nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
”Cerita Sex Sedarah Insiden Bersama Mami” Terbaru
2016 – Kesel banget rasanya naik lift yg penuh sesakkayak gini. Melihat dari mimik mukanya, kayaknya mami
juga merasakan hal yg sama. Entah ada berapa orang,
yg jelas bener – bener penuh. Aku terjebak di bagian
dalamnya sementara mami persis di depanku.
Cerita Sex Sedarah Insiden Bersama Mami
Entah mengapa aku mau saja saat diajak mami ke
kantornya. Katanya disuruh bantuin mami pindah
kantor. Minggu lalu mami dipromosikan dan akan
menempati tempat yg baru.- cerita sex terbaru– Karena
aku adalah anak idola, idaman wanita, maka aku setuju
saat mami menawariku uang untuk membantunya
pindah kantor.
Cerita dewasa terbaru, Omong – omong, mami kini
menempel padaku. Wajahnya pun sangat dekat dgn
wajahku. Beberapa kali kurasakan nafas mami
menghangati pipiku. Sementara buah dada mami
menempel dadaku. Rambut mami panjang terikat. Mami
juga rajin senam, makanya tubuhnya agak terjaga.
Pantat dan buah dadanya agak besar sedikit.
Mami menoleh kekanan-kiri mencoba melihat keadaan
lift. Kulihat kancing di pakaian mami terbuka di paling
atas. Dgn tekanan pada dadaku membuat sela kancing
agak longgar hingga aku bisa melihat ke dalamnya.
Ternyata mami memakai bra hitam. Kurasakan penisku
mulai mengeras hingga menekan selangkangan mami.-
cerita sex sedarah- Namun mami tak bereaksi apa –
apa. Mungkin mami tak menyadarinya.
Saat mami menoleh kembali kepadaku, kuangkat kepala
hingga kami saling bertatapan. Mami terlihat frustasi
sambil menggerak – gerakan kakinya. Tanpa disadari
gerakan mami malah membuat rangsangan kepada
penisku. -cerita sex-
“Doyan banget orang – orang di lift,” bisik mami,
nafasnya meniup bibirku.
Lift pun terbuka. Namun bukannya keluar, malah
tambah beberapa orang masuk membuat lift semakin
penuh sesak. Beberapa orang mengeluh menyuruh agar
jangan dulu masuk, nunggu lift selanjutnya. Tapi
ternyata tak digubris. Kulihat yg terakhir masuk ada
pria berbadan agak gempal membuat punggungku
menekan dinding lift dan tubuh mami makin menekan
tubuhku.-cerita dewasa-
Mami terlihat makin kesal. Aku juga sih. Buah dada
mami terasa lembut menekan dadaku. Paha mami kini
nyelip diantara selangkanganku. Penisku jadi mengeras
dan agak keluar sedikit dari celana pendek bagian
kananku. Jadinya penisku ditekan oleh pahaku dan paha
mami. Tubuh mami jadi agak menegang, mungkin kini
menyadarinya.
Mami mencoba bergerak, mungkin ingin menjauhi
kontoku. Namun gerakan mami malah membuat penisku
makin keras keenakan. Gerakan mami membelai
penisku dan paha mami menekan testisku. Aku
mencoba sekuat tenaga agar tak menikmati hal ini,
namun rasanya sia – sia. Aku tak mau orgasme di lift
penuh orang.
“Sayang, anu mu…” bisik mami padaku.
Rasanya, andai mami menyebut kemaluan, bahkan
penis, aku bisa langsung orgasme.
“Maaf mi,” gumamku malu.
Tiba – tiba lift berhenti. Mami terlihat khawatir sambil
menoleh. Pipi mami mengelus pipiku dan beberapa
helai rambut mengelitiki hidungku. Orang – orang mulai
ribut. Tiba – tiba terdengar suara keras, meski tak
sekeras suara bigbang, dan lift langsung turun. Orang –
orang mulai teriak panik hingga lift mulai tersentak dan
berhenti.
Berhentinya lift membuat kepalaku membentur dinding
lift. Orang – orang pada panik, bahkan ada yg
menangis. Tdk ada yg cedera karena lift terlalu penuh,
ironis. Namun kini posisi orang – orang mulai tak
karuan. Bahkan ada yg saling dorong.
Tanganku terjebak. Yg kanan terjulur keluar dan
tertekan oleh orang sehingga tak bisa bergerak. Begitu
pula yg kiri. Aku mencoba bergerak namun tak bisa.
Saat itu kusadari mami tak lagi didepanku. Aku mulai
panik, teringat sebuah adegan dalam film “Panic
Room.” Aku mulai memanggil mami. saat melihat ke
bawah, ternyata ada.
Kejadian tadi membuat mami jatuh hingga berlutut.
Tekanan orang lain membuat mami tak berkutik.
Karena mami cukup tinggi, wajah mami sejajar perutku.
Payudara mami menekan selangkanganku. Mami
terlihat ketakutan, namun untungnya mami tak
menangis bahkan menjerit seperti yg lain. Kacamata
mami tetap pada tempatnya.
“Kita pasti mati… Tuhan…” teriak orang berbadan
gempal.
“Diam, ini semua karena kamu ngotot masuk,” timpal
yg lain.
Yg lain ikut bersuara, namun tak jelas.
“Musibah ini. Bukan salah siapa – siapa,” yg lain
mencoba bersikap netral.
Kuputuskan untuk membiarkan ocehan mereka.
Kutatap mami.
“Mami baik – baik saja?”
Mami mengangkat kepala menatapku sambil
tersenyum, namun terlihat tegang. Aku lega melihat
mami tak cedera dan senyum. Kulihat mami ketakutan,
namun mami bersikap tetap tenang. Tatapanku tak
berhenti di wajah mami. kini tatapanku menuruni wajah
mami hingga ke leher dan buah dadanya. Pantatku
semakin menekan dinding lift akibat kuatnya tekanan
yg mendorong. Kaki mami tertekuk, tangan mami
tertekan oleh pantatku membuat payudara mami makin
menekan selangkanganku. Entah akibat kepanikan tadi
membuat kancing pakaian mami terbuka hingga terlihat
payudara mami yg tertutupi bh hitam. Untungnya mami
memakai blazer.
Kini penisku makin menegang dan entah bagaimana
caranya masuk antara celah bh kanan kiri hingga
penisku menggesek kulit lembut payudara mami. Aku
yakin mami menyadari ini. Mami terlihat bingung
sebelum menuntuk. Pasti sangat mengejutkan melihat
penis anaknya keluar dari bhnya. Mami lalu
menatapku.Mami terlihat malu dan terhina. Mungkin
mami bingung, kok bisa penis anaknya tegang di
payudaranya.
Mami lalu melihat sekeliling, khawatir ada orang lain yg
melihatnya dalam posisi yg memalukan. Untungnya tak
ada yg memperhatikan. Adu argumen yg tadi udah
berhenti. Kini sepertinya semua orang memilih diam,
sambil berdoa.
Mami menjadi sangat hati – hati mencoba bergerak
melepaskan diri. Sdh kukatakan mami baru saja dapat
promosi, andai ada gosip baru mami membuat anaknya
orgasme dgn susunya, meski akibat insiden, bisa jadi
mami memilih pindah pekerjaan.
Perlahan, mami mencoba menarik payudara dari
penisku. Sayangnya, di belakang mami sangat sumpek
hingga gerakannya terbatas. Saat mami berhasil
menarik payudara beberapa cm, ternyata malah ditekan
lagi. Penisku rasanya seperti dikocok. Mami mencoba
lagi, namun seperti tadi malah menekan kembali.
Karena memakai bh, penisku serasa dicengkram.
Pergerakan orang membuat payudara mami bergerak
terus. Aku mencoba untuk mengalihkan perhatian,
namun gagal.
Mami mencoba mundur membuat penisku meluncur
turun seperti dibelai, belaian yg membuat penisku
menyemburkan lahar putih. Spermaku muncrat ke
bibirnya membuat mami terkejut. Mami mencoba
menarik nafas dan membuka mulutnya saat semburan
kedua meluncur tepat ke dalam mulut. Spermaku
meleleh keluar lewat bibir lalu mami menatapku.
Tatapan mami seolah mengatakan ‘berani – beraninya
kamu menyemprotkan sperma ke mamimu!’
Penis seperti menjawab dgn menyemburkan lagi
sperma ke pipi mami dan lensa kanan kaca mata mami.
Mami kembali mencoba memundurkan wajahnya.
Namun semprotan baruku mengenai rahang mami
hingga mengucur ke payudara mami.
Aku gemetar menikmati orgasmeku. Kucoba untuk
mengontrol nafas sementara jantungku berdetak lebih
kencang seperti genderang mau perang. Rasanya ini
adalah orgasmeku yg paling nikmat.
Di sisi lain, mami terlihat tdk senang. Mami terlihat
marah. Mengingat apa yg terjadi, aku memaklumi kalau
mami marah.
“Maaf,” kataku lirih. Kuhindari tatapan mata mami.
Spermaku menghiasi pipi kanan, bibir dan di helaian
rambut mami. Leher dan payudara mami seperti
mengkilap. Blus putih mami kini terlihat transparan.
Spermaku sungguh banyak akibat rangsangan tak
sengaja ini.
Meski baru saja orgasme, namun penisku tak benar –
benar mengecil. Tentu saja karena penisku ada diantara
payudara mami. Bahkan sekarang kembali menegang
melesak dari belahan payudara mami yg terlubrikasi
oleh spermaku.
Pupil mami kembali melebar menyadari penisku. Mami
melihat sekilas ke payudaranya, setelah menyadari apa
yg terjadi, mami kembali menatapku, tegas. Tatapan
mami seperti menegurku, anaknya, karena nakal.
Namun, bukannya takut aku malah makin terangsang.
Mami diam tak bergerak sambil tetap menatapku tajam.
Namun penisku tetap tegang. Bahkan penisku
merasakan detak jantung mami yg semakin cepat.
Sungguh aneh, pikirku. Di sini, di dalam lift macet
penuh sesak, aku baru saja menikmati payudara mami,
menyembur wajah mami dan kini aku akan
melakukannya lagi. Aku harus cepat keluar dari lift. Tak
ada orang normal yg mencumbui payudara maminya.
Kalau pertama kali masih bisa ditolerir karena insiden,
maka jika melakukannya lagi tentu sangat aneh.
Kucoba menggerakan lenganku. Lengan kiriku benar –
benar terjebak, namun yg kanan bisa bergerak sedikit.
Telapak kananku menekan dinding. Andai bisa kuputar
lalu kutarik, mungkin bakal bebas. Kucoba putarkan
tangan, bisa. Namun kini tanganku meluncur di sesuat
yg lembut, hangat dan besar.
Oh.
Kucoba meremasnya sambil melirik ke kanan. Ternyata
ada sepasang paruh baya. Yg pria terjebak sepertiku
sedangkan yg wanita menekannya. Tanganku terjebak
diantara keduanya dan kini menutupi payudara kanan
wanita itu. Kucoba meremas lagi membuat wajahnya
sedikit mengerut.
“Yan, Jangan di sini!” kudengar wanita itu berbisik ke
pria.
Yan, tentu saja tak mengerti ucapannya. “Hah?”
Ternyata wanita itu tak tahu bahwa itu tanganku.
Kurasakan penisku berkedut saat kuremas lagi
payudaranya. Wanita itu mengernyit menatap Yan
sambil menggeleng – geleng lalu berpaling. Wanita itu
agak menarik tubuh sepertinya agar Yan (tanganku)
semakin leluasa. Aku mulai membelai dan kurasakan
putingnya mulai mengeras. Kulihat wanita itu
mengerang sambil menutup matanya.
Aku semakin keasikan meremas payudaranya. Tanpa
disadari, aku mulai memaju mundurkan pinggul
membuat penisku meluncur diantara payudara mami.
Sensasinya fantastis karena kini bisa kugerakan
sendiri. Spermaku menjadi pelumas hingga penisku
bergerak mulus.
Tiba – tiba kurasakan payudara mami seperti menampar
penisku, membuatku menatapnya. Mami masih
berlutut, terlihat marah namun wajahnya masih dihiasi
speramku. Mami kini terlihat gelisah sambil
memelototiku dari balik kacamatanya. Namun kini aku
tak berpaling. Kutatap mata mami penuh nafsu.
Sambil saling bertatapan, kutarik pinggulku lalu
kudorong lagi. Kemarahan di matanya mendadak hilang,
digantikan dgn kejutan dan ketakutan. Kutarik lagi
pinggul lalu kudorong sekerasnya. Pahaku bersuara
saat menampar bagian bawah susu mamiku. Akibat
gerakanku, dagu mami kini terolesi spermaku juga.
Aku terus menatap mami sambil menggerakkan
pinggulku membuat suara seperti “sek… sek… sekk…
Wanita tadi menggigit bibir mencoba menahan erangan
saat tanganku mengelus susunya. Wanita itu memakai
sweater tipis. Putingnya kupilin. Kulepas tatapanku
pada mami dan melihat pundak kanan wanita itu
bergerak naik turun. Kurasa wanita itu menyelipkan
tangan ke selangkangannya sambil menikmati aksi yg
dia kira pasangannya. Matanya merem melek
sedangkan lidahnya mengintip dari bibirnya saat
tubuhnya mengejang.
Nafasku tak karuan. Keringat mengucur di wajahku.
Pinggul dan tanganku tak henti bergerak. Kembali
kutatap mami. ternyata mami menunduk melihat
penisku terus menggesek susunya yg berkilau karena
spermaku. Kulihat dari celah bh puting mami mengeras.
Aku mengerang dibuatnya. Mami kembali menatapku.
Namun kini tak terlihat tatapan penuh murka angkara.
Kini mami terlihat cemas, takut juga nafsu. Bibir mami
mengeluarkan nafas yg menghangatkan penisku.
Kupercepat gerakan pinggulku. Dada mami naik turun
seiring nafasnya. Mami lalu mulai menggerakan
payudara mencoba menyelaraskan dgn gerakanku. Kini
mami terlihat penuh nafsu.
Kurasakan orgasmeku kian dekat. Penisku, tanganku,
semuanya menikmati susu. Pinggulku semakin cepat.
Tanganku semakin meremas. Mami melihatku dan
menyadari apa yg akan terjadi. Gerakannya semakin
cepat.
“Jangan dorong – dorong!” kata orang dibelakang
mami. Untungya dia tak berbalik.
Aku dan mami makin terengah – engah. Tanganku
meraih bagian leher sweater dan menarik ke bawah
hingga susu itu pun terbebas. Wanita itu terkejut dan
kulihat dia. Sungguh seksi, wajahnya penuh keringat.
Susunya terpampang. Kuremas dan kumainkan
putingnya. Membuat wanita itu mengerang menyentak.
“Kenapa kamu?” kata pria itu melihat wanitanya
orgasme di depannya.
Kembali kulihat mami yg penuh nafsu. Saat pria itu
terbengong, tanganku seperti tak tertekan maka
langsung kutarik tanganku. Kini, dgn tangan kiriku yg
leluasa kuraih kepala mami. jariku membelai rambutnya
membuat mami terlihat kaget. Matanya penuh nafsu
juga kebingungan. Mami membuka bibir seolah akan
bertanya apa yg terajadi. Namun kuputuskan untuk
menjawab dgn tindakan.
Kutekan kepala mami hingga menunduk membuat
penisku melesak ke dalam mulut mami.
“Mmmmmppppphhhh-glggg !!!”
Mami berteriak, namun suaranya teredam oleh penisku.
Mami berusaha menarik kepalanya namun tanganku
menguncinya. Spermaku pun muncrak ke
tenggorokannya. Mami terbatuk dan mengeluh.
Kupejamkan mataku. Gigiku gemeretak.
Tak lama kemudian, aku terengah – engah. Puas.
Wajahku penuh keringat. Kubuka mata dan melihat
mami yg masih menggerak – gerakan kepala.
Kulepaskan tanganku. Air mata mami menetes lalu
mencoba menarik nafas. Spermaku mengalir keluar dari
mulut mami membasahi susu dan bajunya.
Melihat mami menenangkan diri, mulai timbul rasa
bersalah. Namun aku tetap melihat mami. Rambutnya
berantakan. Maskaranya rusak oleh air mata. Pipi dan
bibirnya dan dada mami penuh sperma.
Kini, rasa bersalah sirna. Yg kulihat adalah ada wanita
cantik berlutut didepanku yg baru saja memuaskanku.
Saat melirik ke arah wanita di sebelahku, terlihat dia
kaget. Mungkin menyadari tangan lain yg bermain.
Akhirnya lift pun terbuka. Semua berlomba keluar.
Namun mami masih diam karena tangannya ditekan
pantatku ke dinding. Mami terus memelototiku marah
sekaligus panik karena akan keluar. Mami jelas terlihat
seperti telah di gilir di lift.
Kini kuhindari tatapan mami. Bukan karena takut oleh
amarah mami. Namun karena takut akan kembali
tegang jika melihat mami. Kuulurkan tangan mencoba
membantu namun malah ditepis oleh mami.
“Jangan sentuh mami, dasar durhaka.
“Tunggu mami di mobil, mami ke toilet dulu!”
Aku pun menuju tempat parkir yg telah dipenuhi
wartawan. Ternyata lift tadi ulah sekelompok orang yg
menyabotase gedung. Cerita sex, cerita nyata, cerita
ngentot, cerita mesum, cerita dewasa ”Cerita Sex
Sedarah Insiden Bersama Mami” Terbaru
Tagged with: CERITA ABG MESUM CERITA ABG SANGE
CERITA BOKEP CERITA DEWASA CERITA HOT SEDARAH
CERITA LEPAS PERAWAN CERITA MESUM
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PANAS SEDARAH
CERITA PERAWAN CERITA SEKS CERITA SEX
CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX TERBARU
CERITA TERBARU INCEST JILAT MEMEK MAMA
NGENTOT DI LIFT PERKOSA MAMA KANDUNG
TRAGEDI SEX SEDARAH
0 Response to "Cerita Sex Sedarah Insiden Bersama Mamaku"
Post a Comment