Cerita Sex Hot Di Ajak Ngentot Saat Rumah Sepi

web dewasa yg berisikan cerita sex, cerita nyata,
cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita
Dewasa Wanita Ini Membuatku Kaget” dan foto hot
terbaru 2016
Cerita Dewasa Wanita Ini Membuatku Kaget
Namaku Martin, pada saat kejadian ini terjadi umrku
masih 23 tahun hingga cerita sex ini kutuliskan
kejadian ini masih terjadi dan kini umurku sudah 26
tahun.
Cerita dewasa ini bermula pada saat pertama kali aku
menginjakkan kaki di kota Bandung, pada saat itu aku
dipindah tugaskan dari Surabaya ke Bandung. Di
Bandung aku tdk memiliki sanak saudara maupun
kenalan. Sebenarnya perusahaan memberikan sebuah
rumah dinas utkku namun karena lokasi rumah
tersebut tergolong sepi jadi aku tdk menerimanya.
Kini aku mengontrak sebuah rumah sendiri yg tdk jauh
dari kantorku. Rumah kontrakanku berada disebelah
salon kecantikan, pokoknya pas deh soalnya banyak
cewek-ceweknya. Diantara sekian gadis yg bekerja di
salon itu ada yg kusuka, namanya Hesti dan kebetulan
dia adalah pemilik salon tersebut dan usianya 2 tahun
diatasku namun bila begitu Hesti selalu memanggilku
dgn sebutan “Mas”. Salon tersebut sekaligus tempat
tinggalnya dan dia tinggal hanya seorang diri.
Hesti adalah seorang gadis yg berbody sexy, kulitnya
putih bersih, rambutnya panjang terurai, bibirnya tipis
imut-imut dan yg tak kalah menarik payudaranya yg
begitu bulat yg ku tafsirkan sekitar 36b sehingga
serasa mengoda birahiku ditambah lagi dia selalu
memakai pakaian ketat nan seksi. Seperti biasanya
setiap aku pulang dari kantor sore menjelang malam
pasti aku selalu berpapasan dgn Hesti karena setiap
harinya aku selalu lewat depan salonnya disamping
rumahku.
Cerita sex terbaru, Dia selalu mengedipkan matanya
kepadaku sambil sambil berkata,
“Hai cakep baru pulang ya”, dan seperti biasanya jg aku
meberikan kecupan melambai sambil tersenyum.
Sering aku selalu melamun sendiri sambil memikirkan
Hesti si gadis cantik nan seksi itu, terlebih lagi saat
aku pulang kantor dan mandi sampai k0ntolkupun
menegang hingga memuntahkan air kenikmatan. Kini
tibalah saat yg tak terlupakan dlm hidupku, malam itu
sekitar pukul 21:00 Hesti datang kerumahku.
Ia minta tolong, katanya, -cerita dewasa terbaru-
“Mas Martin, tolong donk ke rumah Hesti sebentar”.
“Emang kenapa, Hes”.
“Lampu kamar Hesti mati, tolong pasangin donk dgn yg
baru soalnya Hesti takut masang sendiri, takut
kesetrum”.
“Ah cuma kesetrum aja takut, emang Hesti nggak
pernah kesetrum ya..”. Aku sekedar bercanda.
“Tolongin donk Mas Martin, sebentarrr aja”. Hesti
mengajakku seperti merengek sambil menarik tanganku
dan tanpa sengaja payudaranya yg bulat montok itu
menempel di lenganku yg seketika itu pula membuat
darah kejantananku seperti mendidih, namun aku masih
dapat menahannya.
“Oke deh.. bentar ya, Mas pake celana dulu”.
Kebetulan saat itu aku hanya mengenakan kaos dan
kain sarung.
“Alaaahhhhh.. deket aja, ngapain sih pake ganti segala,
emang mau ke pesta”.
“Hmmmmm.. ayolah”. -cerita hot
Cerita mesum terbaru, Kemudian pada saat baru
didepan rumahku, aku melihat sepertinya salonnya
sudah tutup padahal setahuku biasanya jam 10
salonnya baru tutup.
“Lhoo, kok jam segini salonya dah tutup?”
“Ya tadi anak-anak permisi tadi katanya ada urusan”. -
cerita ngentot-
“Oooooo.. jadi kita cuma berdua donk ntar di
rumahmu, wah asyik nih”. Seketika itu jg tiba-tiba
terlintas pikiran kotor di benakku.
“Hmm.. awas ya kalo macem-macem”. Dia berkata
sambil mencolek pipiku.
Cerita ngentot 2016, Kemudian akupun tersenyum
sambil kami melangkah menuju rumahnya, dan setelah
sampai di rumahnya Hesti langsung mengajakku
kekarmarnya utk memasang lampu kamarnya. Ternyata
disitu dia telah menyediakan tangga agar
memudahkanku utk naik dan memasang lampu
tersebut. Maka akupun naik ke tangga itu sambil Hesti
menyenter ke atas utk menerangi pandanganku ke atap
tempat lampu yg akan dipasang.
Karena pada saat itu aku cuma memakai sarung, maka
pada saat naik memang tdk ada masalah namun pada
saat mau turun tiba-tiba sarungnya nygkut dan
tanggapun mulai goyang, untung saja Hesti memegang
tangga tersebut sehingga tdk masalah, namun kain yg
kugunakan terus melorot sampai ke kaki sehingga
celana dlm ku kelihatan dan Hesti menyaksikan hal
tersebut dan dia tertawa terbahak-bahak.
“Hihihihi.. besar jg punyamu ya”.
Kemudian aku cepat-cepat turun dari tangga dan
kubenarkan kembali sarungku.
“Asik ya liat yg besar-besar.. emang kamu naksir ya
sama yg besar-besar, pengen rasain nih”. Aku berkata
sekedar gombal.
“Mau banget donk”
Cerita mesum terbaru, Kukira awalnya ucapan Hesti
hanya main-main saja, namun tiba-tiba setelah
menghidupkan lampu yg baru aku pasang tadi lantas ia
mendekatiku dan kemudian menari-nari erotis
menggoda di depanku.
“Emang kamu aja yg punya besar-besar Hesti jg jg
punya nih”
Dia terus menari meliuk-liukkan tubuhnya di depanku
sambil meremas-remas dgn lembut buah dadanya
sendiri, dan tiba-tiba secara spontan kucoba utk
memegangnya, dan spontan jg dia menghindar, lantas
aku hanya menggaruk-garuk kepala.
“Aku pulang aja dech, dah malam”.
“Segitu aja udah nyerah mau nggak..?”. -cerita panas-
Dlm hati aku berkata, “Wah, nih cewek nantang apa
ngetes nih, soalnya mau kupegang tadi kok malah
menghindar”. Lantas aku berkata padanya,
“Kamu beneran nggak nih..”
“Siapa takut.. kesini donk sayang, kita habiskan malam
ini hanya berdua”.
Langsung saja aku mendekatinya dan kupeluk dia lantas
kucium bibirnya dan sarungku pun dgn sendirinya
melorot ke bawah namun aku tdk memperdulikannya
lagi. Satu persatu pakaian Hesti aku lepas dan saat
kubuka bajunya diapun membuka bajuku hingga
akhirnya kami berduapun telanjang. Terus kucium
bibirnya sambil memainkan lidah. Kemudian aku
menikmati pemandangan seluruh tubuhnya sambil
mengelus-elus sekujur tubuhnya. Aku sangat
mengagumi buah dadanya yg sangat montok dan padat
itu.
Tampaknya Hesti tahu aku memandang payudaranya
dgn mata tak berkedip. Lalu dgn cekatan ia menarik
kepalaku ke arah buah dada itu, aku langsung
mengulum… putingnya yg masih berwarna coklat muda
itu, Hesti mengerang keras. Aku mencoba segala
keahlianku dlm memainkan puting payudaranya.
Kukulum dan kumainkan dgn lidah, sambil
membenamkan wajahku dan memutar-mutarnya, Hesti
kelihatan sangat menyukai permainanku.
Selang beberapa lama, dia menarik wajahku yg masih
asyik mempermainkan putingnya, kemudian
mendorongku agar keranjangnya. Hesti mulai menciumi
leherku, lalu telingaku. Eranganya makin jelas dan
makin merangsangku. Kemudian ciumannya mulai turun
kearah puting ku, dan turun terus hingga kepusar,
lidahnya sempat singgah disana, sehingga makin
membuatku bernafsu mengharapkan kulumannya
kearah k0ntolku, akhirnya dia mulai menjilati seluruh
batang k0ntolku. Dikulum kuat-kuat batang k0ntolku
sehingga membuatku menggelinjang, geli dan nikmat.
Lalu dia mempermainkan k0ntolku dgn lidahnya.
Aku berusaha bertahan agar tdk menggerakkan
k0ntolku. Takut kalau dia tersedak. Akhirnya aku tak
tahan hingga mendoronkan k0ntolku agar melesak
lebih dlm kekulumannya. Dia agak kaget dan hampir
tersedak, kemudian mundur.
“Sory La, aku ngga tahan utk ngga bergerak, habis enak
banget”.
“Ngga apa-apa kok Mas. Punya Mas sih, yg kebesaran,
Hesti belum terbiasa yg segini besar”.
Mendengar ucapannya dlm hati aku berfikir, -cerita
dewasa- “Wah, nih cewek berarti dah sering jg nih”.
Kemudian Hesti melepaskan kulumannya dan kali ini
terasa kedua buah dadanya menindih batang k0ntolku,
ia menggesek-geseknya sambil memandangiku sambil
tersenyum penuh nafsu. Tak tahan dgn permainannya
maka perlahan Hesti kudorong hingga duduk di pinggir
ranjang lalu kedua pahanya kupegang dan di
kangkangkan dan kudorong ke atas sehingga lubang
memeknya menganga dan memerah begitu
menggiurkan, aku segera merapat diantara kedua kaki
Hesti dan kugenggam k0ntolku yg sudah berdiri tegak
itu lalu kuarahkan masuk ke lubang memeknya.. achh..
kepala k0ntolku mendesak masuk diantara bibir
kemaluannya.. terus kudorong dan.. blass.. batang
k0ntolku meluncur masuk kerongga memek Hesti yg
begitu hangat dan setengah basah.
Hesti menggeliat sambil menggeser tubuhnya ke
ranjang dgn tangan yg merentang sedang akupun terus
merapat ke tubuh montok itu terutama bagian bawah
tubuhku hingga terasa bulu-bulu jembutku
bergesekkan dgn bulu-bulu jembutnya yg sama-sama
tumbuh lebat. Batang k0ntolku terasa tertelan penuh
dlm ronga memek Hesti, dan akupun mulai memaju
mundurkan k0ntolku. Setiap gerakan maju kutekan
kuat-kuat hingga Hesti mendesah dan
menggelinjangkan tubuhnya yg montok itu.
Selagi terus memainkan k0ntolku dlm liang memek
Hesti, kedua tangan Hesti memegangi kedua pahanya
dan makin ia rentangkan sedang aku memegang kedua
payudaranya yg super size dgn kedua tanganku dari sisi
pinggangnya sedang mulutku mengemoti kedua puting
susunya yg amat mengeras.
Hesti meronta keenakkan sambil merintih dan
mendesah. Kemudian diapun menggerakkan pantatnya
makin cepat, ia begitu menikmati kocokan k0ntolku
dlm liang memeknya, ia makin menggila menggerakan
tubuhnya, memutar pinggul dan pantatnya, nampaknya
ia sudah nggak tahan lagi, aku cengkeram paha Hesti
kuat-kuat sambil terus menekan batang k0ntolku dlm
liang memeknya, gerakanku makin cepat sehingga
Hesti tak kuasa menahan puncak birahinya..
“Mas.. Hesti mauu keluarr Mass..”, desahnya terengah-
engah sambil mempercepat gerakan pantatnya dan
aachkk..
Hesti pun mengerang hebat dan saat yg sama aku
angkat tinggi tinggi pinggulnya agar batang k0ntolku
amblas dlm lubang memek Hesti dan kulihat Hesti
kembali mengejang dan kemudian ia mendesah..
aachkk.. ia telah melepas puncak kenikmatannya dgn
nafas yg masih memburu dan matanya yg terpejam
penuh nikmat, aku membiarkan Hesti tenang, tubuhnya
melemah, aku menahan gerakan k0ntolku, sambil terus
membenamkan batang k0ntolku di dlm memeknya yg
sudah banjir dgn cairan yg dikeluarkannya saat ia
klimaks, kulihat tubuhku dan Hesti basah dgn keringat
dan benar-benar basah seperti mandi.
Sesaat kemudian dgn perlahan aku mencabut batang
k0ntolku, karena aku belum mencapai klimaks maka
aku memasukkan k0ntolku kedalam mulut Hesti.. Ia
mendesah sambil memandangiku.
“Naik Mass..” pinta Hesti agar aku menaiki tubuhnya yg
bergeser ke tengah ranjang dan akupun segera menaiki
tubuh Hesti, setengah duduk di atas leher dan dada
Hesti.. sedang batang k0ntolku dgn jemariku
kurapatkan ke mulut Hesti yg sudah siap menelannya.
Aku memajukan batang k0ntolku saat kepala k0ntolku
telah diemut oleh bibir Hesti, perlahan batang yg sudah
begitu keras melesat masuk ke rongga mulut Hesti,
terus kutekan hingga bibir Hesti menyentuh buah
pelirku dan terasa kepala k0ntolku masuk
kekerongkongan Hesti, Hesti langsung memegang
batang k0ntolku dgn jemarinya dan mendorongnya
mundur sampai seluruh k0ntolku keluar dari mulutnya..
ia mendesah nafasnya tersengal, sesaat kemudian
Hesti dgn lidahnya menjilati buah pelirku.. ia begitu
rakus menjilat-jilat buah pelirku saat jemari tangannya
mengocok batang k0ntolku.
Jemari tanganku memegang jemari tangan Hesti yg
tengah mengocok batang k0ntolku, perlahan giliran
jemariku yg memegang batang k0ntolku dan
mengocoknya, sedang Hesti makin merapat, saat
k0ntolku terus kurangsang ia menjilat-jilat kepala
k0ntolku, ujung lidahnya terasa menekan lubang
k0ntolku rasanya nikmat banget dan kocokanku makin
mengila hingga kepala k0ntolku seperti mematuk di
bibir, lidah bahkan hidung dan pipi Hesti..sampai aku
merasakan desakan air maniku menuju ke ujung
k0ntolku.. aachkk.
“Hesti aku mau keluar aachkk..” desahku, dan saat aku
menegang maka saat itu pula jemari tangan Hesti
menyambar batang k0ntolku, merebut dari
genggamanku dan ia segera pula membuka mulutnya
dan menelan separo dari batang k0ntolku. Bibirnya
mengatup begitu erat seperti meremas dan saat itu
pula aku mengelepar hebat.. aachkk..
Saat spermaku muncrat, seluruh batang k0ntolku
amblas tertelan di mulut Hesti dan terasa spermaku
nyemprot hingga ke kerongkongannya.. dgn mata
terpejam penuh nikmat Hesti terus mengenyoti batang
k0ntolku yg masih menggelepar memuntahkan sperma
hangat. Begitu banyaknya hingga rongga mulut …Hesti
tak kuasa menampungnya, sebagian tertelan dan
sebagian lagi mengalir di sela bibir dan batang
k0ntolku..
Hesti masih terus mengenyot-ngenyot batang
k0ntolku, ia seperti tak ingin spermaku masih tersisa..
saat kulihat wajahnya, iapun menatapku dan perlahan ia
melepas k0ntolku sambil menahan agar spermaku yg
memenuhi rongga mulutnya jangan sampai tumpah.
Sedang aku bergeser dari atas tubuh Hesti lalu
berbaring lemas di sisinya. Aku terkulai lemas saat
k0ntolku melemah.
Hesti bangkit sambil meludah utk membuang sisa
spermaku yg tdk tertelan dan sudah bercampur dgn air
ludahnya ke arah lantai tempat mandi yg tak jauh dari
ranjang, ia tergolek lagi di sisiku memelukku mesra.
Tubuh Hesti basah kuyup dgn keringat, begitu pula dgn
tubuhku.
Ia mengecup pipiku sambil berbisik,
“Mass.. sperma kamu banyak banget, lama enggak
dikeluarinnya yaa..”, aku hanya tersenyum sambil
mengecup buah dadanya yg basah dgn keringatnya.
Selang sejam kemudian kamipun mengulanginya lagi,
hingga tak terasa dlm semalam kami melakukkannya
sampai tiga kali. Karena pertempuran yg melelahkan itu
tak terasa semalam aku tidur berdua dgn Hesti hingga
pagi.
Kejadian itu terus berulang hingga akhirnya aku
mengetahui suatu kenyataan yg hampir tak dapat aku
terima dgn akal sehatku sehabis kami melakukan
hubungan badan dirumahku kostku.
Saat itu adalah hari minggu dan pada saat itu salon
Hesti tutup. Saat itu kami kembali bercinta, waktu itu
adalah sore hari dan kami melakukannya di kamar
mandi dirumah kostku. Seperti biasanya kami
melakukan power play dgn melakukan oral sex, hingga
akhirnya sambil merapatkan tubuhnya didinding
dibawah guyuran shower sambil tanganku mengangkat
sebelah kakinya dan kemudia aku memasukkan
k0ntolku ke memeknya lalu kujebloskan hingga masuk
seluruhnya.
Maka aku maju mundurkan semakin cepat.. cepat dan
sangat cepat. Kemudian kukecup bibirnya dan kami
saling memainkan lidah. Sambil memegang buah
dadanya yg montok dan memilin-milin puting susunya
terus kumainkan pinggulku maju dan mundur. Hingga
semakin kupercepat goyangan pinggangku dan akhirnya
kamipun secara bersamaan mencapai puncak klimaks
dan kali ini spermaku masuk ke dlm memeknya.
Setelah itu kami kembali berciuman lalu kuisap buah
dadanya. Ku basuh tubuhnya dan lalu kemudian aku
menyabuninya dan kami saling bergantian. Selesai
mandi kami bersantai diranjang kamarku aku
memeluknya dgn mesra dan saat itu aku ingin
mengatakan seluruh isi hatiku padanya.
“Hes, kayaknya hubungan kita udah terlalu jauh nih
kamu mau nggak menjadi istri Mas?”
“Hmm.. gimana ya emang Mas Martin serius nggak
nyesel soalnya kan Hesti lebih tua dari Mas Martin”.
“Cinta tdk mengenal usia sayang kamu nggak usah
ragu kalau soal itu Hesti cinta kan sama Mas”.
“Hesti sebenarnya cinta sama Mas Martin namun utk
menikah kayaknya nggak mungkin Mas”
“Nggak mungkin gimana, apa kamu masih belum
yakin..”.
“Nggakmungkin kita bisa menikah Mas semua itu
nggak akan mungkin bisa jadi kenyataan”.
Tiba-tiba Hesti membentak dgn suara yg agak keras,
tak biasanya dia melakukan hal demikian terhadapaku,
kemudian dia bangkit dari dekapanku diranjang dan dia
berdiri membelakangiku dan menangis. Dlm hati aku
jadi heran dan bertanya-tanya apa sebenarnya yg telah
terjadi.
“Hesti kenapa kamu jadi nangis, kamu nggak usah
takut deh segala kekurangan maupun kelebihanmu Mas
akan terima dgn lapang dada, percayalah sayang”.
Dia terus menangis sambil menggeleng-gelengkan
kepalanya sepertinya dia tdk mempercayai ucapanku..
“Memang inilah yg Hesti takutkan, semula Hesti hanya
ingin bermain-main aja, namun entah kenapa Hesti
timbul rasa cinta sama Mas, Hesti nggak bisa hidup
tanpa Mas, Hesti bukanlah wanita yg normal Mas!”.
“Hesti kamu kenapa sih apakah kamu mengidap suatu
penyakit atau kenapa kamu bisa cerita sama Mas, dan
Mas akan terima apa adanya”.
“Hesti nggak yakin Mas akan terima tetapi memang ini
sudah nasib Hesti, bila Mas ingin tahu faktanya, mari
ikut Hesti ke rumah”.
Singkat cerita sampai di rumahnya, Hesti membuka
almarinya kemudian mengambil sebuah map.
“Mas boleh baca seluruh isi map ini, tp tolong bila
setelah Mas baca, dan bila Mas akhirnya membenci
Hesti, Hesti akan terima tetapi tolong jangan katakan
fakta ini pada yg lain, Mas harus janji”.
Lalu akupun mengangguk dan menerima map itu sambil
pikiranku diselimuti beribu pertanyaan apa yg
sebenarnya terjadi. Kemudian kubuka map tersebut dan
didalam mab terdapat foto-foto yg membuat
perasaanku menjadi mual beserta surat keterangan dari
Dokter di Jerman bahwasanya Hesti pada awalnya dia
adalah seorang pria (waria) dan pada bulan mei 1998
dioperasi total menjadi wanita. Saat itu aku
kebingungan seperti orang stress dan aku jadi heran
kenapa bisa begini. Sulit kuterima dgn akan sehat.
Entah apa yg harus kukatakan, namun rasa marah,
mual, bingung dan benci terhadapnya hilang seketika
saat itu jg karena tatapan matanya yg memancarkan
kesedihan, dan air matanya terus berlinang yg pada
akhirnya membuat aku iba padanya. Aku menyadari
kejadian ini bukanlah keinginannya, namun takdir
kehidupan yg harus dijalaninya. Aku merasa bila aku
meninggalkannya akan lebih membuat hatinya semakin
hancur. Aku hanya berfikir heran kenapa selama ini aku
tdk menyadari bahwa aku telah bercinta terhadap
sesamaku namun telah operasi total, bahkan aku tdk
mempunyai rasa curiga terhadapnya, karena suara
maupun raut wajahnya serta potongan tubuhnya
sedikitpun tdk ada yg mirip dgn pria.
Hingga kini hubungan kami terus berjalan dan kami
masih melakukan hubungan sex walaupun kini aku telah
tahu statusnya namun tdk ada rasa risih bagiku. Kini
usiaku telah 26 tahun dan Hesti 28 tahun, namun dari
wajah tdk kelihatan bahwa Hesti yg lebih tua, kepada
orang tuaku kukatakan usianya masih 24 tahun karena
parasnya yg cantik dan memang kelihatan muda. Orang
tua maupun keluargaku sudah aku pertemukan
denganya tetapi mereka tdk mengetahui hal yg …
sebenarnya. Tanpa mengetahui statusku dgn Hesti yg
sebenarnya orang tuaku sering menanyakan kapan kami
menikah, dan akupun menjawab dgn seribu alasan.
Wajar saja mereka menanyakannya sebab hubungan
kami yg telah berlangsung selama 3 tahun dan dari
usia kami memang sudah pantas.
Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum,
cerita dewasa “Cerita Dewasa Wanita Ini Membuatku
Kaget” dan foto hot terbaru

Tagged with: ANAL GADIS SALON CEEK SALON BISPAK
CERITA BOKEP CERITA CEWEK SALON CERITA DEWASA
CERITA LEPAS PERAWAN CERITA MESUM
CERITA MESUM PELAJAR CERITA NGENTOT
CERITA PANAS CERITA PERAWAN CERITA SEKS
CERITA SEX CERITA SEX 2016 CERITA SEX ABG
CERITA SEX BERGAMBAR CERITA SEX TERBARU
GADIS SALON BINAL NGENTOT GADIS SALON
ORAL CEWEK SALON

0 Response to "Cerita Sex Hot Di Ajak Ngentot Saat Rumah Sepi"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen