Jeritan Nikmat Via Ibu Muda Haus Sex

“Jangan Dandyy.. aku nggak
mau..,” rintihan Via membuat
aku semakin bernafsu untuk
memberikan orgasme yang
berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Dandy.. sayang
keluarin kamu sayang..
aakkhh..,” Via memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku
keluar Dandy.. please,” pinta
Via.
Disaat aku mulai mencapai
klimaks, Via meminta berganti
posisi diatas.
“Danndy aku pengen
diatas..”
Aku melepas penisku dan
langsung terlentang. Via
bangkit dan langsung
menancapkan penisku dlam-
dalam di lubang
kewanitaannya.
Sebut saja namaku Dandy 30
tahun, 170/65 berparas
seperti kebanyakan orang
pribumi dan kata orang aku
orangnya manis, atletis,
hidung mancung, bertubuh
sexy karena memang aku
suka olah raga. Aku bekerja
sebagai karyawan di salah
satu perusahaan besar di
kota Surabaya dan statusku
married. Perlu pembaca
ketahui bahwa sebelum aku
bekerja di Surabaya ini, aku
adalah tergolong salah satu
orang yang minder dan
kuper karena memang
lingkungan keluarga mendidik
aku sangat disiplin dalam
segala hal. Dan aku
bersyukur sekali karena
setelah keluar dari rumah
(baca:bekerja), banyak
sekali kenyataan hidup yang
penuh dengan “warna-
warni” serta “pernah-
pernik”nya.
Kembali pada ceritaku, dunia
chatting adalah ‘accses’
untuk mengenal banyak
wanita dengan segala status
yang mereka miliki; mulai
ABG, mahasiswi, ibu muda
sampai wanita sebaya, di
luar jam kantor. Dan mulai
dari sinilah aku mulai
mengenal apa itu “kehidupan
sex having fun”.
Suatu hari aku chatting
dengan menggunakan
nickname yang menantang
kaum hawa untuk pv aku,
hingga masuklah seorang ibu
muda yang berumur 32 tahun
sebut saja namanya Via. Via
yang bekerja di salah satu
perusahaan swasta sebagai
sekretaris dengan paras
yang cantik dengan bentuk
tubuh yang ideal (itu semua
aku ketahui setelah Via
sering kirim foto Via email
aku). Kegiatan kantor aku
tidak akan lengkap tanpa
online sama dia setiap jam
kantor dan dari sini Via
sering curhat tentang
kehidupan rumah tangganya.
Karena kita berdua sudah
sering online, Dia tidak
segan-segan menceritakan
kehidupan sex nya yang
cenderung tidak bisa
menikmati dan meraih
kepuasan. Kami berdua
share setiap kesempatan
online atau mungkin aku
sempatkan untuk call dia.
Hingga suatu hari, kami
putuskan untuk jumpa darat
sepulang jam kantor, aku
lupa tanggal berapa tapi
yang pasti hari pertemuan
kami tentukan bersama hari
Jum’at. Setelah menentukan
dimana aku mau jemput,
sepulang kantor aku
langsung kendarai mobil
butut starletku untuk
meluncur di tempat yang
janjikan. Dengan perasaan
deg-deg an, sepanjang
perjalanan aku berfikir
secantik apakah Via yang
usianya lebih tua dari aku 2
tahun. Dan pikiranku terasa
semakin amburadul ketika
aku bener-bener ketemu
dengan Via. Wow! Aku
berdecak kagum dengan
kecantikan Via, tubuhnya
yang sexy dengan
penampilannya yang anggun
membuat setiap kaum adam
berdesir melihatnya. Tidak
terlihat dia seorang ibu muda
dengan 3 orang anak, Via
adalah sosok cewek favorite
aku. Mulai dari wajahnya,
dadanya, pinggulnya dan
alamak.. pantatnya yang
sexy membuat aku menelan
ludahku dalam-dalam saat
membayangkan bagaimana
jika aku bisa bercinta
dengan Via.
Tanpa pikir panjang dan
menutupi kegugupan aku.
Aku memancing untuk
menawarkan pergi ke salah
satu motel di sudut kota
(yang aku tahu dari temanku)
. Sepanjang perjalanan
menuju hotel, jantungku
berdetak kencang setiap
melirik paras Via yang cantik
sekali dan aku
membayangkan jika aku
dapat menikmati bibirnya
yang tipis.. Dan sepanjang itu
juga “adik kecilku” mulai
bangkit dari tidurnya. Tidak
lama sampailah kami di salah
satu Motel, aku langsung
memasukan mobilku kedalam
salah satu kamar 102.
Didalam kamar aku sangat
grogi sekali bertatapan
dengan wajah Via..
“Met kenal Dandy,” Via
membuka obrolan.
“hey Via..,” aku jawab
dengan gugup.
Aku benar-benar tidak
percaya dengan yang aku
hadapi, seorang ibu rumah
tangga yang cantik sekali,
sampai sempat aku berfikir
hanya suami yang bego jika
tidak bisa menyayangi wanita
secantik Via.
Kami berbicara hanya
sekedar intermezo saja
karena memang kami berdua
tampak gugup saat
pertemuan pertama tersebut.
Sedangkan jantungku
berdetak keras dibareng
“adik kecilku” yang sudah
meronta ingin unjuk gigi.
“Dandy meskipun kita di sini,
tidak apa-apakan jika kita
tidak bercinta,” kata Via.
Aku tidak menjawab sepatah
katapun, dengan lembut aku
gapai lengannya untuk duduk
di tepi ranjang. Dengan
lembut pula aku rangkul dia
untuk rebahan diranjang dan
tanpa terasa jantungku
berdetak keras, bagaikan
dikomando aku menciumi
leher Via yang terlihat
sanagt bersih dan putih.
“Via kamu sangat cantik
sayang..,” aku berbisik.
“Dann.. jangan please..,”
desahan Via membuat aku
terangsang.
Lidahku semakin nakal
menjelajahi leher Via yang
jenjang.
“Akhh Dandy..”
Tanpa terasa tanganku mulai
nakal untuk menggerayangi
payudara Via yang aku
rasakan mulai mengencang
mengikuti jilatan lidahku
dibalik telinganya.
“Ooohh.. Danddyy..”
Via mulai mengikuti
rangsangan yang aku
lakukan di dadanya. Aku
semakin berani untuk
melakukan yang lebih jauh..
“Via, aku buka jas kamu ya,
biar tidak kusut..,” pintaku.
Via hanya mengikuti
pergerakan tanganku untuk
memreteli jasnya, sampai
akhirnya dia hanya
mengenakan tanktop warna
hitam. Dadaku semakin naik
turun, ketika pundaknya
yang putih nampak dengan
jelas dimukaku. Setelah jas
Via terbuka, aku berusaha
naik di tubuh dia, aku ciumi
bibir Via yang tipis, lidahku
menjelajahi bibirnya dan
memburu lidah Via yang mulai
terangsang dengan aktivitas
aku. Tanganku yang nakal
mulai menarik tanktop warna
hitam dan..
Wow.. tersembul puting yang
kencang.. Tanpa pikir
panjang aku melepas lumatan
di bibir Via untuk kemudian
mulai melpeas BH dan
menjilati puting Via yang
berwana kecoklatan. Satu
dua kali hisapan membuat
puting Via berdiri dengan
kencang.. sedangkan tangan
kananku memilin puting Via
yang lain nya.
“Ooohh Danndyy.. kamu
nakal sekali sayang..,” rintih
Via.
Dan saat aku mulai
menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room
service.” Ahh.. sialan pikirku,
menganggu saja roomboys
ini. Aku meraih uang 50.000-
an dikantong kemejaku
dengan harapan supaya dia
cepat pergi.
Setelah roomboy’s pergi, aku
tidak memberikan
kesempatan untuk Via
bangkit dari pinggir. Parfum
Via yang harum menambah
gairah aku untuk semakin
berani menjelajahi seluruh
tubuhnya. Dengan bekal
pengetahuan sex yang aku
ketahui (baik dari majalah,
film BF maupun obrolan-
obrolan teman kantor), aku
semakin berani berbuat lebih
jauh dengan Via. Aku
beranikan diri untuk mulai
membuka CD yang digunakan
Via, dan darahku mendesir
saat melihat tidak ada
sehelai rambutpun di bagian
vagina Via. Tanpa berfikir
lama, aku langsung menjilati,
menghisap dan sesekali
memasukkan lidahku ke
dalam lubang vagina Via.
“Oohh.. Dan.. nikmat..
sayang,” Via merintih
kenikmatan setiap lidahku
menghujam lubang vaginanya
dan sesekali menekan
kepalaku untuk tidak
melepaskan kenikmatan itu.
Dan disaat dia sedang
menikmati jilatan lidahku,
telunjuk jari kiriku aku
masukkan dalam lubang
vagina dan aku semakin tahu
jika dia lebih bisa menikmati
jika diperlakukan seperti itu.
Terbukti Via menggeliat dan
mendesah disetiap gerakan
jariku keluar masuk.
“Aakkhh Dann.. kamu memang
pintar sayang..,” desah Via.
Disaat kocokkan jariku
semakin cepat, Via sudah
mulai memperlihatkan ciri-ciri
orang yang mau orgasme
dan sesat kemudian..
“Dann.. sayang.. aku nggak
tahan.. oohh.. Dan.. aku
mau..” visa menggelinjang
hebat sambil menggapit
kedua pahanya sehingga
kepalaku terasa sesak
dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu
keluaarr.. crut-crut-crut.”
Via merintih panjang saat
clitorisnya memuntahkan
cairan kental dan bersamaan
dengan itu, aku membuka
mulut aku lebar-lebar,
sehingga carian itu tidak ada
yang menetes sedikitpun
dalam mulutku.
Aku biarkan Via terlentang
menikmati orgasmenya yang
pertama, sambil membuka
semua pakaian yang aku
kenakan, aku memperhatikan
Via begitu puas dengan
foreplay aku tadi, itu terlihat
dari raut wajahnya yang
begitu berbinar-binar. Tanpa
memberi waktu panjang, aku
segera menghampiri
tubuhnya yang masih lemas
dan menarik pinggulnya
dipinggir ranjang, dan tanpa
pikir panjang penisku yang
berukuran 19 cm dengan
bentuk melengkung,
langsung menghujam celah
kenikmatan Via dan sontak
meringis..
“Aaakhh.. Dandy..,” desah
Via saat penisku melesak
kedalam lubang vaginanya.
“Dandyy.. penis kamu besar
sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap
gapitan bibir vaginanya yang
begitu seret, sampai aku
berfikir suami macam apa
yang tidak bisa merasakan
kenikmatan lubang senggama
Via ini?
Aku berpacu dengan nafsu,
keringatku bercucuran
seperti mandi dan menetes
diwajah Via yang mulai aku
rasakan sangat menikmati
permainan ini.
“Danddyy.. sudah.. sayang..
akhh..” sembari berteriak
panjang aku rasakan
denyutan bibir vagina
mengapit batang penisku.
Dan aku rasakan cairan
hangat mulai meleleh dari
vagina Via. Aku tidak
mempedulikan desahan Via
yang semakin menjadi, aku
hanya berusaha memberikan
kepuasan bercinta, yang
kata Via belum pernah
merasakan selama berumah
tangga. Setiap gerakan maju
mundur penisku, selalu
membuat tubuh Via
menggelinjang hebat karena
memang bentuk penisku agak
bengkok ke kiri.
Tiba-tiba Via mendekap
tubuhku erat dan aku tahu
itu tanda dia mencapai
orgasme yang kedua kalinya.
Penisku bergerak keluar
masuk dengan cepat dan..
“Dann.. aku.. mau.. keluarr
lagi.. aakk.. Kamu hebat
sayang, aku.. nggak tahan..,”
seiring jertian itu, aku
merasakan cairan hangat
meleleh disepanjang batang
penisku dan aku biarkan
sejenak penisku dalam
vaginanya.
Sesaat kemudian aku
melepas penisku dan
mengarahkan ke mulut Via
yang masih terlentang. Aku
biarkan dia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali aku
merintih saat giginya
mengenai kepala penisku.
Disaat dia asik menikmati
batang penisku, jariku yang
nakal, mulai menelusuri
dinding vagina Via yang
mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi
jariku keluar masuk dilubang
vagina Via.
“Ohh.. Dandy.. enak sekali
sayang..”
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk
bersamaan ke lubang vagina
Via. Aku kocok keluar
masuk.., sampai akhirnya aku
nggak tahan lagi untuk mulai
memasukkan penisku, untuk
menggantikan 5 jariku yang
sudah “memperkosa” lubang
kewanitaannya.
Dan..
“Ohh.. sayang aku keluar
lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih
oleh Via dalam permainan itu
dan aku langsung
meneruskan inisiatif menindih
tubuh Via, berkali-kali aku
masukkan sampai mentok.
“Aaakhh.. sayang.. enak
sekali.. ohh..,” rintih Via.
Bagaikan orang mandi,
keringatku kembali
berkucuran, menindih Via..
“Sayang aku boleh keluarin
di dalam..,” aku tanya Via.
“Jangan.. aku nggak mau,
entar aku hamil,” jelas Via.
“Nggak deh sayang jangan
khawatir..,” rengekku.
“Jangan Dandyy.. aku nggak
mau..,” rintihan Via membuat
aku semakin bernafsu untuk
memberikan orgasme yang
berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Dandy.. sayang
keluarin kamu sayang..
aakkhh..,” Via memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku
keluar Dandy.. please,” pinta
Via.
Disaat aku mulai mencapai
klimaks, Via meminta berganti
posisi diatas.
“Danndy aku pengen
diatas..”
Aku melepas penisku dan
langsung terlentang. Via
bangkit dan langsung
menancapkan penisku dlam-
dalam di lubang
kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat
banget Dandy asyik.. oohh..
enak..,” Via merintih sambil
menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Dandy.. ”
Goyangan pinggul Via
membuat gelitikan halus di
penisku..
“Via.. Via.. akh..,” aku
mengerang kenikmatan saat
Via menggoyang pinggulnya.
“Dandy.. aku mau keluar
sayang..,” sambil merintih
panjang, Via menekankan
dalam-dalam tubuhnya
hingga penisku “hilang”
ditelan vaginanya dan
bersamaan dengan itu aku
sudah mulai merasakan
klimaks sudah diujung
kepala.
“Via.. Via.. ahh..”
Aku biarkan spermaku
muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan
spermaku langsung muncrat
dalam lubang Via, tetapi tiba-
tiba Via berdiri.
“Aakhh Dandy nakal..”
Dan Via berlari berhamburan
ke kamar mandi untuk
segera mencuci spermaku
yang baru keluar dalam
vaginanya, karena memang
dia tidak pernah
menggunakan KB.
Permainan itu berakhir
dengan penuh kenikmatan
dalam diri kami berdua,
karena baru saat bercinta
denganku, dia mengalami
multi orgasme yang tidak
bisa digambarkan dengan
kata-kata.
“Dandy, kapan kamu ada
waktu lagi untuk lakukan ini
semua sayang,” tanya Via.
Aku menjawab lirih,
“Terserah Via deh, aku
akan selalu sediakan waktu
buatmu.”
“Makasih sayang.. kamu
telah memberikan apa yang
selama ini tidak aku
dapatkan dari suami aku,”
puji Via.
“Dann.. kamu hebat sekali
dalam bercinta.. aku suka
style kamu,” sekali lagi puji
Via.
Pertemuan pertama ini kita
akhiri dengan perasaan yang
tidak bisa digambarkan
dengan kata-kata, dan
hanya kami berdua yang bisa
rasakan itu. Aku memang
termasuk orang yang selalu
berusaha membuat
pasanganku puas dan aku
mempuyai fantasi sex yang
tinggi sehingga tidak sedikit
abg, mahasiswi dan ibu muda
yang hubungi aku untuk
sekedar membantu
memberikan kepuasan buat
mereka.

0 Response to "Jeritan Nikmat Via Ibu Muda Haus Sex"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen