web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita
nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
Terbaru 2016 – Hari itu hujan rintik-rintik di awal tahun
2001, Leli, seorang gadis yang alim dan berkerudung
berniat mendaftarkan diri di sebuah tempat bimbel
yang katanya paling berkualitas di kota mereka untuk
persiapan UMPTN 2001. Sesampainya di sana Leli dan
temannya disambut seseorang di tangga. Dia berkata,
Cerita Dewasa Dengan Leli Si Gadis Jilbab
“Mau dftar ya Dek..? Kalo mau daftar di atas.” Dia
kelihatan agak dewasa dari yang lainnya yang ada di
sana.
Belakangan Leli tahu dia bernama Putra, tentor kelas
IPA yang jg mengajarnya di kelas.
Tidak ganteng sih mas itu, namun rayuannya bikin Leli
sangat tersanjung. Dan wibawa serta senyumannya
sangat membikin Leli, yang lugu dan alim terkesima,
apalagi saat mas Putra menjelaskan terlihat sekali
kecerdasannya terpancar. Leli semakin kagum
melihatnya.
Cerita sex terbaru, Dari hari ke hari mereka semakin
akrab. Leli pun biasa diantarnya pulang, mereka pun
sering ngobrol bersama tentang masalah mereka
karena mereka jg sdh saling terbuka bahkan
menyangkut cerita pribadi mereka. Mereka jg
seringbercanda. Mas Putra pun sesekali menyentuh
Leli, dan walaupun Leli seringkali menolak, tetap saja
Leli merasakan sesuatu yang lain dalam sentuhannya
yang begitu lembut dan mesranya.
Sampai pada suatu hari dia mengajak Leli nonton.
Awalnya Leli ragu-ragu, namun kemudian Leli pun
menerima ajakan itu. Mereka pun pergi sekitar jam 7
malam ke twenty one. Leli tampak canti saat itu dgn
jilbab biru sedada dan kemeja putih bersih serta rok
panjang lembut yang selalu Leli pakai. Tidak lupa kaus
kaki yang selalu menutupi kakinya yang putih bersih.
Saat film tengah diputar, mas Putra tidak henti-
hentinya melihat Leli. Leli pura-pura serius nonton, tp
Leli sebenarnya jg melihatnya. Kemudian mas Putra
mulai berani memegang tangannya, Leli pun tak kuasa
menolaknya dan saat mas Putra berkata,
“Mas sayang kamu.” Serr.., rasanya Leli tersambar
petir asmara dan tidak kuasa menolaknya, apalagi
ketika mas Putra mulai berani menyandarkan kepalanya
di bahunya dan meletakkan tangannya di paha Leli yang
masih tertutup rok panjang. Leli semakin tidak kuasa
menepisnya.
Kemudian mas Putra pun memandang Leli sejenak dan
langsung menyambar bibirnya. Awalnya Leli berusaha
menolak. Namun karena serangan bibir mas Putra yang
bertubi-tubi dan serangan birahi yang menggebu-gebu,
dgn agak canggung akhirnya Leli menyambutnya.
Leli yang sdh terbakar napsu birahi untuk pertama kali
dalam hidupnya lagi-lagi tak kuasa menolak saat sidah
mas Putra menyusup kedalam mulutnya dan bertemu
dgn lidahnya. Lidah mereka saling bertautan dan aroma
nafas mereka saling memburu mereguk nikmatnya air
liur mereka yang saling mereka tukarkan.
Kebetulan di sederetan kursi mereka duduk tidak ada
orang, jadi tidak ada yang melihat aktivitas mereka ini.
Baru sekali ini Leli melakukan hal seperti ini. Apalagi
sekarang Leli melakukannya di bioskop, sehingga Leli
jg merasa agak malu saat kemudian ia membayangkan.
Bagaimana bila tiba-tiba orang-orang mengetahui apa
yang ia lakukan dgn mas Putra. Dimana martabatnya
sebagai seorang gadis yang alim dan berjilbab? Namun
pikiran itu tidak bisa mengalahkan gejolak birahi Leli,
justru malah membuatnya semakin terangsang. Itulah
sebabnya Leli sangat menikmatinya. cerita sex
Mas Leli yang satu ini pun semakin berani menyingkap
rok panjang Leli dan mulai mengelus-elus paha mulus
Leli yang kuning langsat itu,dan dia berkata,
“Paha kamu mulus yah.., Mas jadi tambah sayang sama
kamu. Pasti paha kamu belum pernah disentuh cowok
kayak sekarang khan??” Kebetulan rok yang Leli pakai
saat itu memang mendukung, sebuah rok biru panjang
lembut namun ada belahannya di pinggir yang
menyebabkan tangan masnya ini mudah menyusup
masuk mencari kehangatan cinta di antara dua paha
Leli.
Namun karena malu Leli pun menahan tangannya, dan
berkata,
“Jangan Kak.” Mas Putra tidak memperhatikan kata-
kata Leli, dan tangannya terus memaksa masuk.
Sekarang celana dalam Leli bagian paha dalam sdh ia
raih. Sedikit lagi ia tarik, maka mas Putra akan
mendapatkan kemaluan Leli yang sdh basah ini. Mas
Putra berkata,
“De.., gpapa kok, enak deh, masa nggak percaya sih
sama Mas. Ya Yang… ya..!” Leli pun tetap bertahan
untuk tidak memberikan apa yang mas Putra mau,
namun tenaganya lebih kuat dari padanya, sehinggga
slep.., jarinya menyentuh klitoris Leli.
Leli merasakan kenikmatan yang luar biasa, apalagi
ketika mas Putra mulai memainkan tangannya di lubang
Leli bagian luar, mengelus-elus bulunya yang tipis dan
menggesek-gesekkan klitorisnya yang sdh basah dgn
cairannya. Sungguh sensasi yang luar biasa yang tak
pernah tidak Leli rasakan. Tidak sadar Leli pun mulai
menggelinjang dan mengeluarkan suara-suara yang
erotis sambil masih merasakan malu,
“Ahh… ahh… Mas..,maaasss.., jang…jangaaan….
Mass..aaaakkhhhhhhh….!”
Kepalanya yang tanpa sadar jg sdh sdh menempel di
kedua payudaranya. Film pun habis, lampu kembali
menjadi terang. Mas Putra pun memandangi Leli dgn
mesranya.
“Pulang yuk..!” katanya sambil menggandeng tangan
Leli.
Sambil berjalan turun, Leli pun membetulkan rok dan
jilbabnya yang sdh diacak-acak oleh mas Putra tadi.
“Maafin kelakuan Mas yah tadi.” mas Putra pun
memecahkan kebisuan di antara mereka berdua.
“Nggak pa-pa, tp jangan diulangi lagi yah Kak.. Leli
takut.” jawab Leli.
Mas Putra langsung merangkul pinggul Leli dan
mencium pipinya, sungguh sangat mesranya. Mereka
pun pulang dgn menggunakan jasa taxi.
“Turun dulu Kak..!” kata Leli saat taxi sdh sampai di
depan rumahnya.
Mas Putra pun menyanggupi dgn langsung membayar
taxi dan ikut turun bersama Leli.
Leli pun mengambil kunci di bawah pot, di situ biasa
keluarganya menyimpan kunci kalau tidak ada orang di
rumah. Maklumlah, ibu dan bapak Leli sering pergi ke
rumah masnya yang paling tua, sehingga Leli biasanya
hanya tinggal di rumah bersama saudara-saudaranya.
Leli langsung mempersilakannya masuk ke rumah
mungilnya.
“Duduk Mas.., mo minum apa..?”
“Nggak usah repot-repot deh, ehh iya orangtuamu
nggak ada..?”
“Nggak ada Mas, lagi pergi kayaknya.”
“Oohh..” Begitu percakapan mereka setelah mereka
masuk.
Leli pun langsung masuk kamar untuk mengganti baju.
“Tunggu sebentar yah Kak.” kata Leli, namun mas
Putra langsung mengikuti Leli ke dalam kamar dan
menggendongnya ke atas ranjang, lalu mengunci pintu
kamarnya.
“Mas mau apa..?” tanya Leli lugu.
“Lanjutin yang tadi yah..?” ucapnya.
“Jangan Kak, Leli takut..!” kata Leli lagi tp Mas Putra
langsung memeluk Leli dan menciumi Leli dgn liarnya.
Leli yang jg sdh dari tadi terangsang menyambutnya
dgn ciuman Leli yang bernafsu.
“Achh.., ack.., ack..!” bunyi mulut mereka yang saling
terpaut mesra.
Mas Putra pun melepaskan semua bajunya dan bugil di
depan Leli yang wajahnya mulai merah karena terbakar
napsu birahi. Kemaluan Mas Putra yang menggelantung
di depannya sangat besar, baru kali ini Leli melihat
secara langsung.
Selama ini Leli hanya melihat sesekali saat ia membuka
situs porno di internet. Biarpun alim, namun Leli suka
membuka situs-situs porno di internet. Leli tidak kuasa
menolak ketika mas Putra melepaskan seluruh baju
Leli, sehingga Leli polos tanpa sehelai benang pun
yang menempel pada tubuhnya, kecuali jilbab birunya
yang memang sengaja tidak ditanggalkan oleh mas
Putra. “kamu tampak lebih menggairahkan saat masih
pake jilbab, sayang.” Bisik mas Putra lembut.
Di kamar Leli sendiri, di atas ranjangnya sendiri,
dimana ibunya biasa tidur bersamanya, sekarang Leli
sedang memegangi batang kemaluan tentornya yang
amat panjang dan keras yang mas Putra sodorkan ke
mulut Leli. Walaupun sempat menolak karena agak jijik,
namun akhirnya Leli mau jg dan malah keenakan
menghisap miliknya seperti lolypop yang dulu sering
diberikan mama waktu Leli kecil. Mas tentornya pun
mengerang keenakan,
“Ahh.., aah.., ahhh.., enak Sayang.. terus..!” Terdengar
jg saat itu,
“Ckkc.. ckkk..!” bunyi hisapan mulut Leli di batang
kemaluannya.
Terlihatlah pemandangan yang sangat menggairahkan,
seorang gadis yang hanya memakai jilbab di tubuhnya
sedang menjilati kemaluan seorang lelaki yang bukan
suaminya.
Dalam posisi Leli tidur dan mas Putra mengangkang di
atasnya sambil kedua tangannya meraih payudaranya
dan meremas-remasnya, Leli pun keenakan dibuatnya.
Ia sdh tidak ingat apa-apa lagi, karena api birahi sdh
menguasainya 100 persen. Mas Putra kini melepaskan
k0ntolnya dan menghisap kedua payudara Leli secara
bergantian dgn liarnya sambil tangannya memainkan
klitoris Leli dan sesekali menusuk masuk ke lubangnya
yang sdh amat becek. Leli pun merasa sangat nikmat
dibuatnya.
“Aaah.., ahh.., mmmppphhhh.., oooooggghhhh
Maasshh.. shhtt..kkk….. Kak eehhk.., ah.. aahh uhh
aaah..!” begitulah teriakannya sambil meracau tidak
karuan karena menahan nikmat yang luar biasa.
Mas Putra pun menjilati tubuh Leli, turun dan turun
hingga sampai kepada lubang kemaluannya yang ia
garapmesra. Leli pun melenguh keenakan,
“Aahh.., aahhh… massshh.., Leli mo pipiisshhh..!” Mas
Putra seakan tidak menggubrisnya, jilatannya pindah ke
arah paling sensitif.
Klitoris Leli dimain-mainkan dgn lidahnya. Leli hanya
bisa merem melek dibuatnya, karena sensasi yang luar
biasa atas permainan lidahnya di bagian tubuhnya yang
sensitif.
“Kaakkk.., Kaakkk.., Leli pipiiishhh. Ahh..,
aaaahhhhhh..!” Leli pun mengeluarkan cairannya,
namun mas Putra tidak berhenti menghisap nonok Leli
sampai semuanya dibuat bersih.
“mmppphhhhhh.., Kakkk.., enakk.. Kakk..!” Leli seakan
tidak perduli lagi apa yang Leli ucapkan.
Mas Putra pun mencoba menusuk Leli dgn senjatanya
yang sdh menegang dari tadi. mas Putra mau
memuaskan Leli dulu baru memikirkan nasib ‘adek’-
nya.
Leli pun segera melebarkan kakinya untuknya, pasrah
memberikan diri Leli untuknya. Mas Putra pun berusaha
memasukkan batang k0ntolnya ke arah nonok Leli,
namun agak sulit karena memang Leli masih perawan.
Leli pun merasa sakit, namun karena mas Putra jg
meremas payudara Leli dan menghisap bibir Leli, rasa
sakit itu sedikit terobati. Sampai akhirnya,
“Bless..! Pertahanan Leli berhasil ditembusnya. Leli
pun berteriak,
“Ahh.., saa.. saakiitt Kaakkk..!” Mas Putra pun
membelai kepala Leli yang terbungkus jilbab, dan
berkata,
“Tahann ya uhh..!”
Mas Putra pun nampak keasyikkan menikmati jepitan
Leli,
“Uhh.., Dekk.., kamu hebat..!”Mereka pun terus
berciuman sementara tangannya memainkan puting
susu Leli yang semakin mengeras.
“Ahh.., aahh.. aahh..” betul-betul nikmat dan asyik,
“Aahhh.., ohh.., uuhh..!” Mas Putra pun menghisap bibir
Leli dgn lembut.
Tidak lama kemudian,
“Ahh.., mmmppphhhh.., ohh.., yeaahh.. yeaah.. Kak..
Leli mo pipiss lagiiihhh… Oohh Leli sdh tidak tahan
lagi..!” dan, “Serrr…” keluarlah cairan Leli.
Leli pun merasakan kenikmatan yang teramat sangat di
sekujur tubuhnya seiring keluarnya cairan di liang
kenikmatan Leli beserta darah segar yang sejak tadi
keluar dan membasahi sepreinya. Seketika itu jg Mas
Putra mengeluarkan batang kemaluannya dari lubang
kemaluan Leli dan menyemprotkan spermanya ke
seluruh wajah dan mulut Leli, sampai membasahi jilbab
Leli. Leli pun membersihkan sisa-sisanya dgn menelan
sperma yang ia semprotkan dgn menghisap batang
kemaluannya sampai bersih.
Kemudian mereka pun menatap mesra, berpelukan dan
tertidur bersama. Cerita sex, cerita nyata, cerita
ngentot, cerita mesum, cerita dewasa Terbaru
Tagged with: ABG BERJILBAB HORNY ABG PERAWAN
CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE CERITA BOKEP
CERITA DEWASA CERITA LEPAS PERAWAN
CERITA MESUM CERITA MESUM PELAJAR
CERITA NGENTOT CERITA PANAS CERITA PERAWAN
CERITA SEKS CERITA SEX CERITA SEX 2016
CERITA SEX ABG CERITA SEX BERGAMBAR
CERITA SEX BERJILBAB CERITA SEX TERBARU
JILBAB HAUS SEX MEMEK PERAWAN JILBAB
NGENTOT PERAWAN JILBAB
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Cerita Dewasa Ngentot Dengan Leli Si Gadis Jilbab"
Post a Comment