Cerita Sex Hot Kenikmatan Antara Aku Dan Anakku

Cerita sex hot,cerita nyata
masturbasi, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
dengan judul “Cerita Sex Hot Aku Dan Bagas Anakku”
dan foto hot terbaru 2016.
Cerita Sex Hot Aku Dan Bagas Anakku
Semenjak kecelakaan mobil, mas Hasan selalu
mengeluhkan pinggangnya terasa sakit. Kami pergi ke
berbagai dokter bahkan dukun dan pengobatan
alternatif. Semua tdk ada hasilnya. Sejak itu pula, mas
Hasan trauma membawa mobil sendiri. Kalau bukan aku
yg selalu mengantarkannya ke kantor, dia lebih suka
naik angkutan umum.
Setelah dia diangkat sebagai pimpro, dia dapat jatah
mobil dinas, lengkap beserta sopirnya. Kondisi
keluarga kami semakin membaik. Hingga mas Hasan
kutemani untuk berobat ke Singapura. Menurut dokter
di negara itu, mas Hasan tdk mengalami apa-apa,
kecuali trauma berat dan sedikit kelelehan serta
kurang olah raga. Dokter menyarankan, agar mas Hasan
berolahraga secara teratur.
Cerita sex terbaru , Sejak kejadian itu juga, hubungan
suami istri kami semakin kurang harmonis. AKu harus
memberikan semangat buat dia, agar dia tetap
bersemangat untuk menjalani hidup. Mas Hasan tak
pernah mengetahui, kalau hubungan suami isteri kami
sebenarnya sdh tdk harmonis lagi. Aku selalu
melakukan kegiatan khusus di kamar tidur, setelah mas
Hasan berangkat kerja. AKu selalu memainkan klitorisku
dan memuaskan hasrat sex ku sendiri. Aku takut
membeli alat sex. Aku tak mau mas Hasan kecewa, jika
mengetahui, aku memakai alat sex untuk memuaskan
diriku. Itu pertanda aku tdk menghargainya yg sdh
melayani seksualku yg tinggi dlm usiaku 39 tahun.
Sore hujan itu, aku pulang tergesa-gesa dari senamku.
Aku memasuki rumah melalui garasi. Dari sini pula aku
mendengar samar-samar suara desisan yg membuatku
penasaran dari kamar anak sulungku Bagas. Yah…selain
Bagas 16 tahun yg masih duduk di bangku kelas 1 SMU
aku memiliki anak satu lagi bernama Oki, 13 tahun yg
lebih suka tinggal bersama neneknya, ibunya mas
Hasan.
Perlahan-lahan kuintip ke kamar itu melalui sela-sela
pintu. Aku sungguh terkejut, melihat Bagas bugil
sambil mengocok penisnya, sambil nonton DVD.
Yah..film xxx. Anakku Bagas sdh semakin dewasa,
pikirku.
Perlahan-lahan aku meninggalkan garasi mobil. AKu
menuju ke dapur. Setelah meletakkan tas pakaian
senam, aku memanggil Bagas.
“Iya ma Sebentar…” Aku pun langsung ke kamar dan
mandi. Baru saja aku menghidupkan air, terdengar
suara Bagas mengetuk pintu kamar mandi di kamarku.
“Ada apa ma…?” -cerita hot-
“Buruan mandi, sdh sore. Nanti kita cari makan di
luar,” kataku.
Aku pun melanjutkan mandiku. Pikiranku terus kepada
kejadian yg baru saja kulihat tadi. Bagas anakku sdh
dewasa. Entah mengapa, pikiranku jadi tak menentu.
Aku melihat dgn jelas, Bagas mengocok penisnya
sambil terengah-engah. Betapa perkasanya penis itu.
Berdiri tegak dan menantang. Tubuhku mengelinjang
sendiri. AKu tak tahu kenapa pikiranku jadi
menginginkannya. Haruskah aku mendapatkan apa yg
kuinginkan dari Bagas anak kandungku sendiri?
Kubersihkan seluruh tubuhku. Kukenakan daster putih.
Daster yg selalu kupakai bila mau meminta yg khusus
dari mas Hasan. Jika aku memakai daster itu, mas
Hasan tahu, kalau sedang membutuhkan sex. Kebetulan
mas Hasan ada tugas ke lapangan untuk meneliti
gedung yg sedang dibagun. Hari ini dia tdk pulang ke
rumah. Itu sdh mas Hasan katakan kepadaku sebelum
berangkat kerja tadi pagi.
Saat aku merias diri, pikiranku terus kepada Bagas anak
kandungku itu. Bergitu usai merias diri, aku segera
memasuki kamar Bagas. Aku menyalakan DVD-nya saat
dia masih di kamar mandi. Dan….film itu begitu hot.
Membangkitkan gairah seks ku. Aku menikmati sekali
menyaksikan si negro yg sedang menyetubuhi
pasangannya. AKu menjadi merangsang. Saat itu, Bagas
keluar dari kamar mandi hanya memakai CD nya saja.
Dia sangat terkejut melihat aku yg asyik menonton DVD
yg baru saja di putarnya.
“Kamu dapat DVD ini dari mana sayang…?” aku
bertanya lembut, namun dgn tekanan suara seperti
marah.
Bagas sangat terkejut mendengar pertanyaanku. Dia
malu dan menjawab sekenanya.
“Dari teman Bagas , ma.” Aku tahu jawaban itu asal
saja.
“Udah ma jangan di lihat. Itukan tontonan anak muda.”
Bagas berusaha mencegahku dan berusaha mematikan
DVD. Saat dia menjulurkan tangannya mau menekan
tombol DVD, terasa penisnya dari balik CD nya
menyentuh pinggangku.
“Jangan dimatiin dong. Mama mau lihat dulu. Kok ngga
boleh, sih?”
“Udah duduk sini, kita lihat bareng, kataku.” Aku
semakin terangsang. Kusuruh dia menutup dan
mengunci kamar, agar si pembantu tak melihatnya.
Bagas mengunci pintu dan kuminta dia duduk di
sampingku.
Kutarik tangan Bagas untuk duduk di sampingku. Dia
duduk sambil mengeringkan rambutnya dgn handuk.
“Kamu suka lihat film beginian sejak kapan?” selidikku.
“Baru sekali ini kok ma,” Bagas mengelak. Aku tak
yakin dia baru kali ini lihat film seperti itu.
“Kamu sdh pernah melakukan hal seperti itu?” kataku
pula.
“Belum pernah ma. Sumpah, ma. Sumpah mati,”
katanya jujur.
Cerita mesum terbaru, AKu melihat kejujurannya dari
caranya mengucapkan dan dari matanya. Aku hafal
sekali siapa Bagas. Anak yg kulahirkan dan kubesarkan.
Sebagai ibunya, aku mempercayai apa yg dia katakan.
Aku melihat Bagas semakin serius menyaksikan adegan
adegan dlm film xxx itu. Aku juga harus jujur, kalau
semakin horny menyaksikannya. Tanpa sadar, kupeluk
Bagas dgn tangan kriiku. Sedangkan tangan kanannya
kuraih untuk memeluk pinggangku.-cerita hot- Terasa
sekali sentuhan kulit Bagas yg telanjang dada itu
mengena ke ketiakku, karena dasterku tanpa lengan.
Kami menonton film xxx itu dgn berangkulan. Dadaku
semakin menggemuruh. Nafasku terasa semakin
memburu. Sentuhan kulit kami bikin aku horny. Tp aku
tak berani memulai. Sebagai seorang ibu kandung, aku
tak mungkin memulainya.
Adegan semakin menjadi-jadi. Kurasakan, Bagas
semakin merapatkan tubuhnya dgn memelukku.
Telapak tangannya terasa panas memeluk pinggangku.
Dia merapatkan tubuhnya padaku. Kubalas dgn
pelukanku yg semakin erat. Terasa toketku mengena ke
dadanya. Kuraba dadanya dgn lembut, lalu turun ke
perutnya. Aku semakin berani, karena reaksi dari Bagas
semakin agresif mengelus-elus pinggangku lalu ke
perutku. Aku yakin sekali, kalau aku dan Bagas sdh
horny berat. Kulirik ke arah CD nya. Ya…pennisnya
semakin mengeras. Aku yakin, kalau tadi tak sempat
orgasme, karena keburu kupanggil, pikirku.
Begitu Bagas mulai mengelus-elus pahaku, kuberanikan
diriku untuk memasukkan tanganku ke dlm celana
kolornya. Dan…dadaku semakin bertambah
menggemuruh, begitu menyentuh penis yg sdh
mengeras.
“Besar sekali penismu sayang,” bisikku memancing.
Bagas terdiam. sementara dengusan nafasnya terasa di
leherku. Tangannya semakin dlm mengelus CD ku.
Sengaja kukangkangkan kakiku, agar tangannya bisa
bebas memasuki CD ku. Dan dgn sigap pula Kuangkat
daster itu, hingga dia terlepas dari tubuhku. Kini aku
tinggal memakai BH dan CD saja, sedang Bagas hanya
memakai celana dlm CD.
Kurasakan Bagas mulai menjilati tubuhku. Leherku. Ini
tak boleh disia-siakan. Secepatny pula kubuka pengkait
BH ku. Lalu….bluuuurrr. Toketku sdh terlepas dari
penutupnya. Kuraih kepala Bagas untuk mengulum
toketku. Dgn rakus dan liarnya, Bagas menyedot dan
mengulum toketku. Persis ketika dia masih bayi 16
tahun lalu.
“Oooohhh….Terus sayang…mama buka celanamu
ya….”
Tanpa menunggu jawaban darinya. Langsung saja
kubuka CD Bagas. Bagas ikut membantunya. Oh….penis
besar itu, kini menantangku.
“Buka celana mama, sayang….” -cerita -hot-
Bagas juga tak menjawab, tp tangannya cekatan
membuka CD ku. Kini dihadapannya sdh terbentang
liang kenikmatan yg di penuhi bulu hitam yg lebat.
Tempat mengeluarkan dia dulu.
Aku merasakan, meqiku yg sdh mulai basah oleh air
kenikmatan. Aku tak tahan lagi. Aku berdiri dan
meminta Bagas untuk pindah ke tempat tidurnya.
Perlahan aku bangkit dan menariknya. Langkahnya
terus mengikuti langkahku, sementara mulutnya mash
terus menyedot-nyedot toketku.
Ceruta dewasa terbaru, Aku merebahkan tubuhku di
atas tempat tidur.
“Ayo tindih mama, sayang…” kataku. -cerita hot-
Bagas naik ke tubuhku dan menindihku. AKu
mengangkangkan kedua kakiku. Kutuntun penisnya
untuk menusuk meqiku. Blessss. Penis itu memasuki
meqiku yg sdh basah dan licin.
Oh…penis yg besar itu sdh bersarang. Terasa begitu
hangat dan mengganjal, namun begitu nikmatnya. 3
tahun sdh tak pernah aku merasakan tusukan yg begitu
perkasa, walau aku masih terus melakkukannya dgn
rutin bersama mas Hasan.
Aku merasakan, meqiku basah dan semakin basah.
Terdengar suara clek..clek..clek, ketika Bagas menarik
maju-mundur peniisnya. Bagas sdh mulai
memainkannya. Aku sdh tak sabar. AKu sdh hampir
sampai. Tak mampu lagi menahan kenikmatan ini. Dan
tiba-tiba, aku memuntahkannya. Melepaskan air
kenimatan itu keluar dari rahimku. Aku mengempit
kuat-kuat pinggang Bagas, sampai-sampai Bagas
kesulitan memompaku.
“Mama sdh sampai sayanggg….”
“Aku juga maaaaa…..Creettt….Creettt…Creettt.”
Bagas mengejang.
Aku merasakan, ada sesuatu yg menyerang jauh ke dlm
rahimku. Terasa sekali, bagaimana dulu Mas Hasan
menyemprotkan air kenikmatanya, hingga aku hamil.
Hanya aku yg tahu, apakah aku hamil atau tdk.
Setelah kami periksa ke dokter, ternyata aku hamil.
Demikian juga dgn semprotan Bagas, aku tau, kalau
spermanya menembus jauh ke dlm rahimku. Aku
merasakan, ada yg menyedot-nyedot dari dlm rahimku.
Begitu cepatnya permainan Bagas. Mungkin Bagas
masih pemula, hingga begitu cepat menyelesaikan
segalanya. Sedang aku, sejak di kamar mandi sdh
benar-benar horny.
Hanya dgn memakai dasterku, aku ke luar kamar
mengambil air minum. Sebelumnya kuselimuti tubuh
Bagas dgn selimut yg terkapar terlentang di atas
tempat tidur.
“Ayo…minum air hangat ini, biar segar,” pintaku.
Kududukkan Bagas dan menyodorkan gelas ke bibirnya.
Dgn lahap, Bagas meminum air hangat itu.
Setelah 5 menit munim air putih, kelihatan Bagas
kembali segar. Kubimbing dia ke kamar mandi. Aku
membersihkan penisnya dgn air setelah menyabuninya.
Kami kembali lagi ke tempat tidur. Di bawah selimut
aku memeluk Bagas untuk memberinya kehangatan.
“Bagaimana kalau mama sampai hamil sayang…?”
“Kalau sekali apa bisa hamil, ma?” tanya Bagas.
“Bisa sayang. Tdk harus ratusan kali. Kebetulan,
sekarang masa subur mama, sayang.”
“Biar saja hamil, ma.” Kata Bagas dgn sangat tegas.
Aku berpikir keras, tp juga berharap agar aku tdk hamil.
Walau aku mengetahui tanda-tanda itu ada, dari
sedotan rahimku terhadap sperma Bagas tadi.
Jawaban Bagas itu, membuat aku tersenyum kecil.
Dasar anak muda, tdk mengerti apa yg sedang
kupikirkan. Bagas mulai mengelus-elus toketku lagi.
“Ma..Aku mau nenen lagi…”
Langsung saja dia mengulum toketku. Sementara
tangannya yg lain meraba-raba rambut meqiku. Aku
terikut terbawa arus. Aku mengelus-elus juga
penisnya. Hanya sebentar, penis itu sdh bangkit.
Bangkit dan bangkit. Keras dan mengeras, serta benar-
benar keras. Kulepas toketku dari mulut Bagas. Aku
mengarahkan mulutku ke penisnya dan menjilatinya.
Meqiku, kurahkan ke mulut Bagas. Sebelum
memasukkan penis besar itu ke mulutku, kuminta
Bagas agar menjilati meqiku.
“Jilati meqi mama…sayang,” Setelah itu kukulum panis
itu masuk ke dlm mulutku. Kumainkan lidahku pada
lubang penis itu dan mengelilingi kepala penis itu dgn
lidahku. Sementara tanganku yg lain mengelus-elus
buah zakar.
Sesekali gigi Bagas mengenai ke klitorisku. Aku harus
membimbingnya. Kuarahkan klitotrisku pada lidahnya.
Nampaknya Bagas dapat mengerti. Aku menggoyang-
goyangkan tubuhku, agar toketku mampu menyentuh-
nyentuh perut Bagas sedangkan meqiku kupermainkan
dibibirnya. Ah….aku merasakan kembali meqiku basah.
Aku sdh tak kuat, ingin penis itu segera masuk lagi ke
dlm liang meqiku.
Cerita ngentot terbaru, Aku bangkit dan merebahkan
tubuhku di sisi Bagas.
“Ayo sayang, tindih mama. Mama sdh ngga tahan lagi…
masukin dong ke dlm meqi mama,” pintaku tanpa rasa
malu lagi. Bagas menindihku. Dia kangkangkan kedua
kakiku, lalu dia menusukkan penis itu ke dlm meqiku.
Sleeepppp. Penis itu masuk dgn cepat di tengah-
tengah kelicinan meqiku.
“Ayo dimainkan sayang. di goyang….terus….” kataku.
Bagas menusuk-nusuk meqiku. Aku menjilati lehernya.
Tiba-tiba Bagas menjambak rambutku dgn kuatnya. Aku
tau, dia bakal orgasme. Aku harus cepat
mengimbanginya. Segera kugoyang pinggullku
dan….Creeettttt…terasa sperma itu begitu hangat.
Saat deburan kedua….aku merasakan diriku melayg.
Tanpa sadar aku mengepit Bagas. Pada saat deburan
ketiga sperma Bagas…..saaat itu, aku juga oegasme.
Kami mampu menyelesaikannya bersamaan, karean
kami melakukannya denga spenuh hati dan dlm kasih
sayang.
Setiap kesempatan, Bagas selalu meminta, agar kami
melakukannya dan selalu kami lakukan. Pada bulan
ketiga, aku lebih dahulu melaporkannya kepad Mas
Hasan, bahwa KBku mungkin bobol dan aku hamil. Kami
perika ke dokter dan mengirimkan kami ke
laboratorium esok paginya. Poisitif, aku hamil. Mas
Hasan begitu bangga atas kehamilanku. Katanya:
” AKu masih perkasa, toh?!” Aku mengangguk lemah
dan meneteskan airmata yg aku sendiri yg mengetahui
arti dari airmataku itu.
Aku menyempaikan hal ini kepada Bagas, dia
memelukku dan bangga sekali, sebentar lagi dia punya
anak dariku. Kami sepakat merahasiakannya. Setelah
beberapa bulan aku melahirkan lagi anak laki-laki. Kini
aku memiliki 3 anak laki-laki sekaligus seorang cucu.
Dan ….3 tahun kemudian saat Bagas sdh di semester
2, kami memiliki lagi seorang anak perempuan. Aku
memilki 3 putra dan seorang putri juga sekaligus
seorang cucu laki-laki dan seorang cucu perempuan.
Mas Hasan begitu senang, melihat Bagas sangat sayang
kepada kedua adiknya itu.
“Bagas sayang sekali kepada kedua adiknya itu.
Maklumlah dia baru memiliki adik kecil, kata mas
Hasan. AKu diam dan diam. Juga Bagas ikut diam.
Kini, kedua anak itu sdh sekolah di bangku Sd dan TK.
Mereka gagah, cantik dan pintar.
Cerita sex,cerita nyata masturbasi, cerita ngentot, cerita
mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Hot Aku
Dan Bagas Anakku” dan foto hot terbaru

Tagged with: ANAK HORNY ANAK KESEPIAN SANGE
ANAL SEX SEDARAH CERITA ANAK KANDUNG
CERITA HOT TERBARU CERITA MAMA KANDUNG
CERITA SEDARAH TERBARU CERITA SEX SEDARAH
HUBUNGAN SEDARAH ISTRI KESEPIAN HORNY
MAMA HORNY NGESEX MAMA KANDUNG
ORAL SEX SEDARAH SEX MAMA KANDUNG

0 Response to "Cerita Sex Hot Kenikmatan Antara Aku Dan Anakku"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen