sex abg, cerita nyata gadis, cerita ngentot, cerita
mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Mbak
Ana Gadis” dan foto hot terbaru 2016.
Cerita Sex Mbak Ana GadisJika kalian para wanita merasa tdk percaya diri dgn
berat badanmu, tirulah Ana. Dia tdk pernah minder atau
rendah diri. Senyumnya selalu mengembang. Orangnya
ceria sekali, bertolak belakang dgn Nining. Di samping
itu, Ana sangat tangguh dlm mengejar berat badan
ideal. Karena itu, aku sempat sangat terkejut
menemukan Ana yg langsing.. hanya 49 kg! Sebuah
usaha yg patut mendapatkan penghormatan dariku.
Cerita sex terbaru, Karena sifatnya yg mudah bergaul
plus wajahnya yg cantik, sejak SMP Ana sdh mengenal
pacaran. Sampai kemudian di SMU, kami satu sekolah
jg. Jumlah cowok yg mengisi hari-hari Ana semakin
banyak. Naik kelas 2 SMU, kami satu kelas. Karena aku
dianugerahi IQ yg tinggi (151), pelajaran yg oleh
sebagian besar teman-temanku sulit dicerna terasa
mudah bagiku. Karena itu tak heran jika PR-ku sering
dicontek teman-temanku. Aku memang dgn bebas
mempersilakan siapa pun belajar dariku, kecuali waktu
test. Teman-temanku sering mengganti istilah
‘menyontek’ dgn ‘belajar waktu test’. Ada-ada saja.
Tetapi aku agak ‘pelit’ untuk yg satu ini.
Ana adalah salah satu teman wanita yg minat dan
kemampuannya kurang di pelajaran eksak. Karena
rumahnya tdk jauh dari rumahku, maka Ana adalah salah
satu teman yg paling rajin ke rumahku. Keluarga kami
saling mengenal dgn baik. Jadi kehadiran Ana di
rumahku sdh seperti keluarga sendiri. Ana bebas keluar
masuk rumahku, kecuali keluar masuk kamar tidur
tentunya.
Cerita mesum terbaru, Bahkan sampai kuliah, walaupun
berbeda jurusan, kami tetap satu universitas. Ana
semakin modis dan cantik. Rambutnya disemir
kecoklatan plus ion dgn busana yg mengikuti trend.
Benar-benar tipikal gadis yg mengikuti perkembangan
jaman. Waktu itu aku ingat Ana baru putus dari
pacarnya sebulan yg lalu. Aku tahu karena aku
beberapa kali menjadi teman curhatnya. Suatu sore,
Ana meneleponku.
“Bram.., gue ditembak Davis kemaren.. Wuih.. Gak
nygka anak kuper begitu seleranya tinggi amat..”
cerocos Ana cerewet.
“Hah? Maksud lo.. Anak yg suka ama lo berarti
seleranya tinggi. Gitu?” tanyaku keheranan dgn
kepercayaan dirinya. Over confident nggak ya, kira-
kira?
“Lha iya, lah! Gue kan cantik, baek, seksi, lembut dan
bersahaja..”
“Hehehehe..” aku tertawa.
“Lho.. Kok diketawain? Bener kan, Bram?” Ana nggak
terima ditertawakan.
“Hm.. Iya deh, Ana memang cantik dan sexy. Baik jg
ama Bram. Tp kalo lembut.. Hmm.. Gimana ya.. Agak
kurang pas deh..”
“Waah, ngeledek lo! Aku kan lembut..!!”
“Apanya yg lembut, Ana?” tanyaku pelan sambil agak
berbisik.
“Ada deh.. Bram mau tahu aja..!” jawab Ana membuatku
bertanya-tanya.
Aku yg tadinya tdk berpikir macam-macam ?alias murni
bercanda-, sekarang jadi curiga.
“Ya boleh dong Bram dikasih tahu kelembutannya
Ana..” jawabku makin berbisik.
“Hii.. Merinding aku dengar suaramu!” kata Ana agak
keras. Kami tertawa bersama.
“Tp aku nggak naksir Davis, Bram..” kata Ana
kemudian.
“Oh.. Pasti naksir Bram, kan?” godaku. Kalau betul,
wah, lumayan.
“Yee, GR! Pengen laku yah?” ledek Ana.
Waduh.. Kok sepertinya aku jelek sekali sampai Ana
bicara seperti itu. Tp emang sih aku masih jomblo..
“Trus naksir siapa, Ana? Kamu boleh cerita ama aku
kalau kamu mau..”
“Hm.. Itu, si Ricky. Anak angkatan atas.. Dia cakep,
bodynya keren.. Sexy! Dan bibirnya.. Ugh.. Pengen
kucium sepuasnya!” Ana mulai ceriwis.
Dia tdk sadar aku mendengarkannya dgn terkejut. Wah..
Anak ini.. Tp memang sasaran Ana si Ricky anaknya
cakep.
“Lho, Ana.. Aku kan tingginya nggak beda jauh ama
Ricky? Body-ku jg pas kan? Bibirku jg sexy. Kenapa
lebih memilih Ricky?” godaku lebih jauh. Aku tiba-tiba
ingin tahu posisiku di matanya. Padahal.. Aku sama
sekali tdk menyukai si Ana.
“Tau ah! Pokoknya Ricky! Gimana Bram.. Aku mau kirim
surat ke Ricky nih!”
“Ya.. Terserah lo aja, Ana. Mau kirim surat ya kirim aja.
Lo kan pede orangnya. Masa ginian aja nanya ke aku?”
jawabku sekenanya.
Besok siangnya, sepulang kuliah aku santai di ruang
keluarga. Papa mamaku belum pulang kerja. Adik-
adikku sedang tidur siang. Pembantuku jg tidur
mungkin. Aku sedang mengotak-atik komputer saat itu.
Seingatku waktu itu aku sedang membuat mini games
dgn Turbo Pascal. Kudengar pintu pagar terbuka
disusul suara anjingku yg menggonggong menyambut
tamu yg rupanya sdh dikenalnya. Ana.
“Hai Bram.. Lagi ngapain?” Ana segera duduk di sofa
sambil melihat ke komputerku.
“Lagi nyoba bikin semacam game petualangan.
Tokohnya seekor anjing yg berusaha mengumpulkan
benda-benda untuk menyelamatkan anak-anaknya yg
diculik penjahat.”
“Hm.. Ngeganggu ya? Aku mau curhat boleh?” Tanya
Ana.
Tentu saja boleh. Game computer bisa kubuat kapan
pun. Segera aku simpan pekerjaanku dan kumatikan
komputerku.
“Tentang si Davis atau si Ricky ?” tanyaku menebak.
“Ricky. Aku nggak nygka dia seperti itu.”
“Emangnya ada yg salah dgn Ricky ? Kamu jadi
mengiriminya surat?”
“Aku memutuskan untuk bicara langsung denganya.
Kalau ditolak, tdk masalah. Yg penting tdk ada bukti
tertulis aku pernah menyukainya. Kalau dia sok banget
lalu cerita ke teman-temannya, aku bisa menygkalnya.”
“Wah.. Kamu cerdas jg..” komentarku. Emang bener
sih.
“Ricky menerimaku, Bram. Tp langsung aku putus lagi
dia. Brengsek tuh anak.”
“Lho, ada apa? Kamu menyukainya. Ricky menerimamu,
kenapa batal?”
“Ya emang bener kita saling menyukai. Tp si Ricky
ternyata nafsu sekali. Masa begitu kami jadian, dia
langsung kiss aku, Bram!”
“Hm.. Gak masalah kan jadian lalu kissing? Bagimu
terlalu cepat ya?” tanyaku mencoba memahami Ana.
Aku banyak mendengar cerita dari teman-temanku yg
langsung kissing pada hari jadian mereka. Jadi, aku
menganggap hal itu biasa terjadi.
“Ya bener nggak masalah. Tp masa kissing belum apa-
apa, tangannya sdh mau menjelajahi tubuhku. Meremas
buah dadaku. Wah.. Cowok apaan tuh? Emang pacaran
buat apaan? Nge-sex?” protes Ana.
Kali ini kuakui Ricky memang terburu nafsu. Tp aku
ingin memancing Ana lebih jauh lagi.
“Lho.. Kan nggak harus diputus? Beri kesempatan
dong. Lagian, seingatku, kemarin kamu memuji
keseksiannya. Bibirnya yg menarik.. Kok sekarang
begini? Wajar kan cowok begitu? Salah sendiri kamu
cantik dan sexy, Ana?” tanyaku lagi.
“Bener aku cantik dan sexy menurutmu, Bram?” Tanya
Ana.
Suaranya terdengar agak berat. Menuruntuku dia mulai
ingin menangis.
“Ya, kamu cantik dan sexy.. Wajar kalau Ricky ingin
menyentuhmu..” aku agak nekat berkata seperti ini.
Perkataanku kali ini keluar dari jalur empatiku terhadap
Ana. Resikonya Ana akan berpikiran aku seperti Ricky.
Tp ternyata Ana agak memerah mukanya. Aku belum
berani mengartikan perubahan warna mukanya.
“Kalau Bram.. Apa ingin menyentuhku?” bisik Ana.
Kali ini aku seperti disambar petir. Sungguh di luar
dugaanku. Sekian detik aku berusaha mencerna maksud
kalimatnya. Merekonstruksi kejadian telepon kemarin,
kisah Davis, dan Ricky. Aku punya dugaan, tetapi aku
belum yakin. Tiba-tiba darahku berdesir. Aku tegang
memikirkan kata-kataku selanjutnya untuk memancing
apa maksud Ana.
“Hmmmm.. Ana terlalu berharga untuk sekedar di
sentuh..” bisikku.
Kali ini aku menyelidiki matanya. Eyes never lies. Pupil
matanya mengecil. Ana menyimpan sesuatu.
“Lalu apa yg ingin cukup berharga untuk Bram lakukan
terhadap Ana?” tanyanya kemudian.
Dugaanku semakin kuat. Aku hampir melonjak
kegirangan ketika menemukan kesimpulanku. Tp aku
bukan pria yg gegabah. Aku masih membutuhkan
tambahan informasi untuk dugaanku. Kurasakan
k0ntolku ereksi. Entahlah, kalau otakku lagi menaikkan
kinerjanya, seringkali k0ntolku ereksi.
“Kalau aku.. Aku akan membuat Ana melayg. Menembus
awan, terbang ke langit merasakan kebebasan. Ya..
Bram mungkin akan jauh lebih berani dari Ricky..”
Aku berdebar menantikan reaksi Ana. Aku berharap
pembaca mengerti. Dlm dugaan di pikiranku saat itu,
cerita tentang si Ricky adalah rekayasa Ana. Aku sdh
pada satu kesimpulan bahwa Ana menyukai dan
menginginkanku. Dan Ana memancingku untuk
mengetahui seberapa berani aku terhadapnya. Tetapi
memang dugaanku ini menyisakan kemungkinan untuk
salah. Jika ternyata Ana jujur, maka aku sdh telanjur
mengungkapkan hasratku. Aku setali tiga uang dgn
Ricky. Menginginkan tubuh Ana.
“Bagaimana cara Bram membawaku terbang melayg..?”
bisik Ana sambil mendekatkan wajahnya.
Aku mulai bisa merasakan hangat nafasnya. Aku jadi
takut melangkah. Seharusnya aku sdh menciumnya saat
itu. Merengkuh tubuhnya dan menunjukkan caraku
membawanya terbang melayg. Daripada dgn kata-kata,
jauh lebih baik dgn perbuatan. Tp justru sikap Ana
membuatku hati-hati. K0ntolku semakin tegang. Gila..
Apa maksudmu, Ana?
Sedetik.. 2 detik.. 3 detik.. Dan aku memutuskan untuk
tdk menciumnya.
Aku berdiri dan duduk di sofa di sampingnya. Ini
rumahku. Tentu aku tdk mau dipermalukan di rumahku
sendiri. Tampaknya aku kehilangan momen menentukan
tadi.
“Bram?” bisik Ana. Dia memalingkan tubuhnya
menghadapku.
“Aku bisa mencumbumu, membuat tubuhmu merasakan
kenikmatan dan akhirnya bercinta dgnmu, membawamu
terbang melayg. Tetapi aku menghargaimu, Ana. Aku
bukan Ricky. Aku tdk akan menyentuh tubuhmu tanpa
ijinmu. Tanpa kau sendiri yg menginginkannya untuk
aku lakukan terhadapmu..” aku akhirnya memilih
berhati-hati.
Sesaat aku ingin kesempatan yg tadi terulang. Mungkin
aku betul-betul akan menciumnya kalau kesempatan
itu ada lagi.
Plak!, sebuah tamparan dari Ana ke wajahku. Aku
terkejut. Tdk ada alasan bagi Ana untuk berhak
menamparku. Aku tdk bersalah. Sedetik kemudian aku
sadar. Ini mungkin momen kedua. Tamparan tadi pasti
ijin dari Ana agar aku menciumnya. Dan aku merengkuh
tubuhnya. Menciumnya tepat di bibirnya.
Ana menyambut ciumanku dgn dahsyat. Bibirnya
bergerak lincah berpadu dgn lidahnya yg menari-nari
mencumbuku. Aku merasakan sensasi baru dlm
bercumbu karena kehebatan Ana memainkan lidahnya.
Lidahnya seperti punya nyawa sendiri. Bisa hidup dan
bergerak sendiri. Aku tentu saja tdk mau kalah.
Kugunakan bibir dan lidahku pula untuk melayani
permainannya. Benar-benar percumbuan yg panas.
Tangannya mengacak-acak rambuntuku. Sedangkan aku
terkonsentrasi pada bibirnya. Tanganku menahan
lehernya agar tetap dekat dgnku.
“Uhm..” ciumanku beralih ke pipi, leher dan telinganya.
Ana menggelinjang hebat ketika aku mencium
telinganya.
“Ughh..” desah Ana.
Bahasa tubuh Ana ini khas sekali. Sangat penuh dgn
sentakan. Seakan-akan seluruh tubuhnya berisi titik-
titik peka yg mudah dirangsang. Bagian apa pun yg
kusentuh dgn tanganku, membuatnya menggelinjang.
Gadis ini liar dan menggairahkanku!
“Si Ricky itu rekayasamu, ya?” bisikku di telinganya
untuk memastikan dugaanku.
“I.. Iyah..” jawab Ana sambil menahan nikmat.
Aku tertawa penuh kemenangan dlm hati. Dugaanku
ternyata benar. Untung aku tdk kehilangan momen
keduaku ini. Tanganku menyelusup ke balik kaosnya.
Meraba kait bra-nya yg 34C dan melepas bra-nya
turun. Dgn lembut aku menempatkan telapak tanganku
ke buah dadanya. Aku meletakkan putingnya tepat di
tengah telapak tanganku dan mulai kuputar tanganku.
Sesekali aku menekan buah dadanya yg lembut.
“Kau.. Memang lembut Ana..” bisikku.
Lidahku kini memasuki telinganya. Ana kegelian. Sontak
kepalanya menunduk ke arah bahunya, menjepit
wajahku. Refleks menahan geli. Tangan kiriku dgn
leluasa menjelajahi punggungnya yg ditumbuhi bulu-
bulu sangat halus. Ana beberapa kali tersentak
menahan rangsangan di punggungnya. Wah.. Gadis ini
mudah sekali dirangsang, pikirku.
Bibir kami kembali beradu. Bercumbu dgn sebebas-
bebasnya. Sepuas-puasnya. Aku terkejut ketika tiba-
tiba Ana melenguh cukup keras. Kuatir kalau adik atau
pembantuku terbangun dari tidurnya. Dgn bersemangat
aku menggendong tubuh Ana. Sambil tetap bercumbu
aku membawanya masuk ke kamarku. Membaringkan
tubuh Ana ke spring bed, mengunci pintu, menyalakan
AC dan memutar radio. Setdknya suara Ana tdk akan
terdengar sampai keluar.
Begitu aku selesai memutar radio, kulihat Ana sdh
melepas kaosnya dan celana dalamnya. Dia telanjang
bulat di depanku. Sungguh tubuhnya sangat indah.
Buah dadanya yg 34C terlihat begitu memukau.
Bentuknya sangat seksi. Pas di tubuhnya yg langsing.
Beberapa saat kami berhadap-hadapan. Aku menikmati
memperhatikan tubuhnya yg utuh.
Ana kemudian melompat ke arahku. Memelukku sambil
tangannya bergerak cepat melepas kaos dan celanaku.
Sangat terampil dan cekatan. Dlm waktu singkat kami
sama-sama telanjang bulat. Ana sungguh liar. Sambil
sama-sama berdiri kami bercumbu lagi. Beberapa kali
aku harus menahan keseimbangan agar tdk terjatuh.
Ternyata sulit bercumbu dgn penuh semangat sambil
berdiri tanpa sandaran. Perlahan aku menyandarkan
tubuh Ana ke dinding kamarku. Eh, Ana tdk mau. Aku yg
disandarkannya ke dinding kamarku. Dia menyerangku.
Mencumbuku dgn semangat. Lidahnya mulai menyapu
leherku, dan menggigitku kecil. Kemudian turun ke
dada, perut dan akhirnya menemukan k0ntolku yg sdh
berdiri tegak.
“Ogghhhh..” aku melenguh menahan nikmat saat Ana
mulai mengoralku.
Tdk hanya mengoral. Tangannya jg aktif memijat
k0ntolku dari batang k0ntol, menuju pangkal k0ntol.
Memainkan testisku, kadang tangannya dgn nakal
membuat guratan maya dari k0ntol ke anusku. Sangat
menggairahkan. Oralnya dahsyat jg. Ana tanpa segan
mengulum k0ntolku dan sepertinya dia berusaha
menelan semua k0ntolku!
“Ohh.. Ohh..” aku hanya bisa mendesah.
Kepala k0ntolku semakin membesar dgn warna
kemerahan. Aku tahu, ini ereksi maksimalku. K0ntolku
mencapai diameter terbesarnya. Sekitar 4.2 ? 4.7 cm.
Ana makin bersemangat mengoralku. Sekarang dia
berusaha menghisap kepala k0ntolku. Oh.. Dia
menemukan sisi lemah k0ntolku. Aku paling tdk tahan
kalau serangan oral ditujukan hanya ke kepala
k0ntolku.
“Lepas dulu Ana, aku tdk tahan..” bisikku.
Daripada aku orgasme saat itu, rugi berat. Aku harus
pandai mengatur tempo. Ana mematuhiku. Dia hanya
memijat k0ntolku dgn tangannya. Perlahan aku ikut
menunduk. Mataku menatap selangkangannya. Ana
tampaknya mengerti maksudku. Dia duduk di atas
spring bed dan membuka kakinya lebar-lebar. Kepalaku
masuk dan aku mulai mengoralnya. Baunya mirip dgn
Nining, sama-sama khas. Tetapi bau milik Ana lebih
harum. Belakangan aku tahu Ana menggunakan
pengharum khusus. Aku merasa lebih enjoy mengoral
Ana kali ini. Memek Ana bulunya dicukur sampai hanya
tersisa sedikit. Aku menyibak labia mayoranya dan
mulai menyedot memeknya.
“Ughh..” Ana melenguh.
Lidahku menari-nari dgn bebas. Menghisap dan
menjilat dgn leluasa. Aku seperti menemukan sirup
kental asin di memeknya yg basah. Aku mulai terbiasa
dgn rasa asin itu. Kunikmati saja. Srrt.. H.. Slurrpp..,
aku benar-benar mengoral Ana sepuasku. Tubuh Ana
tersentak-sentak. Rambuntuku dijambaknya dgn keras.
Bahkan kadang tangannya mengepal memukuli tubuhku.
“Bram, Ohh.. Kau.. Ohh..” suara Ana tak kudengar
jelas.
Dia meraung dan menggelinjang. Setelah beberapa
menit, muluntuku terasa capek. Aku kemudian
menggunakan dua buah jariku untuk mencari G-
spotnya. Di dinding dlm memeknya, aku menemukan
daerah yg ada bintik-bintik kecilnya. Aku berhenti
disitu dan mulai merangsangnya disitu. Tubuh Ana
bergetar makin hebat. Aku belum yakin apakah itu G-
Spotnya, tetapi yg jelas reaksi tubuh Ana sungguh
dahsyat. Dia sampai menjerit dan berteriak..
“Ohh.. Nikmat!! Terus Bram..!”
Aku tak peduli apakah teriakan Ana terdengar sampai
keluar. Yg jelas aku makin bersemangat menyiksanya
dgn kenikmatan. Tak lama kemudian aku mengambil
kondom dan memakainya. Aku sampai saat itu masih
tetap ingin bercinta dgn kondom. Ana tampaknya tdk
keberatan aku memakai kondom.
“Sdh pengalaman pakai kondom ya?” goda Ana. Aku
tersenyum. Jadi ingat Nining, nih.
Aku meminta Ana membalikkan tubuhnya. Ingin kucoba
posisi doggy. Perlahan kumasukkan k0ntolku. Ternyata
lebih mudah memasukkan k0ntol dgn posisi seperti ini.
Mulai kudorong lebih dlm dan.. ‘bless..’ k0ntolku
sukses memasuki sarang kenikmatan.
Kami bercinta dgn dahsyat. Pertama aku memompa
k0ntolku dgn tempo pelan. Menikmati setiap
gesekannya. Kemudian temp bertambah cepat.
Bertambah cepat lagi dan akhirnya sampai terdengar
bunyi yg khas setiap aku memompakan k0ntolku ke
memeknya.
Ana kali ini lebih diam. Dia hanya melenguh sesekali.
Kulihat bibirnya merapat. Mungkin ini caranya
menikmati persetubuhan. Aku terus memompa
k0ntolku. Keluar masuk memeknya. Sesekali aku
berhenti untuk mengambil nafas, memutar-mutar
k0ntolku dan kalau aku sdh di ambang orgasme, aku
berhenti lagi. Aku tdk mau tergesa-gesa orgasme.
“Ganti posisi, Bram..” kata Ana.
Aku kemudian telentang di springbedku. Ana menaikiku
dari atas. Kubantu k0ntolku memasuki memeknya.
Wah, ini pertama kalinya aku bercinta dgn tubuh di
bawah. Aku sedikit kesakitan waktu Ana hendak
menurunkan tubuhnya. Agak kurang pas mungkin.
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kami sukses
melakukannya.
Ternyata enak jg. Aku tdk banyak bergerak. Hanya
tanganku sesekali meremas lembut buah dadanya.
Selebihnya Ana yg aktif. Tampaknya ini posisi favorit
Ana. Dia memutar-mutar pantatnya, naik turun
mempermainkan k0ntolku. Kurasakan denyut
memeknya yg menjepit k0ntolku. Luar biasa. Aku
akhirnya bisa bercinta lebih lama dibanding dgn Nining.
“Ohh.. Ohh..” Suara Ana menikmati percintaan kami.
Tak lama kemudian kurasakan tubuh Ana bergetar
makin hebat, makin hebat dan gerakannya makin cepat.
Ana sedang berlari mengejar orgasmenya. Beberapa
saat kemudian Ana menghentikan gerakannya.
Tubuhnya menegang dan ia melenguh panjang..
Rupanya Ana mencapai orgasmenya. Yg aku ingat, ada
ciri menarik dari orgasme Ana. Orgasmenya berbunyi!
Ada bunyi yg keluar dari memeknya. Aku sampai
terheran-heran kemudian tertawa.
“Kamu orgasme ya? Kok bunyi?” kataku heran.
“Iyaa.. Jangan diledek ya!” kata Ana manja.
Posisi berganti lagi. Aku memilih posisi konvensional
dgn tubuhku diatas. Aku ingin menikmati melihat wajah
dan tubuh Ana dgn bebas. Dgn posisi ini, energi yg
kukeluarkan makin banyak. Tak lama kemudian akupun
orgasme. Aku dgn lega menyemburkan spermaku.
Kemudian kutarik k0ntolku dan kulepas kondomnya.
“Kamu luar biasa..” bisikku sambil mencium hidungnya.
“Makasih ya Bram.. Aku sdh lama menyaygimu. Tp
kupikir kamu anaknya kuper. Cuma mengurus komputer
dan buku kuliah. Ternyata kamu menikmati sex jg..”
“Kamu kapan mulai kenal Sex, Ana?” tanyaku sambil
memeluk pinggangnya dan mengelusnya lembut.
“Dari SMU kelas 1, Bram. Tuh si Erdy yg dapat.” Kata
Ana terus terang.
Wah, aku tdk suka mengetahui siapa cowok yg pernah
bercinta dgn wanita yg berbagi kenikmatan dgnku.
Tetapi aku menghargai Ana yg berterus terang.
“Kamu hipersex ya, Ana?” tanyaku lagi.
“Engga tuh, Bram. Aku angin-anginan. Kalau aku lagi
penasaran dgn seseorang, aku bisa tiba-tiba bergairah
dengannya. Tp pernah jg aku pacaran 5x tanpa making
love. Malas aja gitu. Tak tentu deh.”
Aku mendapatkan jawaban yg berbeda lagi. Jangan-
jangan tiap wanita berbeda jawabannya?
“Kalau lagi kepingin.. Kamu memilih masturbasi atau
making love?”
“Ya making love lah! Jauh lebih enak. Ngapain
masturbasi? Tp aku tdk bisa making love dgn
sembarang pria, Bram. Kamu orang ke tiga yg ML
dgnku.”
Aduh.. Aku orang ketiga! Aku benar-benar tdk suka
kejujuran seperti ini. Tdk ada perlunya aku tahu bahwa
aku orang ke tiga yg bercinta dengannya.
“Lalu.. apakah sex itu sangat penting bagimu? Apakah
sex itu salah satu yg terutama?” aku kemudian
menceritakan rasa penasaranku terhadap wanita .
Aku jg bercerita tentang pendapat Lucy dan Nining.
“Dulu aku berpikiran tdk. Tetapi setelah merasakan ML
pertamaku yg luar biasa, aku jadi merasa sangat
membutuhkan sex. Rasanya, memang sex menjadi
salah satu yg utama.”
“Oh ya? Kalau ada cowok dgn daya seks yg hebat,
tetapi dia tdk setia, tdk menghargaimu dan banyak sisi
negatifnya.. Dibanding dgn cowok yg setia,
menghargaimu.. Dan banyak sisi positifnya, tetapi daya
seksnya sangat lemah atau impoten, kamu pilih yg
mana?” tanyaku kemudian.
“Wah.. Susah nih jawabnya.
Lagian tdk mungkin kan seseorang dgn potensi sex
hebat tp semua pribadinya jelek? Dan jg aku rasa
hanya sedikit orang yg impoten permanen. Selebihnya
pasti ada solusi untuk impotensinya.”
“Jawab aja. Aku cuma ingin tahu.” desakku pelan.
“Hmmm.. Kamu jangan cerita ke orang lain ya. Papaku
sekarang impotent. Tp dia jauh lebih baik dibanding
dulu. Dari curhatnya Mama ke aku, rasanya Mama lebih
suka Papa yg sekarang deh.”
“Itu kan Mamamu. Kalau kamu?”
“Susah, Bram, aku jawab lain kali ya?”
Nah, aku tdk bisa memaksanya bukan? Jawaban kira-
kira jg tdk akan enak disimpulkan. Yah, aku berharap
dgn berjalannya waktu, Ana akan terus berpikir dan lalu
menyimpulkannya. Cerita sex abg, cerita nyata gadis,
cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul
“Cerita Sex Mbak Ana Gadis” dan foto hot terbaru
Tagged with: CERITA DEWASA GADIS
CERITA MESUM GADIS CERITA NGENTOT GADIS
CERITA SEX GADIS GADIS REMAJA HOT
MEMEK SEMPIT GADIS NGENTOT GADIS PERAWAN
0 Response to "Cerita Sex Ana Gadis Cantik Dan Seksi"
Post a Comment