Cerita Sex Bercinta Dengan Ranti Penuh Gairah

web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
“Cerita Sex Pertamaku Dengan Si Ranti” terbaru hot
2016 – Hai para pembaca yg setia orisex.com, aku baru
pertama kali menulis cerita sex di sini, dan aku
sekarang ingin berbagi pengalamanku kepada pembaca
sekalian. Aku berbagi pengalaman ini karena menurut
aku ini adalah hal yg paling indah yg pernah aku alami.
Cerita Sex Pertamaku Dengan Si Ranti
Aku akan mulai dgn perkenalan singkat, namaku Radit,
umurku 19 tahun, sekarang aku sedang kuliah di salah
satu perguruan tinggi di Bandung.-cerita sex
mahasiswa Aku mempunyai sifat pemalu yg sejak dulu
menjadi hambatan bagiku dlm menjalin hubungan dgn
lawan jenisku. Peristiwa yg aku alami ini ternyata
mengubah hidupku menjadi luar biasa, lebih dari yg aku
bisa bayangkan.
Cerita sex terbaru, Awal cerita ini ketika aku pulang ke
Jakarta pada saat liburan semester. Liburanku berawal
dari tanggal 27 Juli sampai dgn 13 September, aku
berada di Jakarta sudah sejak tanggal 30 Juli. Dlm
liburan ini aku berkunjung ke rumah beberapa temanku,
diantaranya adalah seorang teman lamaku Ranti yg
sudah sejak SMU tdk pernah bertemu. Kalau kuhitung-
hitung sudah sekitar satu tahun aku tdk bertemu dia.
Sejak aku pertama kali bertemu dia aku langsung jatuh
cinta.
Aku melihat Ranti sebagai sosok perempuan yg paling
sempurna, [The Angel From Heaven!], rambut hitam yg
sepanjang bahu, wajah super cantik, body bagaikan
supermodel, payudara yg indah meskipun hanya bisa
dilihat dari luar seragam sekolah, dan bokong yg
membuat mata cowok manapun mengikutinya kemana
pun ia pergi.
Betapa inginnya aku menjadi bra atau celana dlm yg
selalu dipakainya, jadi kursi yg selalu didudukinya, jadi
tempat tidur yg selalu ditidurinya, atau jadi sabun yg
selalu menjelajahi tubuhnya. Aku selalu membayangkan
bagaimana seandainya Ranti menjadi pacarku.
Waktu itu kelas dua SMU. Dia kelas 2-4 dan aku kelas
2-3. Aku mendekati dia dgn cara menjadi temannya yg
paling baik. Aku tdk berani mengutarakan perasaanku
kepada dia, akibatnya dia tergaet oleh orang lain. Hasil
yg aku terima adalah aku hanya dianggap sebagai
temannya.
Setelah tamat SMU kerinduanku makin memuncak, aku
memikirkannya setiap aku mau tidur, mau makan, mau
mandi, mau gosok gigi, mau berangkat ke kampus, mau
nonton VCD porno, mau masturbasi, setiap mau
melakukan apapun. [Even we’re apart, you will always
in my heart, Ranti]. Maka dari itu aku memberanikan
diri untuk mengunjungi dia mumpung masih liburan.
Untuk memastikan dia ada di rumah, aku
meneleponnya.
“Halo, bisa bicara dgn Ranti?” tanyaku menyapa.
“Iya, ini Ranti sendiri, ini siapa ya?” balasnya.
“Hei Ran, gimana kabar lo? masih inget gue ngga?”
kataku bersikap sok tenang.
“Hmm.. siapa ya? ini Dimas ya? jangan iseng dech, gue
tau ini elo kan?” katanya menebak.
“Dimas siapa.. ngaco ah.. ini gue Radit..”
“Radit? hei.. pa kabar juga? gue baik2 aja.. udah
berapa lama sich? setahun ada kali ya..”
“Iya.. eh Ran gimana kabar lo ma si.. itu tuch..”
“Sama sapa?”
“Itu lho.. si Romeo.. hi.. hi..”
“..”
“Halo Ran.. gue salah ngomong ya..? haloo..”
“.. ngga.. kok.. gue..” katanya sambil menangis.
“.. Ranti ga perlu ceritain kok kalo Ranti rasa itu bikin
sakit..” kataku berusaha menenangkannya.
“.. Radit.. bisa.. ga.. dateng.. ke.. rumah.. Ranti..?”
lanjutnya.
“Radit pasti kesana.. Ranti tunggu aja ya.. Radit pasti
datang..” jawabku.
“.. cepet ya.. please..” katanya masih menangis.
Aku langsung pergi ke rumahnya begitu telepon ku
tutup. Selama perjalanan aku mulai berpikir apa Rantia
baik-baik saja.. aku berharap dia tdk melakukan
sesuatu yg ceroboh. Kira-kira 30 menit kemudian aku
tiba di rumahnya. Aku lihat dia sudah menungguku di
pintu depan. Aku parkir mobilku di tepat di depan
rumahnya.
Aku langsung berjalan kearahnya dimana kulihat cewek
yg sangat kusayangi meneteskan airmatanya. Belum
sempat ku tanya alasan mengapa ia menangis, dgn
tiba-tiba dia menarik tanganku dan membawaku ke dlm
rumah. Kami kemudian duduk di sofa dan dia mulai
menceritakan masalahnya. Tp beberapa menit
kemudian tanpa sadar aku melingkarkan tanganku di
bahunya, namun anehnya dia tdk merasa canggung
ataupun risih, malah dia menyandarkan kepalanya ke
bahuku.
Aku pun tiba-tiba mengatakan sesuatu yg tdk pernah
berani aku katakan kepadanya.
“Ranti, dari dulu ada hal yg aku pengen bilang ke
kamu..”
“Radit bener-bener sayang sama Ranti.. Radit selalu
memikirkan Ranti..”
“Dari pertama kali kita kenalan, Radit sudah suka ma
Ranti..”
“Dan sekara..”
Belum selesai aku mengatakannya Ranti tiba-tiba
menutup mulutku dgn tangannya. Dia kemudian
mencium bibirku dgn lembut sekali, aku pun tanpa pikir
panjang, kubalas ciumannya penuh cinta. Beberapa saat
kami berciuman, kemudian Ranti mengatakan hal yg
paling indah yg pernah aku dengar.
“Radit.. sebenernya Ranti juga suka sama kamu”
“.. dari dulu aku berharap kalo kamu itu yg mengajak
Ranti nonton, makan..”
“.. Ranti selalu berharap Radit suatu saat bakal ngajak
Ranti..”
“I love U..”
Langsung saja kucium bibir hangatnya dgn mesra. Kami
berciuman cukup lama sampai akhirnya Ranti
mengajakku ke kamarnya. Tujuannya sudah jelas,
tempat tidur empuk yg masih tertata rapi. Ciuman kami
terus berlanjut dimana kami sedikit demi sedikit saling
melepaskan pakaian kami, kuangkat dasternya sambil
ku meremas bokongnya yg sangat kenyal, “Gila.. empuk
banget pantatnya..” kataku dlm hati melanjutkan
meraba dan meremas bokong terseksi milik Ranti.
Aku dulu hanya bisa melihat, sekarang aku bisa
menikmatinya. Aku tahu masih banyak lagi yg lebih
hebat dari cewek ini. Suara hatiku berkata “Dia cinta
pertamamu, dan sekarang kamu memilikinya..”.
Tanganku melanjutkan perjalanannya keatas, disana ia
menemukan dua buah gundukan, dgn lembut ku remas
dan perlahan kulepaskan dari penutupnya yg telah
mengurungnya selama ini. Ternyata buah dada Ranti
tampak sangat indah jika dilihat langsung. Bundar
penuh dan putingnya berwarna coklat kemerah-
merahan.
Ukurannya pun benar-benar menakjubkan. Tepat dlm
telapak tanganku. K0ntolku pun menjadi amat tegang.
Aku merabanya dari bawah dan kemudian naik keatas
dimana ku menemukan puting susu yg sudah mulai
mengeras. Ranti pun bersuara ketika aku menjilatinya.
“Mmmmppphhhhhh.. nikmat.. Radit.. terus.. ss..” desah
Ranti,
Aku pun menuntunnya ke tempat tidur. Kami sudah
seperti pasangan suami istri pada saat malam
pengantin. Ranti duduk di tepi tempat tidur sedangkan
aku masih berdiri. Ranti sudah tdk memakai bra tp
masih mengenakan celana dlm, kami saling bertatapan
sejenak..
“Radit.. Ranti mau melakukannya sama kamu.. Ranti
melakukannya untuk kamu..”
Ranti pun kemudian melepaskan celana dlmku, dimana
disana tersimpan milikku yg sangat berharga. Perlahan
ia meraih k0ntolku yg sudah teramat tegang dan
menghisapnya.
“Ouuuhhhhh.. Ranti..”, aku merasakan kenikmatan
hebat.
Aku balas perlakuannya dgn meraba buah dadanya yg
juga semakin tegang.
“Ahh.. Radit.. terusin.. ahh..” lalu aku membuka celana
dlm Ranti yg sudah agak basah.
Aku bisa melihat meqi yg di tumbuhi sedikit bulu,
rupanya dia rajin mencukurnya. Langsung saja kuraba
seluruh bagiannya berharap menemukan tempat yg
paling sensitif.
“Aah.. teruss.. Radit.. ohh..” Ranti mendesah,
mendengarnya aku makin bersemangat.
Aku kemudian membawa Ranti ke tengah tempat tidur
seraya mencium dan menjilati bagian tubuhnya yg
paling intim itu.
“Aahh.. aku.. mo.. keluarr.. ohh.. sshh..” Ranti
mengerang dan menjambak rambutku, Ranti orgasme
saat itu, cairan kenikmatannya banyak sekali yg keluar.
Aku menciumnya bibirnya dan terus meremas-remas
buah dadanya, lalu kulumat puting susunya seperti anak
kecil mengemut permen kesukaannya.
“Ahh.. sshh.. aahh.. sshh..” Ranti mengerang tak
karuan.
K0ntolku yg sudah agak melemas kembali tegang
ketika Ranti mengulumnya sebagai balas budi.
“Ohh.. Ranti.. you.. are.the.. best.” kenikmatanku
memuncak ketika aku merasa aku akan orgasme.
“Ahh.. sshh.. Rantii..” creett.. creett.. creett.. aku
menyemprotkan maniku kedlm mulut Ranti, dan ia pun
menelannya.
Kami berada dlm kondisi sangat bergairah. Aku tetap
menggeraygi tubuh Ranti supaya ia terus merasa
“Panas”, beberapa saat kemudian k0ntolku yg sudah
kembali tegang dan tampaknya sudah siap
mencelupkan diri kedlm kolam kenikmatan. Dlm posisi
Ranti terlentang dan aku diatasnya, aku menuntun
k0ntolku [14x3cm] ke arah lubang surga milik Ranti.
Perlahan aku dorong penuh percaya diri, terlihat wajah
Ranti agak menahan sakit.
“Ahh.. pelan-pelan.. sayang.. ohh..”.
Aku dorong lebih dlm lagi meskipun agak sempit, “oh
God.. gila.. memeknya ngejepit k0ntol gue kenceng
banget!” kataku dlm hati. Aku berpikir “jangan-jangan
Ranti masih perawan”. Kemudian k0ntolku seperti
tertahan sesuatu, kupaksa masuk.
“ahh..!” pekik Ranti, kurasa aku menembus selaput
daranya, ternyata benar Ranti masih perawan. Lalu
perlahan kuayun pinggulku.
“Oh.. sshh.. aah.. ohh.. hmm..”, kami saling mendesah
menikmati setiap gesekan, meqi Ranti benar-benar
rapat, dan ototnya terus memijat k0ntolku tanpa
ampun.
“Ohh.. sshh.. ahh.. sshh.. ohh..” dan kemudian tanpa
mencabut k0ntolku, aku mengganti posisi, aku
dibawah, dan kini giliran Ranti yg bergerak.
“Ohh.. ah.. ssh.. Radit.. enaakk.. terus.. ss” gerakan
Ranti aku imbangi, aku meremas buah dada Ranti dan
sekali-sekali aku mengangkat tubuhku untuk
menghisap dan menjilati puting susunya.
Tiba-tiba tubuh Ranti kejang, “Aah.. aku.. mauu..
keluarr.. ohh..”
Aku merasakan semprotan cairan meqi Ranti
membasahi kepala k0ntolku, terasa hangat dan nikmat.
Kami dlm posisi ini agak lama, dimana variasi hanya
dlm bentuk ciuman, hisapan puting susu. Kemudian aku
merasakan adanya desakan di pangkal k0ntolku, aku
lalu menggerakkan pinggulku naik turun, dibantu Ranti
yg juga bergerak naik turun.
“Ohh.. sshh.. ohh.. SSHH..” aku merasa akan orgasme,
aku lalu mempercepat gerakanku, tiba-tiba tubuh Ranti
kembali mengejang, namun kali ini lebih kuat, dan
meqinya pun menjadi lebih sempit, otot-ototnya
memijat lebih hebat.
“OOHH.. Ranti.. mau.. kkee.. ke.. AAHH..” Ranti
mencengkeram bahuku keras sekali.
“OOHH.. AHH.. Raditn.. ga.. kuat..” Aku langsung
menancapkan k0ntolku sampai habis, kupeluk cintaku
seerat-eratnya dan..
“Creett.. Creett.. Creett” aku dan Ranti orgasme
bersama, bersama mencapai kenikmatan.
Aku memeluk Ranti seperti tak akan kulepaskan, dia
cintaku yg pertama, cinta pertamaku yg hebat, cinta
pertamaku yg nikmat. Kami sudah menjadi sepasang
kekasih. Aku sadar Ranti telah memberikan mahkotanya
kepadaku.
“Baby you’re all that i want, and you’re lying here in
my arms”
“I love u so much Ranti” kataku lembut seraya
mencium bibirnya yg basah namun lembut.
Ini pertama kali Ranti bercinta, dia pertama kali
bercinta dgnku, aku bercinta dgn cinta pertamaku. Aku
mengalami hal yg terindah dlm hidupku.
Kami masih dlm keadaan telanjang, duduk berhadapan,
Ranti kupangku diatas pahaku, kami tdk berbicara
sepatah kata pun, kami hanya saling memandang,
saling tersenyum, sesekali kucium bibirnya, kubelai
rambutnya, dan kuhapus airmata bahagianya yg
mengalir menuruni pipinya.
“Ranti.. Aku sangat mencintai kamu sepenuh hati
Radit, kamu adalah hal terindah yg pernah terjadi
untukku, Radit ngga bakal ninggalin Ranti, Radit akan
selalu ada untuk Ranti..” kemudian kuberikan ciuman
terhangat dan termanis untuk Ranti-ku.
Aku akhirnya mendapatkan cintaku, cinta pertamaku.
Sampai saat ini aku berpacaran dgn Ranti, kami
bercinta kapan saja kami mau, baik itu di rumah Ranti
ataupun di rumahku. Kami selalu ingin merasakan
kenikmatan dunia itu berulang kali. Cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
“Cerita Sex Pertamaku Dengan Si Ranti” terbaru hot

Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA
CERITA DEWASA MAHASISWA CERITA LEPAS PERAWAN
CERITA MESUM CERITA MESUM MAHASISWA
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX MAHASISWA
CERITA SEX TERBARU MAHASISWA HYPERSEX

0 Response to "Cerita Sex Bercinta Dengan Ranti Penuh Gairah"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen