Cerita Seks Hot Nikmat Bareng Anak Motor

Cerita sex sedarah,cerita
nyata incest, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
dgn judul “Cerita Seks Hot Preman Sekolah Pujaan Hati”
dan foto hot terbaru 2016.
Cerita Seks Hot Preman Sekolah Pujaan Hati
Sdh hampir 1 minggu ini aku tdk diganggu oleh para
pembantuku. Yah, hal ini dikarenakan aku kedatangan
tamu bulanan. Ppembantuku ini bukan seperti yg
diceritakan beberapa teman-temanku. beberapa orang
temanku yg jg seperti diriku ini, pernah bermain gila
dgn para pembantunya akhirnya terjerumus menjadi
budak seks pembantu-pembantunya. Berbeda dgn
diriku, para pembantuku ini sangat sopan menanyakan
jika mereka boleh diizinkan untuk mencicipi tubuhku
lagi.
Cerita seks terbaru , Pagi ini seperti biasa usai mandi
dan bersiap, aku turun ke ruang makan untuk sarapan
yg sdh di disiapkan oleh Anton. dan seperti biasa pula,
para pembantuku ini sdh siap sarapan bersama dgnku.
Suasana sangat ceria saat menyantap makan pagi ini.
memang berbeda dari biasanya, kalo dulu kami makan
sambil bercerita mengenai sekolah, hobi, dan yg
lainnya, sekarang cerita-cerita itu sedikit dibumbui
hal-hal erotis. Aku sendiri menanggapinya dgn santai.
Sesekali aku ingatkan mereka bahwa walaupun mereka
boleh bermain gila dgnku, aku tetaplah majikannya yg
harus mereka hormati, dan mereka sangat menghargai
itu. jadi pelecehan-pelecehan seksual seperti tiba-tiba
meremas susuku atau mencium bibirku tdk pernah
terjadi. hanya beberapa kali mereka memeluk tubuh
dan menciumku, itupun dgn izin dariku. aku senang
seperti ini.
Aku jg kini memperbolehkan mereka untuk menonton
TV dan bermain game console di dlm rumah asalkan
pekerjaan mereka semua selesai. mungkin perlu
diketahui, aku memiliki beberapa game console seperti
PS 4, Nitendo Wii, dan X-Box, disamping DVD Player
tentunya. setelah kami menyelesaikan makan pagi,
seperti biasa, Rahmat mengantarkan aku dan Dian ke
sekolah masing-masing.
Kisah sex hot , Selama Perjalanan aku memikirkan hal yg
lebih gila dari kemarin. dlm hatiku mulai menggebu-
gebu untuk mencoba bermain gila dgn orang lain.
Namun siapa yg bisa aku ajak ya.. ini yg masih menjadi
pemikiranku selama perjalanan ini. beberapa kilometer
sebelum sampai ke sekolahku aku teringat akan
beberapa teman-temanku bagai preman yg minggu lalu
menggoda aku.Terbesit pikiran bagaimana ya jika
bermain dgn mereka, dgn anak seumuranku. Perlahan-
lahan aku mulai tersenyum mendapatkan ide gila.
“Mat, nanti siang ngga usah dijemput ya, aku pulang
sama temenku,” Kataku
“Siap non. asyik, aku bisa main PES dong sama si
Anton, dia jadi ngga perlu masak buat non makan siang
kan,” Balasnya.
Seperti yg sdh-sdh, pelajaran ini begitu membosankan,
aku mengikutinya dgn mengantuk hingga bel panjang
tanda berakhirnya pelajaran ini dibunyikan. betapa
bahagianya mendengar bunyi bel tersebut. Bahagia
bukan hanya jam pelajaran selesai, namun bahagia jg
karena aku akan menjalankan rencanaku.
Sebelum keluar dari lingkungan sekolah menuju
parkiran, aku sengaja membeli teh botol di kantin
sekolah sambil memikirkan matang-matang rencana
ini. jangan sampai aku terlihat murahan di depan
teman-temanku itu. Setelah rencana itu matang, aku
berjalan santai menuju pohon temat anak-anak
nongkrong dan tempat aku menunggu Rahmat minggu
lalu.
“Eh, ada Niky, si makhluk cantik duduk di sini lagi
rupanya,” Mario mulai genit
“Iya nih, lagi nunggu supir ya?” Balas Toby
“mmm,” aku hanya menggumam seolah tdk
menanggapi mereka
Duduk beberapa menit sambil mengutak atik
handphone, aku pura-pura menelepon Rahmat, supirku
sepeti biasa, hanya saja, karena aku sdh peringatkan
supaya tdk menjemput, jadi ga mungkin dia jemput aku
kan? hihihi..
“Halo, Mat.. kok lama sekali jemputnya?” celotehku
berpura-pura.
“oh.. oke deh aku nanti naik taksi.”
Aku menutup teleponku dan seperti yg sdh aku duga
sebelumnya, teman-temanku yg sebenernya aku hanya
tau nama dari label nama dibajunya itu langsung
bergantian menawari aku pulang.
“Nik, udah pulang bareng kita-kita aja, ntar kita aja
jalan-jalan deh pokoknya,” Toby mulai terlihat
menggoda diriku.
“Ah, pergi sama kalian sih aku ga akan dipulangin yg
ada malah diculik,” Jawabku sekenanya.
“Yee.. kalo kamunya mau diculik sih kita asik-asik aja,
ya ga,” Jawab si Toby.
“Iya Nik, udah bareng kita-kita aja, abis ini kita mau ke
mall mau makan, nonton, trus kita anter pulang deh,”
Mario mulai membantu Toby.
Rasanya, umpanku ini udah mulai mengena. mereka
mulai antusias, Cuma aku belum tau aja apa yg akan
terjadi dgn diriku jika aku ikut dgn mereka. lagian
mereka kan anggota Gank Motor Excalibur yg cukup
terkenal di kotaku, terkenal karena suka tawuran dgn
Gank motor lainnya sih. makanya aku agak seram jg
sebenernya ikut dgn mereka. Tp rasa penasaranku ini
membuat aku mencoba mengangguk mengiyakan
ajakan mereka.
“Oke deh, aku ikut kalian soalnya aku jg belum nonton
film itu,” Balasku.
“Awas macem-macem, abis nonton, makan anterin aku
pulang ya?”
“Beres dah. sama kita-kita sih kamu pasti aman, siapa
yg berani gangguin kamu,” Mario mulai berkelakar.
Aku diberikan jaket kulit khas gank motor Excalibur
sebelum akhirnya aku ikut naik motor CBR 250cc yg
ditumpangi oleh Toby. selama perjalanan, aku hanya
bisa memeluk erat Toby. Mual gila dia nyetir motor
ngebut banget. bener-bener raja jalanan dia,
sesampainya di mall aku hampir muntah gara-gara
kencangnya motor yg dia kendarai
“Gila km mau bunuh aku ya, mual tau.. hoekk,” aku
memegangi perutku.
“Huahaha, si cantik belum pernah naik motor sih,”
Mario berkelakar.
Kami berjalan menuju foodcourt, ternyata setiap siang
anggota gank motor berkumpul di sini. aku dikenalkan
oleh Toby yg ternyata aku ketahui dia adalah pimpinan
gank tersebut.
Setelah diperkenalkan, aku baru tahu ternyata anggota
gank Excalibur tdk seseram yg diberitakan media
tentang gank motor.
“hahaha.. beda lah, kalo yg diberitakan di TV itu kan
gank motor anak-anak ababil,” Anthony menjawab
kebingunganku.
Yap, di foodcourt tersebut kami bertemu dgn dua
kawan lainnya. Toby, seperti yg udah aku bilang dia
adalah pemimpin Gank Excalibur, tingginya 185cm
cukup tinggi jg dibanding aku, orangnya ganteng dan
berbadan atletis, karena itu tdk jarang cewek-cewek di
sekolahku tergila-gila dgn Toby.
Mario bertubuh kurus dan tdk terlalu tinggi, untuk
wajah tdk terlalu ganteng namun potongan rambutnya
modis abis. Mario dan Toby adalah anak kelas 2 SMA,
berbeda dgn aku yg masih kelas 1 SMA, tp jangan salah
loh, umurku masih lebih tua dari mereka yg rata-rata
masih berusia 15-16 tahun.
Ada pula Anthony, berbadan besar dan cukup tinggi jg,
namun dia tdk satu sekolah dgn kita begitu pula Jeffry,
berbadan kecil namun atletis. setelah bercerita panjang
lebar selagi menyantap makanan, aku baru mengetahui
bahwa mereka cukup enak untuk diajak berteman.
Setelah makan siang ini selesai terlihat waktu film yg
aku nantikan akan segera di mulai. Aku dan yg lain
memasuki gedung bioskop yg tdk terlalu ramai, selain
masih siang, hari ini jg hari kerja, Anthony yg sdh
membelikan tiket lebih dulu menyuruh aku duduk di
tengah.
Posisi duduk kami adalah paling atas, sehingga kami
dapat menonton tanpa penghalang kepala orang.
jengkel banget kalau waktu nonton ada kepala yg
menghalangi. tempat ini adalah tempat kesukaanku.
Sambil tangan kanan memegang popcorn dan tangan
kiri memegang minuman.. gila amat ya aku, hihihi.. aku
melihat dgn serius film yg sedang diputar ini, saking
seriusnya aku sampai tdk sadar kalau Mario yg ada di
kananku dan Toby yg ada di kiriku mulai memegang
susuku yg masih tertutup seragam. Oh ini toh rencana
mereka, dia buat aku duduk ditengah supaya bisa
digrepe-grepe. sialan.
Ternyata mereka tdk hanya memegang susuku, tangan
Toby mulai nakal dgn masuk ke dlm rokku. akibat
rabaan-rabaan pada susuku ini, otomatis aku
terangsang sedikit dan itu menyebabkan celana dlmku
agak basah sedikit, parahnya hal itu diketahui oleh
Toby yg tangannya sedang berada di dlm rokku.
“Aduh Tob, yg bener dong,” Kataku sambil menepis
tangannya.
“Tenang aja pokoknya kamu suka deh,” Balasnya.
Toby memalingkan mukaku melihatnya dan dia
mencium bibirku! sontak saja aku kaget. gila banget
dia berani menciumku di muka umum. Mario yg
mengetahui kejadian itu sengaja memalingkan mukaku
kehadapannya dan jg mencium bibirku.
“Nik, abis ini ikut kita ke rumah Mario dulu ya,” Toby
mulai mengajakku.
“Aduh, mau ngapain?” Kataku pura-pura tdk tahu
“Ah, aku udah ga tahan, Nik,” Toby membalas lagi
“Ga tahan apanya?” Aku mencoba memancing
“udah pokoknya ikut ya nanti,” Toby berkata sambil
kembali meraba susuku
Setelah film bioskop ini selesai, kami berjalan menuju
motor yg sedang terparkir rapih. Tujuan berikutnya
adalah menuju ke rumah Mario, namun Anthony dan
Jeffry tdk ikut karena ada janji untuk mengerjakan
tugas sekolah, sehingga hanya aku, Toby dan Mario yg
Berangkat menuju rumah Mario.
Rumahnya tdk terlalu besar, hanya ad dua kamar tidur
tanpa halaman belakang. halaman belakangnya dia
tutup menggunaka policarbonate, sehingga walaupun
tertutup, sinar matahari tetap bisa masuk melalui
belakang rumah.
Kamar depan dia gunakan untuk ruang bermainn, game
console lengkap dgn TV layar lebar full HD dgn sound
system yg luar biasa. Sedangkan kamar belakang adalah
kamr Mario. Mario ternyata tinggal seorang diri di
rumah ini. Orang tua Mario bekerja di Jakarta, sehingga
Mario yg tdk mau kos, akhirnya dibelikan rumah oleh
orang tuanya.
Aku merebahkan badanku di sofa yg sangat empuk di
kamar tidur ini. Mario dan Toby jg ikut duduk di kanan
dan kiriku. aku sendiri sampai agak kikuk melohat
mereka sesekali memandang wajahku.
“Nik, kamu cantik sekali,” Mario mulai mengeluarkan
rayuannya
“Kita mau ngapain di sini?” aku mencoba mengalihkan
perhatian
“Kita happy-happy gimana?” Toby malah balik beranya
“Maksudnya?” Aku berpura-pura tdk mengerti
Kayaknya mereka jg canggung untuk mengatakan hal-
hal yg lebih spesifik. aku sendiri menjaga diriku agar
tdk terlihat murahan di depan teman-temanku ini.
Emm.. bukan teman gimana sih, kenal aja baru
semingguan, itupun hanya 2 kali bertemu. Gila jg ya
aku ini.
“Udah lah Nik, kita sama-sama tau lah,” Kata Mario
“Hah? Tau apa?” Lagi-lagi aku pura-pura tdk mengerti
“Tau kalo kita sama-sama suka seks,” Tiba-tiba Toby
menyela
Gila jg nih anak, bisa-bisanya bilang gitu di depan
cewek. ya emang sih aku sendiri mulai menyukai seks,
tp kan ga harus vulgar seperti ini. Mario terlihat hanya
cengengesan melihat Toby yg terlihat gregretan dgn
sikapku yg malu-malu tp keliatan maunya.
“Yeee… itu kan kamu yg suka seks, dasar cowo
mesum,” Balasku sambil cemberut.
Ternyata sikap cemberutku ini diartikan lain oleh Toby
yg kelihatan sdh tdk tahan, Toby langsung mencium
bibirku, melumat habis bibirku. Kepalaku dipeganginya
seakan lumatan ini tdk boleh dilepaskan. Mario yg
melihat kejadian ini langsung ikut merangsang aku dgn
meremasi susuku dari samping.
Aku yg semula membiarkan Toby mencium bibirku ini
mulai gelagapan, tanganku aku pakai buat mendorong
tubuhnya, namun kekuatan tanganku tdk ada apa-
apanya dibandingkan tenaganya. untung Toby mengerti
bahwa aku sedang gelagapan sehingga dia melepaskan
ciumannya.
Betapa segarnya udara yg bisa aku hirup setelah lepas
dari ciuman Toby, begitu lepas, aku langsung batuk-
batuk dgn sedikit megap-megap. Belum lama aku
menghirup udara segar, tiba-tiba kepalaku dimiringkan
oleh Mario, rupanya dia jg ingin menciumku.
Ciuman ini begitu panas hingga aku menjerit kecil
karena tangan Toby dgn tiba-tiba masuk ke dlm rokku
dan menarik celana dlmku. sontak aku melotot melihat
celana dlmku sdh berada dlm genggamannya, bahkan
tanpa rasa jijik, Toby menghirup bau dari celaana dlmku
itu.
“Omong kosong kamu ga suka Nik, buktinya celana
dlmmu basah,” Toby berkata sambil menghirup kembali
celana dlmku.
Memang aku sendiri mulai merasakan hal yg aneh.
meqiku mulai gatal, kejadian ini mirip saat aku bercinta
dgn para pembantuku itu. Dlm ciuman yg begitu panas
dgn Mario aku mencoba mengendalikan napasku.
Berbeda dgn Toby, Mario lebih tenang menciumku,
sesekali dilepaskan untuk mencium pipiku lalu kembali
mengecup bibirku.
Setelah puas menciumiku, aku diangkat Mario untuk
berdiri. posisiku membelakangi Mario, dia menciumi
leherku sambil terus meremasi susuku. Toby yg
melihat adegan erotis ini langsung bangkit mencium
bibirku sambil tangannya membuka kemeja sekolahku
ini.
Seaakan mengerti keinginan Toby, Mario membantu
membuka kancing seragamku satu per satu. akhirnya
baju seragamku berhasil mereka lepaskan. kini aku
hanya menggunakan bra dan rok yg tdk lama kemudian
jg mereka lepaskan. Inilah pertama kali aku bugil sejak
masuk SMA.
“Nik, bodimu gila mulus banget,” Toby mulai memujiku.
entah serius atau tdk
“Masa sih? biasa aja,” balasku sekenanya
“Iya Nik, bhmu ini ukurannya berapa sih?” Mario yg
dibelakangku mengutak atik braku.
“Oh, 34B pantes montok,” Lanjut Mario
Aku yg sdh bugil ini kembali di dudukkan kembali di
sofa, entah kenapa Toby tiba-tiba keluar kamar
meninggalkan aku dan Mario. Mario sendiri mulai nakal
dgn menggosok-gosokkan tangannya ke permukaan
meqiku, sambil terus menciumi diriku.
Aku heran dia tdk ada puas-puasnya menciumi setiap
senti wajahku. kadang di kening, di pipi, ataupun di
bibir. tangannya yg satu sesekali meraba perut rataku
dan susuku.
Mataku agak terbelalak saat Toby kembali masuk ke
kamar ini sambil membawa dildo yg menurutku
ukurannya cukup fantastis. Jujur saja aku belum pernah
bermain dgn alat seperti ini. Hati kecilku memang ingin
mencoba, tp aku tetap harus jaim supaya tdk terlihat
murahan di mata mereka.
“Nik, kamu harus nyobain ini. pasti kamu mulet-mulet
keenakan,” Toby memperlihatkan dildonya.
Sembari terus diciumi dan diraba-raba oleh Mario,
kedua kakiku di bukanya, posisi dudukku agak
diturunkan sedikit sehingga Toby bisa melihat bentuk
meqiku ini. Setelah aku menemukan posisi yg enak,
jemari Toby mulai memasuki lubang meqiku ini sambil
terus dikocoknya perlahan. Aku tdk bisa berkonsentrasi
karena mulutku masih menjadi bahan eksplorasi Mario.
Setelah melepaskan ciumannya, Toby memberikan dildo
itu pada Mario. Mario sendiri dgn sigap langsung
memasukkan kontol mainan itu ke dlm mulutku. Dildo
itu memang cukup lembut, mungkin karena bahan
silikonnya. Dgn tekstur berurat dan cukup besar ini
terasa memenuhi mulutku.
Irama kocokan jari Toby mulai terasa, namun karena
dildo masih berada di dlm mulutku ini, aku hanya bisa
merintih. rintihan ini disambut tawa oleh kedua
temanku ini. Lama kelamaan, kocokan ini semakin
cepat hingga aku sdh diambang orgasme, aku yg
semula merintih, kini menjerit tertahan karena
orgasme sdh di depan mata.
Orgasme ini memang membuat seluruh badan menjadi
lemas, aku bergumam, bagaimana saat main nanti,
pada saat pemanasan aja sdh selemas ini. Setelah
orgasme ini mereda, Mario bertukar posisi dgn Toby,
Toby ini berada di sampingku, Mario duduk di lantai
dgn membawa dildo itu.
“Nik, Sdh pernah coba dimasukin mainan gini?” Mario
mulai menjahiliku.
Aku hanya menggeleng, aku tdk mampu berkata-kata
karena mulutku diciumi ganas oleh Toby, setelah
melumuri dildo itu dgn pelumas sih sepertinya,
sebelum secara perlahan dimasukkan dildo itu ke dlm
meqiku ini. Pertama kalinya meqiku ini dimasuki kontol
mainan.
Ternyata kontol mainan ini berbeda dgn kontol
sungguan, kontol mainan itu dingin beda dgn kontol
asli yg hangat, mungkin dingin akibat adanya pelumas.
aku sedikit kaget waktu tau ternyata kontol itu bisa
bergetar.
“Auh…,” Aku menjerit kecil.
“Hahaha.. baru tau ya kalo dildonya bisa getar,” Toby
tertawa cekikian.
getaran dildo ini ditambah gerakan maju mundur kontol
mainan itu membuat aku cepat mendapatkan orgasme
yg kedua. Namun, orgasme ini berbeda dgn yg
pertama. Orgasme ini lebih panjang hingga badankupun
ikut melengkung.
“Aaahhh,” aku mendesah merasakan kenikmatan yg
berbeda.
kini, beberapa detik kemudian aku tdk kuat menahan
kencing sehingga aku keluarkan langsung saja disana.
cukup banyak jg air kencingku yg keluar. mengucur
deras membasahi sofa dan karpet yg ada di kamar ini.
“Aduh, maaf.. jadi basah semua,” kataku sambil
terengah-engah
“hahaha.. udah biasa, ntar kan bisa dicuci,” Mario
berkata padaku.
Mario malah terlihat santai setelah aku membasahi
sofa dan karpetnya. aku sendiri sdh lemas, padahal
belum ada satu kontolpun yg masuk ke dlm meqiku.
baru melawan mainan aja lemesnya udah seperti ini.
Mario mengusap-usap meqiku yg masih basah akibat
pipisku, seakan ingin meratakan pipisku tadi ke seluruh
bagian meqiku.
aku yg sdh sangat lemas hanya bisa duduk bersandar
melihat Mario dan Toby membuka baju dan celananya,
berikut celana dalamnya. Sambil tetap terengah-engah,
aku menatap barang yg sdh tegak menggantung di
bawah pusar teman-temanku itu.
“Gimana Nik, besaran mana punyaku apa punya Mario,”
Kata Toby kepadaku
“Besar punyamu Tob,” Jawabku sekenanya
Memang kontol Toby lebih gemuk ketimbang Mario.
namun, kontol Mario lebih panjang. Seperti biasa,
mereka berdua meminta aku mengulum kontolnya
bergantian. aku mengikuti saja apa yg mereka mau. aku
masukkan kontol Toby kedalam mulutku, aku maju
mundurkan lalu berganti ke kontol Mario, begitu
sampai beberapa kali.
Setelah puas bermain-main dgn mulutku ini, Aku
diangkatnya dari sofa menuju kasur, aku diposisikan
seperti orang merangkak, rupanya Toby ingin memakai
posisi doggy style saat kontolnya memasuki liang
meqiku.
Perlahan demi perlahan kontol itu mulai memasuki
meqiku yg cukup sempit ini, aku sendiri hanya bisa
mengerang antara sakit dan enak. Mario yg dari tadi
masih diam terlihat mengusapi rambutku seolah
menenangkan diriku ini. Meqiku terasa penuh sesak
seperti dimasuki dildo tadi, untung saja dua kali
orgasme dan pipis tadi membuat licin liang meqiku ini
sehingga tdk terlalu sakit pada saat penetrasi.
“Uhh, Gila Nik.. Enak banget meqimu,” Toby meracau
“Uhh.. ahh..,” aku sendiri cuma bisa mengerang
keenakan
“Rio, kamu mesti coba nih, udah ga perawan tp tetep
suempit,” Lanjutnya
Merasa aku sdh bisa beradaptasi, Toby menaikkan
tempo permainannya. Mario sendiri kini sdh berdiri di
depanku dan memberikan kontolnya untuk aku emut.
Tanganku memegang pinggang Mario sebelum aku
mengulum kontolnya. alih-alih aku mengulum kontol
Mario, malahan Mario sendiri memaju mundurkan
kontolnya. jadilah aku dipompa depan dan belakang.
Sedang enak-enaknya di pompa depan belakang, tiba-
tiba pintu kamar dibuka seseorang
“Wah, gila kalian, ada cewek seksi malah dipake
sendiri,” Kata cowok yg aku tdk kenal itu.
“hahaha.. ayok sini, giliran ya, sempit banget bro,
ketagihan pasti,” Toby malah mengajak cowok itu
menggilir aku.
Akhirnya aku mengetahui cowok itu bernama Patrick.
Dia ternyata jg salah satu anggota genk excalibur dan
ternyata dia jg salah satu angakatan atasku. aku bahkan
tdk pernah melihat dia di sekolah.
5 menit berlalu, Toby melepaskan kontolnya dari liang
meqiku. badanku di terlentangkan di kasur, dgn
cekatan Mario mengambil alih posisi Toby
menggenjotku. Kontol Mario yg tdk terlalu tebal itu
mudah masuk ke dlm meqiku ini, dia langsung
menggenjot dgn tempo yg cukup tinggi
Aku tdk tahu apa yg Toby dan Patrick bicarakan, namun
setelah menerima bungkusan dari Toby, dia menuju ke
ranjang dan menciumi bibirku. Dgn wajah yg sangat
dekat dgn wajahku dia berkata
“Nikmatin aja ya Nik, aku ga ikutan kok kali ini, lain kali
main sama aku yah, kamu pasti ketagihan.”
setelah berkata begitu aku hanya mengganggukkan
kepala saja. Untunglah tdk bertambah cowok yg main
dgnku hari ini. melayani mereka berdua saja sdh lemas
setengah mati. Setelah Patrick keluar dari kamar ini,
aku lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan
orgasmeku yg kesekian kalinya. Hingga saat itu tiba
aku hanya mengerang dan mengerang dgn badan yg
tertekuk.
“Nik, kamu hebat banget sih..” Mario berceracau. “aku
udah mau keluar nih.”
Tak lama kemudian semprotan hangat terasa dlm
lubang meqiku ini. Aku sendiri hanya bisa mengerang
dan mengerang. Pujian demi pujian liar aku dengar dan
memanaskan kupingku. aku sendiri tdk terlalu
menanggapi hal itu.
Hanya sekitar 5 menit aku dapat mengistirahatkan
tubuhku ini. Toby yg merasa belum terpuaskan tadi
langsung mendorong aku jatuh ke kasur dan mulai
memasukkan kontolnya. Genjotan perlahan dgn irama
yg makin lama makin cepat membuat gairahku yg tadi
sempat padam kini muncul kembali.
Namun apa daya, badanku ini terlalu lemas untuk
menanggapi goyangan Toby, aku hanya bisa mengikuti
irama goyangannya kesana kemari. setiap 5 menit Toby
berganti posisi kadang diatas, kadang dibawah.
Tak terasa, dgn tempo genjotan yg sangat konstan ini
Toby mampu mempertahankan kontolnya hamper
setengah jam. pada saat itu pula aku orgasme dua kali.
entah total hari ini aku sdh berapa kali orgasme, aku
tdk tahu. Yg aku tahu hanyalah kepuasan demi
kepuasan.
“Nik, kita keluar barengan yuk,” katanya sambil
mempercepat genjotannya.
Aku hanya menggangguk pasrah. tdk sampai lima menit
cairan hangat kembali membasahi liang meqiku ini.
setelah puas menumpahkan spermanya dlm meqiku,
Toby bangkit membiarkan aku yg masih tergeletak di
ranjang ini.
aku mencoba mengatur napas, hingga akhirnya cukup
kuat untuk memakai pakaianku. namun sebelum aku
memakai kembali seragamku, Mario meminta aku untuk
menunda memakai itu, Mario ingin makan bersama
dgnku dan Toby di meja makan bersamaku yg hanya
memakai bh dan celana dlm saja.
aku turuti kemauannya, dan kami bertigapun keluar
kamar menuju ruang makan. Aku sempat berpikir kita
mau makan apa, tdk ada satupun yg memasak. Ternyata
Patrick membawakan kami pizza seloyg besar. kami
makan dgn sangat lahap setelah permainan yg sangat
melelahkan itu.
“Nik, kamu luar biasa loh, staminamu hebat jg,” Mario
berceloteh.
“Iya Nik, kamu ga mau aku kenalin sama seseorang?”
Toby menyela.
“Hah? siapa?” Balasku penasaran.
“Ada tuh Om Pino. dia pengusaha tambang, tp di
ranjang luar biasa,” Lanjut Toby.
Gila pikirku. ini sih sama aja dgn menjual aku. Namun
hati kecilku sendiri menjadi penasaran bagaimana sih
main sama om-om. beberapa teman cewekku yg suka
di booking om-om bialng kalau om-om itu mainnya
lebih jago.
“Gimana Nik? kalo ga mau jg ga apa kok. santai saja,”
Toby membuyarkan lamunanku.
“Ehmm, gimana ya? aku belum pernah main sama om-
om,” Balasku.
“Coba aja Nik, katanya sih lebih jago-jago. Tenang aja,
Toby milihnya yg bersih kok,” Sambung Mario.
Akhirnya pertahananku kalah jg dgn rasa penasaranku.
aku iya kan saja namun aku minta untuk merahasiakan
kejadian ini. aku tdk mau teman-teman satu sekolah
tahu akan hal ini lalu meminta jatah. mereka dgn
senang hati merahasiakannya.
“Tenang aja Nik, ada beberapa cewek jg kok disekolah
yg sdh main sama kita dan kamu jg tdk perlu tau siapa,
aku pasti merahasiakannya kok,” Mario menegaskan.
“Iya, beberapa jg sdh aku orbitkan, ada yg jadi model,
ada yg jadi simpenan om-om, ada yg masuk anggota
genk motor, banyak deh,” Toby bicara panjang lebar.
Kalo jadi model hot sih enak, lah jadi simpenan om-
om.. buset deh. tp kadang hal-hal seperti itu perlu
dicoba jg sih. setelah makan dan pembicaraan ini
selesai, aku kembali mengenakan pakaianku dan Toby
mengantarku pulang.
Sesampainya di rumah, Toby berkata nanti Om Pino
akan menelepon jika mau bersenang-senang dgn aku.
aku hanya mengangguk dan masuk ke dlm rumah.
sesampainya di kamar, aku rebahkan badanku dan mulai
terlelap.
Belum sempat pulas, ada sms masuk ke hpku, aku buka
dan isinya : Hai Niky, aku Om Pino. apa kabar?
aku tdk balas karena terlalu ngantuk, hanya pikiranku
melayg cepet banget ini si Toby. lalu terlelap…
Cerita sex sedarah,cerita nyata incest, cerita ngentot,
cerita mesum, cerita dewasa dgn judul “Cerita Seks Hot
Preman Sekolah Pujaan Hati” dan foto hot terbaru
2016.

Tagged with: ABG BUDAK SEKS ABG HAUS SEKS
BUDAK SEKS HOT CERITA DEWASA HOT
CERITA SEKS PELAJAR CERITA SEKS TERBARU
CERITA SISWI MANIAK CEWEK ABG BISPAK
MEMEK ABG PELAJAR MINUM SPERMA
NGENTOT PELAJAR BISPAK NGULUM PENIS
PELAJAR PESTA SEKS THREESOME SEX PELAJAR

0 Response to "Cerita Seks Hot Nikmat Bareng Anak Motor"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen