Cerita sex,cerita nyata
masturbasi, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
dengan judul “Cerita Sex Hot Juraganku Kekasihku” dan
foto hot terbaru 2016.
Cerita Sex Hot Juraganku Kekasihku
Namaku Adi, umurku 24 tahun, dan berasal dari
Jember. aku kerja sebagai sopir di Kota Malang. Aku
sdh bekerja hampir 2 tahun pada Bosku ini, dan aku
mengumpulkan uang utk melanjutkan kuliahku yg
terpaksa berhenti karena kekurangan biaya. Kata
orang-orang wajahku ganteng, ditambah dgn tubuh
lumayan atletis. Banyak teman SMA-ku yg dulu bilang,
seandainya aku anak orang kaya, pasti sdh jadi playboy
kelas atas. Memang ada beberapa teman cewekku yg
dulu naksir padaku, tetapi tdk aku tanggapi. Mereka
bukan tipeku.
Cerita dewasa hot, Bosku mempunyai anak satu, gadis
berumur 18 tahun yg masih duduk dibangku sekolah
kelas 3 SMA favorit di Kota Malang. Namanya Gina.
Setiap hari aku antar jemput sekolah. Kadang aku
hampir tdk tahan melihat tubuh Gina yg sexy sekali.
Tinggi badannya sekitar 168 cm, dan toketnya besar
dan kelihatannya kencang sekali. Ukurannya kira-kira
36C. Ditambah dgn penampilannya dgn rok mini dan
baju seragamnya yg tipis, membuatku ingin sekali
menyetubuhinya.
Setiap mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku
depan di sampingku, dan kadang-kadang aku melirik
melihat pahanya yg putih bersih atau pada belahan
toketnya yg terlihat dari balik seragam tipisnya itu. Tp
aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak Bosku. Bila aku
macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-
anganku utk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang
itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil
aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku
menunggu Non Gina di gerbang sekolahnya.
Tak lama kemudian dia muncul bersama teman-
temannya.
“Siang, Non Gina…, mari saya bawakan tasnya”.
“Eh…, Mas, Sdh lama nunggunya ya?”, katanya sambil
mengulurkan tasnya padaku.
“Baru aja kok Non..”, jawabku.
“Gin…, ini toh supirmu yg kamu ceritain itu. Ganteng
jg sih…, hahahahaha….”, salah satu temannya
berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hustt..”, sahut Non Gina sambil tersenyum. “Jadi
malu dia nanti..”.
Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non Gina, dan
temannya ternyata jg ikut dan duduk di kursi belakang.
“Mas nih kenalin, temanku”, Non Gina berkata sambil
tersenyum.
Cerita sex terbaru , Aku segera mengulurkan tangan
dan berkenalan.
“Adi”, kataku sambil merasakan tangan temannya yg
halus.
“Ayu”, balasnya sambil menatap dadaku yg bidang dan
berbulu.
“Mas, antar kita dulu ke rumah Ayu di Tidar”, instruksi
Non Gina sambil menyilangkan kakinya sehingga rok
mininya tersingkap ke atas memperlihatkan pahanya yg
putih bersih.
“Iya Non”, jawabku.
Tak terasa k0ntolku sdh tegang melhat pemandangan
itu. Ingin rasanya aku menjilati paha itu, dan kemudian
mengulum toketnya yg padat berisi, kemudian
menyetubuhinya sampai dia meronta-ronta…, oohh.
Tak lama kemudian kitapun sampai di rumah Ayu yg
sepi. Rupanya ortu nya sedang pergi ke luar kota, dan
merekapun segera masuk ke dlm. Tak lama Non Gina
ke luar dan menyuruhku ikut masuk.
“Saya nunggu di luar saja Non”.
“Masuk saja mas ngga pa pa…, sambil minum-minum
dulu…, baru kita pulang”.
Akupun mengikuti perintah Non Gina dan masuk ke dlm
rumah. Ternyata mereka berdua sedang menonton VCD
di ruang keluarga.
“Duduk di sini aja mas”, kata Ayu menunjuk tempat
duduk di sofa di sebelahnya.
“Ayo jangan ragu-ragu…”, perintah Non Gina melihat
aku agak ragu.
“Mulai di putar aja Ayu…”, Non Gina kemudian
mengambil tempat duduk di sebelahku.
Tak lama kemudian…, film pun dimulai…, Woww…,
ternyata film xxx. Di layar tampak seorang pria berkulit
hitam sedang menyetubuhi 2 cewek bule secara
bergantian. Napas Non Gina di sampingku terdengar
memberat, kemudian tangannya meremas tanganku.
Akupun sdh tdk tahan lagi dgn segala macam cobaan
ini. Aku meremas tangannya dan kemudian membelai
pahanya. Tak berapa lama kemudian kamipun
berciuman. Aku tarik rambutnya, dan kemudian dgn
gemas aku cium bibirnya yg mungil itu.
“Hmm… Eh”, Suara itu yg terdengar dari mulutnya, dan
tangankupun tak mau diam beralih meremas-remas
toketnya.
Kubuka kancing seragamnya satu persatu sehingga
tampak toketnya kenyal yg putih mulus punya Non Gina
itu. Aku singkap BH-nya ke bawah sehingga tampaklah
putingnya yg merah muda dan kelihatan sdh menegang.
“Ayo…, kulum dong mas…, ooohhhh”. Tak perlu
dikomando lagi, langsung aku jilat puting toketnya,
sambil tanganku meremas-remas toketnya yg sebelah
kiri.
Aku tdk memperhatikan apa yg dilakukan temannya di
sebelah, karena aku sedang berkonsentrasi utk
memuaskan nafsu birahi Non Gina. Setelah puas
menikmati toketnya, akupun berpindah posisi sehingga
aku jongkok tepat di depan selangkangannya. Langsung
aku singkap rok seragam SMA-nya, dan aku jilat CD-nya
yg berwarna pink. Tampak bulu meqinya yg masih
jarang menerawang di balik CD-nya itu.
“Ayo mas, jilatin meqiku”, Non Gina mendesah sambil
mendorong kepalaku. Langsung aku sibak CD-nya yg
berenda itu, dan kujilati kemaluannya.
“Ohh…, enakk sekali…”, erangan demi erangan
terdengardari mulut Non Gina yg sedang aku kerjai.
Benar-benar beruntung sekali aku bisa menjilati meqi
seorang gadis kecil anak konglomerat. Tanganku tak
henti mengelus-elus, meremas toketnya yg besar dan
kenyal itu.
“Aduh, cepetan dong, yg keras…, aku mau nyampee..,
mmpphhh aahhh..”. Tangan Non Gina meremas
rambutku sambil badannya mengejang.
Bersamaan dgn itu keluarlah cairan kenikmatan dari
lubang meqinya yg langsung aku jilat habis.
Akupun berdiri dan membuka kancing celanaku. Tp
sebelum aku buka celanaku, Non Gina telah ambil alih.
“Saya aja yg buka mas”, katanya.
Tangannya yg halus melepas kancing celanaku, dan
membantuku membukanya. Kemudian tangannya
meremas-remas k0ntolku dari luar CD-ku. Dijilatinya
CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku.
Akupun sdh tak tahan lagi, langsung aku buka CD-ku
sehingga k0ntolku yg sdh tegak, bergelantung ke luar.
“Ohhh, wowww…!!!”, desis Non Gina, sambil tangannya
mengelus-elus k0ntolku.
Tak lama kemudian dijilatinya kemaluanku terus
menyusuri batang k0ntolku. Dijilatinya pula kepala
k0ntolku sebelum dimasukkannya ke dlm mulutnya.
Aku remas rambutnya yg berbando itu, dan aku
gerakkan pantatku maju mundur, sehingga aku seperti
menyetubuhi mulut anak Bosku ini. Rasanya luar
biasa…, bayangkan…, k0ntolku berwarna hitam sedang
dikulum oleh mulut seorang gadis manis. Pipinya yg
putih tampak menggelembung terkena batang
kemaluanku.
“Punyamu gede sekali mas Di…, Gin suka sekali..,
mmmpphhh..”, katanya sambil kemudian kembali
mengulum kemaluanku.
Setelah kurang lebih 15 menit Non Gina menikmati
k0ntolku, dia suruh aku duduk di sofa. Kemudian dia
menghampiriku sambil membuka seluruh pakaiannya
sehingga dia tampak telanjang bulat. Dinaikinya
pahaku, dan diarahkannya k0ntolku ke liang meqinya.
“Ayo.., cepet masukkin dong mas… Gin udah nggak
tahan nih…”, katanya memberi instruksi, aku tahu dia
ingin merasakan nikmatnya k0ntolku. Diturunkannya
pantatnya, dan k0ntolkupun masuk perlahan ke dlm
liang meqinya.
Kemaluannya masih sempit sekali sehingga masih agak
sulit bagi k0ntolku utk menembusnya. Tp tak lama
masuk jg separuh dari k0ntolku ke dlm lubang
kemaluan anak Bosku ini.
“Ahh…, yeah…, sekarang masukin deh k0ntol mas yg
besar itu di meqiku”, katanya sambil naik turun di atas
pahaku.
Tangannya meremas dadanya sendiri, dan kemudian
disodorkannya putingnya utkku.
“Yah, begitu dong mas”, Tak perlu aku tunggu lebih
lama lagi langsung aku lahap toketnya yg montok itu.
Sementara itu Non Gina masih terus naik turun sambil
kadang-kadang memutar-mutar pantatnya, menikmati
k0ntol besar sopirnya ini.
“Sekarang setubuhi Gin dlm posisi nungging… ya mas
Adi…?”, instruksinya. Diapun turun dan menungging
menghadap ke sofa.
“Ayo dong mas…, masukkin dari belakang”, Non Gina
menjelaskan maksudnya padaku. Akupun segera berdiri
di belakangnya, dan mengelus-elus pantatnya yg padat.
Kemudian kuarahkan k0ntolku ke lubang meqinya,
tetapi agak sulit masuknya. Tiba-tiba tak kusangka ada
tangan lembut yg mengelus k0ntolku dan membantu
memasukkannya ke liang meqi Non Gina. Aku lihat ke
samping, ternyata Ayu, yg membantuku menyetubuhi
temannya. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat
dan pahaku.
Aku langsung menyetubuhi Non Gina dari belakang.
Kugerakkan pantatku maju mundur, sambil memegang
pinggul Nonku.
“Ahh…, Mas…, Mas…, Terus dong…, nikmat sekali”,
Non Gina mengerang nikmat. Tubuhnya tampak
berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang.
Kupilin-pilin puting susunya, dan erangan Non Gina
makin hebat.
Ayu sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya
sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan
diciumnya bibirku dgn penuh nafsu. Lidahnya
menerobos masuk ke dlm mulutku. Sambil berciuman
dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak
toketnya yg tdk terlalu besar, tetapi tampak padat.
“Ohh.., terus dong mas… yg cepat dong ahhh… Gin
keluar mas… ohhh…”, Non Gina mengerang makin
hebat.
Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi
k0ntolku.
“Non…, saya jg hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar mas…, keluarin dimulutku…”, kata
Non Gina.
Non Gina dan Ayu berlutut di depanku, dan Ayu yg
sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di
depannya, langsung mengulum k0ntolku di mulutnya.
Sementara itu Non Gina menjilat-jilat buah pelirku.
Mereka berdua bergantian mengulum dan menjilat
k0ntolku dgn penuh nafsu. Akupun sibuk membelai
rambut kedua remaja ini, yg sedang memuaskan nafsu
birahi mereka.
“Ayo, goyang yg keras dong mas…”, Non Gina
memberiku instruksi sambil menelentangkan tubuhnya
di atas karpet ruang keluarga.
“Ayo k0ntolnya taruh di sini mas…”, kata Non Gina
lagi.
Akupun segera menaruh berlutut di atas dada Non-ku
dan menjepit k0ntolku di antara dua bukit kembarnya.
Segera aku maju mundurkan pantatku, sambil tanganku
mengapitkan toketnya.
“Oh, nikmat sekali…”.
Sementara Ayu sibuk mengelap tubuhku yg basah
karena keringat. Tak berapa lama kemudian, akupun tak
tahan lagi. Kuarahkan k0ntolku ke dlm mulut Non Gina,
dan dikulumnya sambil meremas-remas buah pelirku.
“Ahh…, Non…, ahh”, jeritku dan air manikupun
menyembur ke dlm mulut mungil Non Gina. Akupun
tidur menggelepar kecapaian di atas karpet, sementara
Non Gina dan Ayu sibuk menjilati bersih batang
kemaluanku.
Setelah itu kamipun sibuk berpakaian, karena jam sdh
menunjukkan pukul 15.00. Orang tua Gina termasuk
orang tua yg strict pada anaknya, sehingga bila dia
pulang telat pasti kena marah. Di mobil dlm perjalanan
pulang, Gina memberiku uang Rp 1.000.000,-.
“Ambil mas, buat uang lelah, Tp janji jangan bilang
siapa-siapa tentang yg tadi ya”, katanya sambil
tersenyum. Akupun mengangguk senang.
“Besok kita ulangi lagi ya mas…, soalnya Ayu minta
bagian”.
Demikian kejadian ini terus berlanjut. Hampir setiap
pulang sekolah, Non Gina akan pura-pura belajar
bersama temannya. Tetapi yg terjadi adalah dia
menyuruhku utk memuaskan nafsu birahinya dan jg
teman-temannya, Ayu, Linda, Nina, Mimi, Etik, dll.
Tp akupun senang karena selain mendapat penghasilan
tambahan dari Non Gina, akupun dapat menikmati
tubuh remaja mereka yg putih mulus.
Orisex.com berisikan artikel Cerita sex,cerita nyata
masturbasi, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa
dengan judul “Cerita Sex Hot Juraganku Kekasihku” dan
foto hot terbaru
Tagged with: CERITA DEWASA SISWI
CERITA HOT PELAJAR CERITA HOT THREESOME
FOTO SEX PELAJAR KISAH MESUM ABG
NGENTOT DUA PELAJAR NGESEX BERTIGA
PELAJAR NONTON BOKEP PESTA SEX ABG
SEX PERAWAN SEX THREESOME ABG SISWI MANIIAK SEX
SISWI PERAWAN BUGIL
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Cerita Sex Hot Anak Majikan Horny Berat"
Post a Comment