Cerita sex sedarah,cerita
nyata incest, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
dgn judul “Cerita Sex Ketika Mama Kecewa Pada Papa”
dan foto hot terbaru 2016.
Cerita Sex Ketika Mama Kecewa Pada Papa
Mama sdh benar benar hafal suara tukang sayur keliling
langganannya. Mama segera keluar dari rumah menuju
ke tepi jalan di depan rumah, tempat mangkal gerobak
sayur Pakde Harno. Tp Mama tdk bisa meninggalkan
kebiasaan buruknya. Keluar tanpa memakai BH di balik
dasternya yg berbahan lembut dan tipis.
Masih lumayan kalau toket Mama saya itu masih bulat
dan kencang. Memang montok sih toket Mama saya.
Saya pernah ikut mama membeli BH. Mama membeli BH
berukuran 38B. Tp toket Mama yg besar itu sdh
menggantung. Entahlah, apa penis tua Pakde Harno
masih bisa berdiri tdk melihat toket Mama saya.
Tante Rida depan rumah kami juga jarang memakai BH.
Tp kalau keluar dari rumahnya membeli sayur, Tante
Rida lebih sopan. Ia memakai handuk buat menutupi
toketnya.
Selesai membeli sayur, Mama, Tante Rida dan Bu Haji
Asnah lalu ngobrol sambil berdiri di tepi jalan. Ketiga
perempuan tersebut berusia sebaya dan mereka bukan
membicarakan masak apa hari ini, tetapi masalah sex.
“Suamiku mana mau gaya macem-macem?” kata
Mama.
“Kalau begitu, Ibu yg harus lebih aktif,” sahut Bu Haji.
“Hehehehehe… bolehlah cerita sama kita-kita, gaya
apa aja yg sdh pernah Bu Haji lakukan? Mana yg paling
nikmat?” sambung Tante Rida.
“Kalau suamiku paling suka kalau saya yg di atas.
Mantap, katanya! Tp saya sukanya sih gaya nungging,
lebih nikmat. Lebih cepat orgasme.”
“Apa pula itu orgasme, Bu Haji?” tanya Tante Rida.
“Sdh nikah berapa lama sih Ibu? Masa orgasme saja
ngga tau? Belum pernah ngerasain orgasme, ya?” kata
Bu Haji agak sewot.
“Termasuk saya, Bu Haji!” sambung Mama.
“Saya pengennya lama mainya biar bisa pegang sana
pegang sini dulu, tp bapaknya anak-anak maunya
cepat-cepat selesai biar ia bisa cepat tidur.”
“Ngajak suami kalian nonton film bokep!” kata Bu Haji.
“Bu Haji ada?” tanya Mama.
“Boleh dong pinjam!”
“Nggak berani saya, Bu Siti. Suruh Toni saja ngambil di
internet…” jawab Bu Haji.
Ketiganya bubar karena Oom Hombing memanggil
Tante Rida pulang. Mama masuk ke rumah membawa
sayur yg dibelinya di gerobak Pakde Harno.Saya
memeluk Mama dari belakang.
“Ayo, tadi Mama ngomongin apa di luar sana dgn Tante
Rida dan Bu Haji?” kata saya.
“Tante Rida cerita Boby mau sekolah di Jepang tahun
depan..”
“Allaaaaaahhhhh, ngomong soal sex juga!”
“Awas lho, apa yg sdh kamu dengar tadi, jangan kamu
tanyakan sama Papa kamu, ya?”
“Iya. Apa benar cerita Mama tadi soal Papa?”
Mama menarik napas panjang. -cerita hot-
“Ii..iyaa… Mama taroh sayur dulu di dapur…” ucap
Mama tersendat.
Saya melepaskan pelukan saya membiarkan Mama
melangkah dgn telanjang kaki ke dapur. Ada rasa
kasihan dan juga terangsang ingin memuaskan birahi
Mama yg telah diabaikan oleh Papa. Saya melangkah ke
dapur. Mama sedang duduk mengupas wortel di meja
makan.
“Badan Mama jadi lemes, Ton. Taunya Mama nggak
mau ngomong…” kata Mama.
“Karena kedengaran sama Toni?”
“Ngga… bukan! Mama jengkel sama Papamu..”
“Oo… Mama pengen dibelai?” saya memeluk Mama
dari belakang. Sengaja tangan saya memeluk kedua
toketnya. “Ayo, tempat mana yg mau dibelai, biar Toni
yg belai?” kata saya mencium pipinya.
Mama tdk menyingkirkan tangan saya.
“Nggak usah nonton film bokep, kita langsung praktek
saja, Ma!”
“Akhh, masa kamu pengen ngesex sama Mama sih? Yg
nggak-nggak saja deh, kamu!”
“Mama mau bertahan begitu sampai kapan?”
“Iya, sih…! Toket Mama jangan dijepit begitu, Mama
nggak bisa napas!” kata Mama.
Saya tdk segera menyingkirkan kedua tangan saya.
Saya angkat dari bawah kedua toket Mama dgn telapak
tangan saya.
“Dulu kamu netek cuma sebentar. Nggak sampai enam
bulan..” ujar Mama masih mengupas wortel.
Saya mencium leher Mama. Mama mencondongkan
kepalanya ke kiri seolah-olah memberikan saya
keleluasaan untuk terus mencium lehernya. Saya
mencium belakang telinganya dan tak segan-segan
pula kedua telapak tangan saya mulai meremas
toketnya yg terbungkus kain daster.
“Suka ya, Ma?” -cerita hot-
Mama tdk menjawab. Saya melumati lehernya,
kemudian kembali lagi mencium belakang telinganya
dan remasan tangan saya pada toketnya juga kian
gencar. Napas Mama sepertinya sdh tdk teratur.
Tangannya yg lagi mengupas kulit wortelpun kian
melambat. Kemudian kedua tangan Mama – tangan
kanannya masih memegang pisau – mendekap ke
tangan saya, sementara kepalanya mendongak seperti
berbaring di bahu saya.
Saya menyingkirkan pisaunya, lalu mencoba mengecup
bibirnya. Mama tdk menolak, lalu jari jemari saya
menggesek-gesek puncak pentil toketnya.
“Ooo… Toni, bawa Mama ke tempat tidur…” desah
Mama sambil memejamkan mata.
Saya tdk mau menunggu lagi. Saya membawa Mama ke
kamar tidur. Supaya tdk mengotori tempat tidurnya dgn
seks, saya membawa Mama ke kamar tidur saya. Mama
segera berbaring tak peduli lagi paha dan CDnya
kelihatan. Celana dlm Mama agak dekil. Saya mencoba
menaikkan lebih ke atas lagi dasternya biar seluruh
paha dan CDnya kelihatan.
Mama tdk menarik turun dasternya, lalu telapak tangan
saya mengelus paha Mama.
“Mama mau tidur?” tanya saya.
“Kamu memang bisa mau meniduri Mama, Ton?”
“Belum sih, Ma. Toni sedih melihat Mama. Jadi Toni
mau berbuat apa saja untuk membahagikan Mama,”
kata saya menggombal.
“Usap punggung Mama, Ton! Mama lepaskan daster,
ya?”
“Oo… yaa.. yaa… Ma!” jawab saya cepat.
Mama bangun dari tempat tidur menanggalkan
dasternya. Kini toket Mama jadi telanjang. Mama
berbaring telungkup. Telapak tangan saya mengelus
punggung Mama yg polos.
“Hhmmm… nikmat sekali, Ton…”
Saya meremas pelan kedua tonjolan pantat Mama, lalu
balik mengelus punggungnya. Sejenak saya berhenti,
melepaskan kaos saya dan celana pendek saya.
Sekarang saya tinggal menunggu sinyal dari Mama.
Saya remas-remas lagi tonjolan pantatnya dan
mengusap-usap lembut kedua pahanya.
Mama berbaring sangat tenang dan nyaman. Mungkin ia
seperti di surga barangkali. Saya naik menindihnya biar
ia tahu saya hanya memakai celana dlm saja.
“Berat Tonn… badan kamu…” Mama menggelinjang
berusaha terlentang
Setelah ia terlentang, saya menindihnya kembali dan
mencium bibirnya. Oo… lidah Mama mulai bergerak-
gerak. Saya kemudian memutar-mutar lidah saya ke
lidahnya. Napas Mama terasa tersengal-sengal apalagi
ketika telapak tangan saya kembali meremas toketnya.
Tak ayal lagi membuat bibir Mama menyedot-nyedot
bibir saya.
Saya menyusupkan telapak tangan saya masuk ke balik
CDnya. Tersentuh oleh ujung jari saya bulu
kemaluannya. Mama tdk menahan laju tangan saya
hingga tangan saya bisa memegangi semua bulu
kemaluannya yg lebat dan menyentuh belahan meqinya.
Bukit berbulu itu saya turuni perlahan. Kedua kaki
Mama menghentak saat jari saya meraba belahan
meqinya yg hangat dan basah. Setelah itu dgn mudah
saya melepaskan celana dlm Mama. Mama saya
bertelanjang bulat untuk pertama kalinya untuk saya,
anak lelakinya yg berumur 20 tahun.
Saya tdk peduli lagi dosa apa tdk ketika saya membuka
lebar kedua pahanya, lalu mencium bulu meqinya yg
bau asem. Belahan meqi Mama tampak terbuka. Kedua
sisi bibirnya menonjol keluar.
Bibir saya menyeruput bibir meqi Mama. Mama
menjerit.
“Ooogghhh… Toni!”
Saya menyedot lubangnya yg bau amis. Lendir bening
meleleh. Saya jilat kelentitnya.
“Toninn… ooohhhh… ssshhhh… oooo… “ rintih Mama.
Saya gigit-gigit kecil klitorisnya.
“oooggghhhhh… Mama mau kencing nih, Wiinnn….”
seru Mama.
“Kencing saja di mulut Toni, Ma!” jawab saya menjilat
lagi meqi Mama.
Tangan Mama mencengkram kuat rambut saya. Mama
tegang sekali dan meqinya juga sdh tampak mekar
minta dimasuki penis. Saya tarik lepas celana dlm saya
dan segera menindih tubuh telanjang Mama.
Saya yg menuntun penis saya ke liang meqi Mama.
Saya menyumbat kepala penis saya di lubangnya.
Setelah sempurna, saya menekan pantat saya ke depan.
Blesss…. penis saya yg berukuran kurang lebih 15
senti berdiameter 3 senti itu langsung tenggelam di
dlm meqi Mama saya yg licin. Saya sengaja
menekannya dlm-dlm merasakan denyutan dinding
meqinya.
“Nikmat nggak Ma, penis Toni?”
Mama tersenyum.
“Nikmat, sayang!”
“Kita bikin anak ya, Ma?”
Mama mencubit paha saya. Saya membalik tubuhnya.
Mama meronta.
“Nggak mau ahh, Mama!”
Saya memaksa. Jadinya, Mama duduk juga di pangkal
paha saya. Saya lalu menggoncang-goncang lubang
meqinya dgn penis saya. Toket Mama turun naik
menambah sensasi kenikmatan pada diri saya. Lalu
kedua tangan saya meremas toketnya. Mata Mama
terpejam-pejam.
“Orgasme belum, Ma?”
“Mama malu aahhh…!” Mama menjatuhkan dadanya ke
dada saya.
Kemudian saya membantu memaju-mundurkan
pantatnya. Setelah beberapa menit, tumpahlah sperma
saya di dlm meqi Mama.
Crreett…. crreett… crreettt..
“Oooogghhhh…. nikmat sekali, Maaa…” rintih saya.
“Toni akan menikahi Mama menggantikan Papa, kalau
diizinkan,” kata saya kemudian.
Mama memeluk saya erat-erat sambil menangis. Saya
menghapus air mata Mama, kemudian kami bangun
mandi bersama-sama. Ketika Mama mau memakai
daster tdk mau memakai BH, saya melarangnya.
“Ini sdh milik Toni, harus ditutup, Ma.” kata saya.
“Ya, suamiku yg cerewet!” jawab Mama.
Haa… haaa…
Mama sekarang banyak perubahan. Tdk murung, lebih
segar dan ceria.
Cerita sex sedarah,cerita nyata incest, cerita ngentot,
cerita mesum, cerita dewasa dgn judul “Cerita Sex
Ketika Mama Kecewa Pada Papa” dan foto hot terbaru
2016.
Tagged with: CERITA SEKS TERBARU
CERITA SEX SEDARAH FANTASI SEKS FARIASI SEKS
GAYA SEKS KISAH SEKS MAMA MAMA HAUS SEX
MAMA HYPERSEX MAMA KESEPIAN MODEL SEKS
NAFSU SEX HOT PAPA MANDUL SEX DENGAN MAMA
SEX INCEST
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Cerita Sex Ketika Mama Membutuhkan Kenikmatan"
Post a Comment