm?? akhirnya aku memenuhi desakan
nafsunya.
?Thanks, bu,? katanya lagi sambil mengecupku dan
menunggangiku lagi. Mengangkangkan pahaku lagi lalu
memacuku. Bagai joki tak kenal lelah. Aku pun rela jadi
kuda pacu lagi.
Terlebih setelah merasakan barang panjang itu
berkembang lagi bergerak-gerak di selangkanganku.
Menusuk-nusuk mencari jalan masuk.
?Jon, egh, Jon? jangan masukkan Jon..? aku masih
takut-takut.
Tp Joni tak peduli dan tetap mengarahkan kepala
zakarnya ke meqiku. Menggosok-gosok pintu lubang,
menjujut-jujut mau masuk. Kurapatkan paha, tp tangan
Joni cepat membukanya lagi, menekan ke kiri-kanan
dan bleess? zakar panjang itu ambles ke dlm memekku
yg licin penuh lendir mani.
?Jon, gila kamu!? Badanku melenting ke atas
memeluknya, merasakan sensasi gila di selangkangan.
Yah, akhirnya sambil duduk kunikmati kocokan zakar
Joni yg memaju-mundurkan pantatku. Sakit, nikmat,
nafsu syahwat campur jadi satu.
?Jon? Jon? jangan keluarkan di dlm?? aku
mengingatkan tp Joni malah tambah rapat memeluk
pantat belakangku dan menggerakkan pantatnya sendiri
maju-mundur, keluar masuk.
?Aku mau sampai tuntas, bu..? bisiknya di sela-sela
deru nafasnya.
?Aku bisa hamil, Jon!?
?Aku tak percaya.?
?Serius, Jon!?
?Sekarang kita nikmati saja, bu? hamil urusan nanti.?
Gocohannya tambah keras dan aku malah semakin
menggigil merasakan nikmat syahwat itu sampai ke
ubun-ubun. Ketakutan akan kehamilan pun jadi
terlupakan.
Joni mendorongku telentang ke ranjang dan dia lalu
jadi joki piawai. Mengolah gerakan pantatnya, zakarnya
keluar masuk, naik turun, mencangkul, menusuk,
mengobrak-abrik memekku sampai akhirnya dia
menekan sangat keras dan crooot? creeeet? creeeeet?
crooooot? crooot? croot?!! Sperma hangat mengaliri
rahimku dan akupun mengejan berkejat-kejat lagi
menumpahkan mani. Memeluk punggung dan pahanya
erat-erat. Kami mencapai puncak bersamaan. Dan ini
kali pertama zakarnya bersarang di meqiku tanpa bisa
kularang karena aku jg menginginkan. Resiko hamil
kujadikan urusan belakang.
Kenikmatan itu terus kami reguk setelah mandi dan
makan malam. Semalaman lagi kami bergumul
memanjakan syahwat hingga terdengar sirene kapal
memberitahukan bahwa pelabuhan tujuan sdh
kelihatan. Namun untuk mencapai pelabuhan itupun
masih perlu waktu dua jam lagi dan itupun terus kami
gunakan mereguk madu nafsu di kapal itu. Kami biarkan
penumpang lain turun lebih dulu supaya mereka tdk
melihat tubuh dan wajah kami yg kusut masai pucat
pasi kehabisan mani.
Setelah itu dua bulan aku menemani anakku di Irian
Jaya, dan dua bulan itu pula kami secara sembunyi-
sembunyi terus berzinah. Demikian pula sewaktu Joni
mengantarku pulang ke Jawa Timur, kami memilih naik
kapal laut lagi, bahkan kami sempat menginap tiga hari
di hotel Surabaya sebelum pulang ke rumah. Tahun
depan, aku berharap Joni mau menjemputku untuk
menengok anakku lagi. Setelah merasakan kelelakian
Joni, rasanya aku jadi tak kuat ?puasa? berlama-lama.
Aku tak mau dgn laki-laki lain. Dan kukira aku harus
segera sterilisasi untuk mencegah kelahiran anakku
sekaligus cucuku. Cerita sex, cerita nyata, cerita
ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Sex Ngesex
Bersama Menantu Di Kapal” terbaru hot

Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA
CERITA DEWASA MERTUA CERITA LEPAS PERAWAN
CERITA MESUM CERITA MESUM PELAJAR
CERITA NGENTOT CERITA NGENTOT MERTUA
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX TERBARU
MENANTU HAUS SEX MENANTU HYPERSEX
MENANTU PERKASA SELINGKUH MERTUA

0 Response to "Cerita Sex Gelora Birahi Mertua Dan Menantu"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen