Toket Montok Gadis SMA Bikin Nafsu

"Wan.. Kita ajak mereka
yuk.." kata Andi.
"Boleh aja kalau mereka
mau" jawabku.
"Tapi lu yang traktir ya
bos.., kan baru ngambil duit
nih"
"Beres deh"
Andi pun kemudian
menghampiri mereka dan
mengajak berkenalan.
Memang Andi ini pemberani
sekali dalam hal begini. Dia
memang terkenal playboy,
punya banyak cewek. Hal itu
didukung dengan
perawakannya yang lumayan
ganteng.
"Lisa.." kata gadis berambut
pendek itu saat mengenalkan
dirinya.
"Ini temannya siapa
namanya" tanyaku sambil
menatap gadis seksi
temannya.
"Novi" kata gadis itu sambil
mengulurkan tangannya.
Langsung kusambut jabatan
tangannya yang halus itu.
Aku dan Andi lalu pindah ke
meja mereka. Kami berempat
berbincang-bincang sambil
menikmati hidangan masing-
masing. Ketika diajak,
mereka setuju untuk jalan-
jalan bersama ke Puncak.
Setelah selesai makan, waktu
berjalan menuju mobil,
kulihat payudara Novi
tampak sedikit bergoyang-
goyang saat dia berjalan.
Ingin rasanya kulumat habis
payudara gadis belia itu.
*****
Setelah berjalan-jalan di
Puncak menikmati
pemandangan, kami pun cek
in di sebuah motel di sana.
"Lu kan yang traktir Wan.. Lu
pilih yang mana?" bisik Andi
saat kami sedang mengurus
cek-in. Memang sebelumnya
aku yang janji akan traktir,
karena aku baru saja
menerima pembayaran dari
salah satu proyekku.
"Novi" jawabku pendek.
"Hehe.. Lu nafsu liat bodynya
ya?" bisik Andi lagi sambil
tertawa kecil. Setelah itu,
kamipun segera cek-in.
Kugandeng tangan Novi,
sedangkan Andi tampak
merangkul bahu Lisa menuju
kamar.
Setelah kukunci pintu kamar,
tak sabar langsung kudekap
tubuh Novi. Langsung kucium
bibirnya dengan penuh
gairah. Tanganku dengan
gemas meremas gundukan
payudaranya. Setelah puas
menciumi bibirnya, kuciumi
lehernya, dan kemudian
segera kubuka kancing baju
seragamnya.
"Iih Mas.. Udah nggak sabar
pengin nyusu ya?" godanya.
Tak kuhiraukan
perkataannya, langsung
kuangkat cup BH-nya yang
tampak kekecilan untuk
menampung payudaranya
yang besar itu. Langsung
kuhisap dengan gemas
daging kenyal milik Novi,
gadis SMA cantik ini.
"Ahh.. Ahh" erangnya ketika
puting payudaranya yang
telah mengeras kujilati dan
kuhisap. Tangan Novi
mengangkat payudaranya,
sambil tangannya yang lain
menekan kepalaku ke
dadanya.
"Enak Mas.. Ahh" erangnya
lebih lanjut saat mulutku
dengan ganas menikmati
payudara yang sangat
menggoda nafsu birahiku.
"Jilati putingnya Mas.."
pintanya. Erangannya
semakin menjadi dan
tangannya menjambak
rambutku ketika kuturuti
permintaannya dengan
senang hati.
Puas menikmati payudara
gadis belia ini, kembali
kuciumi wajahnya yang
cantik. Lalu kutekan
bahunya, dan diapun
mengerti apa yang aku mau.
Dengan berjongkok di
depanku, dibukanya
restleting celanaku. Tak
sabar, kubantu dia membuka
seluruh pakaianku.
"Ih.. Mas, gede banget.."
desahnya lirih ketika penisku
mengacung tegak di depan
wajahnya yang cantik.
Dielusnya perlahan batang
kemaluanku itu.
"Memang kamu belum pernah
liat yang besar begini?"
"Belum Mas.. Punya cowok
Novi nggak sebesar ini."
jawabnya. Tampak matanya
menatap gemas ke arah
kemaluanku.
"Arghh.. Enak Nov.." erangku
ketika Novi mulai mengulum
kepala penisku.
Dijilatinya lubang kencingku,
dan kemudian dikulumnya
penisku dengan bernafsu.
Sementara itu tangannya
yang halus mengocok batang
penisku. Sesekali diremasnya
perlahan buah zakarku. Rasa
nikmat yang tiada tara
menghinggapi tubuhku,
ketika gadis cantik ini
memompa penisku dengan
mulutnya. Kulihat kepalanya
maju mundur menghisapi
batang kejantananku.
Kuusap-usap rambutnya
dengan gemas. Karena capai
berdiri, akupun pindah duduk
di kursi. Novi kemudian
berjongkok di depanku.
"Novi isap lagi ya Mas.. Novi
belum puas.." katanya lirih.
Kembali mulut gadis belia ini
menghisapi penisku. Sambil
mengelus-elus rambutnya,
kuperhatikan kemaluanku
menyesaki mulutnya yang
mungil. Ruangan segera
dipenuhi oleh eranganku,
juga gumaman nikmat Novi
saat menghisapi
kejantananku. Saat
kepalanya maju mundur,
payudaranya pun
bergoyang-goyang
menggoda. Kuremas dengan
gemas bongkahan daging
kenyal itu.
"Nov.., jepit pakai susumu
Nov.." pintaku.
Novi langsung meletakkan
penisku di belahan
payudaranya, dan kemudian
kupompa penisku. Sementara
itu tangan Novi menjepitkan
payudaranya yang besar,
sehingga gesekan daging
payudaranya memberikan
rasa nikmat luar biasa pada
penisku.
"Yes.. Yes.." akupun tak
kuasa menahan rasa
nikmatku. Setelah beberapa
lama, kusodorkan kembali
penisku ke mulutnya, yang
disambutnya dengan penuh
nafsu.
Setelah puas menikmati mulut
dan payudara gadis SMA ini,
kuminta dia untuk bangkit
berdiri. Kuciumi lagi bibirnya
dan kuremas-remas
rambutnya dengan gemas.
Tanganku melepas restleting
rok seragam abu-abunya,
kemudian kuusap-usap
vaginanya yang mulai
mengeluarkan cairan
membasahi celana dalamnya.
Kusibak sedikit celana dalam
itu dan kuusap-usap bibir
vagina dan klitorisnya.
Tubuh Novi menggelinjang di
dalam dekapanku.
Erangannya semakin menjadi.
Aku sudah ingin menyetubuhi
gadis muda ini. Kubalikkan
badannya dan kuminta dia
menungging bertumpu di meja
rias. Kubuka celana dalamnya
sehingga dia hanya tinggal
mengenakan baju
seragamnya yang
kancingnya telah terbuka.
"Ahh.." jeritnya panjang
ketika penisku mulai
menerobos vaginanya yang
sempit.
"Gila.. Memekmu enak banget
Nov.." kataku ketika
merasakan jepitan dinding
vagina Novi.
Langsung kupompa penisku
di dalam vagina gadis cantik
itu. Sementara itu, tanganku
memegang pinggulnya,
terkadang meremas
pantatnya yang membulat.
Novi pun menjerit-jerit
nikmat saat tubuh belianya
kusetubuhi dengan gaya
doggy-style. Kulihat di kaca
meja rias, wajah Novi
tampak begitu merangsang.
Wajah cantik gadis belia
yang sedang menikmati
persetubuhan. Payudaranya
pun tampak bergoyang-
goyang menggemaskan di
balik baju seragamnya yang
terbuka.
Bosan dengan posisi ini, aku
kembali duduk di kursi. Novi
lalu duduk membelakangiku
dan mengarahkan penisku ke
dalam vaginanya. Kusibakkan
rambutnya yang panjang
indah itu dan kuciumi
lehernya yang putih mulus.
Sementara itu tubuh Novi
bergerak naik turun
menikmati kejantananku.
Tanganku tak ketinggalan
sibuk meremas payudaranya.
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi
seirama dengan goyangan
badannya di atas tubuhku.
Terkadang erangan itu
terhenti saat kusodorkan
jemariku untuk dihisapnya.
Beberapa saat kemudian,
kuhentikan goyangan
badannya dan kucondongkan
tubuhnya agak ke belakang,
sehingga aku dapat
menghisapi payudaranya.
Memang enak sekali
menikmati payudara kenyal
gadis cantik ini. Dengan
gemas kulahap bukit
kembarnya dan sesekali
kujilati puting payudara yang
berwarna merah muda.
Erangan Novi semakin keras
terdengar, membuat aku
menjadi semakin bergairah.
Setelah selesai aku
menikmati payudara
ranumnya, kembali tubuh
belia Novi mencari pelepasan
gairah mudanya dengan
memompa penisku naik turun
dengan liar. Tak kusangka
seorang gadis SMA dapat
begini binal dalam bermain
seks.
Cukup lama aku menikmati
persetubuhan dengan gadis
cantik ini di atas kursi. Lalu
kuminta dia berdiri, dan
kembali kami berciuman.
Kubuka baju seragam
sekolah berikut BH-nya
sehingga sekarang kami
berdua telah telanjang bulat.
Kembali dengan gemas
kuremas dan kuhisap
payudara gadis 17 tahunan
itu. Aku ingin segera
menuntaskan permainan ini.
Lalu kutuntun dia untuk
merebahkan diri di atas
ranjang. Aku pun kemudian
mengarahkan penisku
kembali ke dalam vaginanya.
"Ahh.." erang Novi kembali
ketika penisku kembali
menyesaki liang
kewanitaannya.
Langsung kupompa dengan
ganas tubuh anak sekolah
ini. Erangan nikmat kami
berdua memenuhi ruangan
itu, ditambah dengan bunyi
derit ranjang menambah
panas suasana. Kulihat Novi
yang cantik menggelengkan
kepalanya ke kanan dan ke
kiri menahan nikmat.
Tangannya meremas-remas
sprei ranjang.
"Mas.. Novi hampir sampai
Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh"
jeritnya sambil tubuhnya
mengejang dalam dekapanku.
Tampak dia telah mencapai
orgasmenya. Kuhentikan
pompaanku, dan tubuhnya
pun kemudian lunglai di atas
ranjang. Kuperhatikan butir
keringat mengalir di
wajahnya nan ayu.
Payudaranya naik turun
seirama dengan helaan
nafasnya. Payudara belia
yang indah, besar, kenyal,
dan padat. Mulutku pun
dengan gemas kembali
menikmati payudara itu
dengan bernafsu.
Setelah itu, kucabut penisku
dan kembali kujepitkan di
payudaranya. Kali ini aku
yang menjepitkan daging
payudaranya pada penisku.
Novi masih tampak terkulai
lemas. Lalu kupompa kembali
penisku dalam belahan
payudara gadis ini. Jepitan
daging kenyal itu membuatku
tak dapat bertahan begitu
lama. Tak lama aku pun
menyemburkan spermaku di
atas payudara gadis SMA
yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di
motel tersebut. Selama di
sana, aku sangat puas
menikmati tubuh sintal Novi.
Berulang kali aku
menyetubuhinya, baik di atas
ranjang, di meja rias, di
kursi, ataupun di kamar
mandi sambil berendam di
bathtub. Sebenarnya ingin
aku menginap lebih lama lagi,
tetapi hari Senin itu aku
harus menemui klienku di
pagi hari, sementara ada
bahan yang masih perlu
dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun
kembali ke Bogor. Kali ini
ganti Andi yang menyetir
mobilku. Lisa duduk di kursi
penumpang di depan,
sedangkan Novi dan aku
duduk di belakang. Dalam
perjalanan, melihat Novi
yang cantik duduk di
sebelahku, dengan rok mini
yang memamerkan paha
mulusnya, membuatku
kembali bergairah. Akupun
mulai menciuminya sambil
tanganku mengusap-usap
pahanya. Kusibakkan celana
dalamnya, dan kumainkan
vaginanya dengan jemariku.
"Ehmm.." erangnya saat
klitorisnya kuusap-usap
dengan gemas.
Erangannya terhenti karena
mulutnya langsung kucium
dengan penuh gairah.
Tanganku lalu membuka baju
seragam sekolahnya.
Kuturunkan cup BH-nya
sehingga payudaranya yang
besar itu segera mencuat
keluar menantang.
"Suka banget sih Mas..
Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus
banget" bisikku.
Desah Novi kembali
terdengar ketika lidahku
mulai menari di atas puting
payudaranya yang sudah
menonjol keras. Kuhisap
dengan gemas gunung
kembar gadis cantik ini
hingga membuat tubuhnya
menggelinjang nikmat.
"Gantian dong Nov" bisikku
ketika aku sudah puas
menikmati payudaranya yang
ranum.
Kami pun kembali berciuman
sementara tangan Novi yang
halus mulai membukai
resleting celanaku.
Diturunkannya celana
dalamku, sehingga penisku
yang telah membengkak
mencuat keluar dengan
gagahnya. Novi pun
kemudian mendekatkan
wajah ayunya pada
kemaluanku itu, dan rasa
nikmat menjalar di tubuhku
ketika mulutnya mulai
mengulum penisku. Sambil
menghisapi penisku, Novi
mengocok perlahan
batangnya, membuatku tak
tahan untuk menahan
erangan nikmatku.
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga
pengen dong..". Tiba-tiba
aku dikagetkan oleh suara
Lisa yang ternyata entah
sejak kapan memperhatikan
aktifitas kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku
sambil mengelus-elus rambut
Novi yang masih menghisapi
penisku.
Lisa pun kemudian melangkah
pindah ke bangku belakang.
Langsung kuciumi wajahnya,
yang walaupun tidak secantik
Novi tetapi cukup manis.
Lidahku dan lidahnya sudah
saling bertaut, sementara
Novi masih sibuk menikmati
penisku.
"Di.. Bentar ya nanti
gantian.." kataku pada Andi
yang melotot melihat dari
kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya
sambil terus melotot melihat
pemandangan di bangku
belakang mobilku. Setelah
puas berciuman, kucabut
penisku dari mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu
suka" kataku sambil sedikit
menekan kepala Lisa agar
mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.."
katanya sambil dengan
imutnya menyibakkan rambut
yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat
Lisa memasukkan penisku ke
dalam mulutnya. Dihisapinya
batang kemaluanku seperti
anak kecil sedang memakan
permen lolipop. Rasa nikmat
yang tak terhingga menjalari
seluruh syarafku.
Cukup lama juga Lisa
menikmati penisku.
Sementara itu Novi kembali
menyodorkan payudara
mudanya untuk kunikmati.
Setelah beberapa lama
kuhisapi payudaranya, Novi
kemudian mendekatkan
wajahnya ke arah
kemaluanku dan menciumi
buah zakarku, sementara
Lisa masih sibuk mengulum
batang kemaluanku.
"Nih gantian Nov.." katanya
sambil menyorongkan
penisku ke mulut Novi yang
berada di dekatnya. Novi
pun dengan sigap kembali
mempermainkan kemaluanku
dengan mulutnya. Sementara
itu, kali ini gantian Lisa yang
menjilati dan menciumi buah
zakarku.
Saat itu aku merasa seperti
sedang berada di surga. Dua
orang gadis SMA yang cantik
sedang menghisapi dan
menjilati penisku secara
bergantian. Kuelus-elus
kepala gadis-gadis ABG yang
sedang menikmati
kelelakianku itu. Nikmat yang
kurasakan membuatku
merasa tak akan tahan
terlalu lama lagi. Tetapi
sebelumnya aku ingin
menyetubuhi Lisa. Ingin
kurasakan nikmat jepitan
vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk duduk di
pangkuan sambil
membelakangiku. Kusibakkan
celana dalamnya, sambil
kuarahkan penisku dalam
liang nikmatnya. Sengaja tak
kuminta dia untuk membuka
pakaiannya, karena aku tak
mau menarik perhatian
kendaraan yang melintas di
luar sana.
"Ah.." desah Lisa ketika
penisku mulai menyesaki
vaginanya yang tak kalah
sempit dengan kepunyaan
Novi.
Lisa kemudian menaik-
turunkan tubuhnya di atas
pangkuanku. Novi pun tak
tinggal diam, diciuminya aku
ketika temannya sedang
memompa penisku dalam
jepitan dinding
kewanitaannya. Goyangan
tubuh Lisa membuatku
merasa akan segera
menumpahkan spermaku
dalam vaginanya. Aku
berusaha sekuat tenaga
agar tidak ejakulasi terlebih
dahulu sebelum dia orgasme.
Sambil menciumi Novi,
tanganku memainkan klitoris
Lisa.
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau
sampai.." desahnya. Semakin
cepat kuusap-usap
klitorisnya, sedangkan tubuh
Lisa pun semakin cepat
memompa penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat
mengalami orgasmenya.
Tubuhnya tampak mengejang
dan kemudian terkulai lemas
di atas pangkuanku. Aku pun
mengerang tertahan saat
aku menyemburkan
ejakulasiku dalam vagina
gadis manis ini. Setelah
beristirahat sejenak, kami
segera membersihkan diri
dengan tisu yang tersedia.
"Mau gantian Di? " tanyaku
pada Andi yang tampak
sudah tidak tenang membawa
mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi
sambil menepikan mobil di
tempat yang sepi.
Kami pun berganti tempat.
Aku yang membawa mobil,
sedangkan Andi pindah
duduk di jok belakang.
Rencananya dia juga akan
main threesome, tetapi Novi
juga ikut beranjak ke
bangku depan.
"Aku cape ah Mas.." katanya.
Andi tampak kecewa, tetapi
apa boleh buat. Kami pun
segera melanjutkan
perjalanan kami. Kudengar
suara lenguhan Andi di jok
belakang. Lewat kaca spion
kulihat Lisa sedang mengulum
penisnya. Karena sudah
puas, aku tak begitu
mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua
gadis itu kami turunkan di
tempat semula, sambil kuberi
uang beberapa ratus ribu
serta uang taksi.
"Kalau ke Bogor hubungi
Novi lagi ya Mas.." kata Novi
manis saat kami akan
berpisah. Kulihat beberapa
orang memperhatikan
mereka. Mungkin mereka
curiga kok ada dua gadis
berseragam SMA di hari
Minggu, malam lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat
banyak proyek deh.. Biar lu
traktir gue kayak tadi lagi.."
kata Andi ketika aku
turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil
pamit pulang.
Kukebut mobilku menyusuri
jalan tol Jagorawi menuju
Jakarta. Aku tersenyum
puas. Yang dulu selalu
menjadi obsesiku, kini bisa
menjadi kenyataan. Ternyata
hidup itu indah.

0 Response to "Toket Montok Gadis SMA Bikin Nafsu"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen