Birahi Ibu Muda Berjilbab Penuh Nafsu


‹ ›
Beranda
Lihat versi web
Minggu, 02 Januari
2011
Pakde Gaul di 09.38
Ibu Berjilbab
Mendesah
Nikmat
Ternoda Ufhhh.. akhirnya
usai sudah kegiatan yang
menjemukan selama 2
minggu di sini dan aku mo
balik ke Jakarta untuk
refresh neh oh iya
namaku Andi umur 30
tahun sekarang aku
bekerja di perusahaan
swasta, ciri-ciri tubuhkan
yahh.. untuk postur
Indonesia udah cukup di
perhitungkan neh..
heheheh
Besok aku mo pulang ke
Jakarta setelah mengikuti
kegiatan dari Perusahaan
di Kota ini di ujung Timur
Indonesia neh aku mo
naik kapal laut aja dech
karena selama ini kalau
bepergian aku belum
pernah naik kapal laut so
akan aku coba aja dech
walaupun itu di tempuh
dng lama perjalanan 1
minggu wahhhh pusing
juga neh setelah membeli
Tiket kapal laut kelas 1
aku langsung berkemas-
kemas untuk persiapan
besoknya berangkat.
Tiba saatnya aku menuju
pelabuhan setelah segala
macam proses
pemeriksaan tiket dan
bercampur aduk dengan
para penumpang. So
akhirnya aku naik dan
masuk ke kamarku yang
kelas 1 dan tentunya
kamar kelas 1 aku yang
sendiri menempatinya
langsung aku bergegas
membersihkan diri (mandi
neh..) setelah mandi
diatas aku berjalan-jalan
di Dek kapal sambil
menunggu sebentar lagi
kapal akan berangkat.
“Wahhh.. kalo selama 1
minggu diatas kapal tidak
ada yang bisa bikin buat
seger jadi tambah pusing
neh.” ujarku di dalam hati.
Setelah melihat-lihat
sekeling kapal dan
akhirnya aku berdiri di
pinggiran kapal sambil
melihat kebawah siapa tau
aja ada yang bisa
nemanin aku selama
seminggu ini hehehhe..
Mataku tertuju pada
seorang ibu muda
berjilbab kira-kira
berumur 27 tahunan
bersama anaknya yang
kira-kira 5 tahunanlah
dan sebelahnya di antar
seorang lelaki yang
kemudian mencium kening
ibu itu dan anaknya
setelah itu mereka berdua
naik ke kapal dan tak
lama kemudian kapal
berangkat meninggalkan
pelabuhan dan lelaki itu
melambaikan tangganya
kepada ibu dan anaknya
setelah kapal menjauh
dari pelabuhan, hmmm aku
mulai mendekati ibu muda
itu dan mulai berkenalan.
“Namaku Andi, aku tujuan
Jakarta” ujarku.
Ibu itu sekilas melihat aku
dan senyumnya
mengembang di bibirnya
yang tipis. Tak lama
kemudian di berucap :
“Namaku Lia ini anakku
dan tujuan juga ke
Jakarta” ucapnya.
Akhirnya kita saling
ngobrol-ngobrol dan
ternyata tadi adalah
suaminya yang bekerja di
kota ini dan Lia setiap 6
bulan sekali datang
bersama anaknya untuk
melepas rindu sama sang
suami.
“Walahh.. kuat juga yach..
kalo aku kagak nahannnn
(hehehe)”
Besok pagi disaat waktu
makan pagi aku melihat
Lia bersama anaknya
sedang menuju ruang
makan. Aku melihat dari
belakang.
“Hhmmmm berisi juga neh
pantatnya, padahal sudah
di tutupi gaun yang
menutupi sampai mata
kaki neh” ujarku dalam
hati.
Llangsung aku
menemuinya dan kita
makan bersama-sama 1
meja. Sambil aku ngelirik
ke arahnya wow sempat
aku melihat bentuk
payudaranya yang
ditutupi oleh jilbab dan
bajunya lumayan mengkal
neh waduh jadi pikiran
kotor neh Lia,
“Di kelas 1 juga yach”
tanyaku.
“Ttidak mas aku ambil di
kelas 2 aja kok”
jawabnya sambil
senyumnya mengembang
dari bibirnya yang tipis
dan basah.
“Oooohhh kalo aku di
kelas 1, abis sendirian
aja sih pengen tenang
dan rileks aja” ucapku
sekenanya.
“Lia juga sendiri kok, dari
tadi malam belum ada
penumpang yang sekamar
dengan Lia, jadinya Lia
cuma ditemani anakku aja
neh” sahutnya.
“Ooh gitu yach berarti
aku bisa dong main-main
ke kamarmu” tanyaku.
“Bisa aja kok, kita khan
di satu gang.. tadi malam
mas khan sempat keluar
aku melihat kok” ujarnya.
“Ooh ya aku mo cari
rokok tuch semalam”
sahutku lagi.
Setelah selesai makan
pagi, kita bersama-sama
jalan di koridor kapal
sambil bercerita dan
diiringi guyonan kecil-
kecil. Karena di luar
koridor angin cukup
kencang maka saat aku
berjalan disampingnya
hmmm aku mencium bau
wangi yang sangat harum
dan melihat putihnya leher
ibu berjilbab ini.
“Ooh seandainya aku
dapat menidurinya”
bisikku di dalam hati.
Hari kedua belum terjadi
apa-apa diantara kami,
namun setelah makan
sore iseng-iseng aku
mengetuk pintu kamarnya.
“Lia, ini aku Andi boleh
aku masuk,” tanyaku.
Tak lama kemudian pintu
terbuka dan muncul
kepalanya yang ditutupi
oleh jilbab seadanya dan
menggunakan terusan
daster hmmm aku liat dia
tidak mengurangi
kecantikan dan
kemontokannya kok.
“Ssilahkan masuk mas,”
ujarnya pelan.
“Maaf anakku baru aja
tidur dan aku baru tidurin
dia neh” sahutnya.
Dikarenakan kita nggak
mau mengganggu
anaknya, so kita duduk di
satu tempat tidur yang
lain sambil bercerita. Aku
memandangnya.
“Oohhhh semakin lama
disini aku semakin tidak
kuat menahan birahiku”
ujarku didalam hati.
Saat kita sedang
bercerita dasternya
tersingkap sampai dengan
lututnya.
Uuppss.. spontan aku
mengatakan,
“Mulus sekali kakimu Lia
yah.. pasti kamu rawat
dengan baik dan secara
sempurnya,” ujarku
sambil tanganku
mengelus-elus betisnya
secara refleks.
Langsung dia menarik
kakinya dari tanganku
sambil berujar.
“Aah mas Andi bisa-bisa
aja nih”
Senyumnya mengembang
dari bibirnya yang tipis
dan basah namun aku
tetap memegang betisnya
dan bahkan
menggeserkan tanganku
keatas.
“Aah Mas jangan gitu ach
nggak enak neh”
sahutnya.
Namun aku tak berkata-
kata lagi langsung aku
sibakkan dasternya
sampai ke pahanya dan
langsung kuciumi dan
kujilati pahanya.
“Ssluuurrrppp.. Ohhhhhh
Mass jangan dong”
ujarnya.
Namun Lia tidak menarik
pahanya dari mulutku
tangannya malahan
memegang kepalaku dan
seolah-olah menekan-
nekan.
“Ssluurrrppp…
slururrpppp.. ssshhhh oh
mas jjaannn… gannn.”
pekik Lia pelan.
Namun aku tetap
melanjutkan jilatanku
sampai ke pangkal
pahanya dan secara
cepat aku menarik celana
dalamnya turun dan
Ssluuurrrppp kujilati
memeknya yang penuh
dengan bulu-bulu.
“Ooohhhh mas Andiii…
oohhh” desahnya.
Kujilati itilnya slururpp…
sluruppp…
“Shhhh ohhh mass
aduuuhhh ahhhh” jeritnya
pelan setelah sekitar 15
menit aku bermain lidahku
di memeknya.
Langsung aku
memberhentikan
kegiatanku dan kuangkat
kepalaku keatas kulihat
Lia memejam matanya
menahan kenikmatan yang
baru dia rasakan.
Oohhh aku liat begitu
indah pemandangan
didepanku. Ibu muda,
cantik dan berjilbab
menggunakan daster
setengah telanjang
sedang menanti kontol
neh langsung kuhampiri
bibirnya yang sedari
kemarin aku inginkan
sluuup.. smmm hmmm kita
langsung bersilat lidah.
Tak lupa tanganku
menggerayangi
payudaranya.
“Oohhh mas.. pintar sekali
kamu, ohhhh.. achhh..”
Kuturunin lidahku menuju
payudaranya dan kugigit-
gigit kecil dari luar
dasternya.
“Oohh.. mass cepaattt
nanti anakku bangun”
bisiknya pelan langsung
tanpa ada yang perintah.
Kubuka celana panjang
dan sekalian celana
dalamku.
“Uupps besar sekali mas
punyamu” sahutnya.
“Silahkan lia apa yang
kamu inginkan” ujarku.
Lia langsung
menyodorkan mulutnya
dan menghisap kontolku
dengan mahirnya.
“Uugghhhhff Lia kamu
pintar juga yach sama
suamimu juga sering
beginian yach?”
“Mmmrmmmrpp.. nggak
masss jarang kok”
Setelah sekian menit aku
langsung memberhentikan
isapannya pada kontolku
dan langsung menaikkan
dasternya tanpa melepas
jilbabnya dan Lia
membuka kedua pahanya
menanti kontolku
memasuki dirinya.
“Ayok mas.. cepatan”
“Oohhggghh”
Ppelan-pelan kutempelkan
kontolku di permukaan
memeknya.
“Ooufghhhh”
Baru aja kepala kontolku
masuk udah terasa
nikmat.
“Dooorong mas enaeekkk
mass oughhhh”
Kudorong pelan-pelan
masuk dan
Bleeeeeeeeeesss..
“Uughhf”
Aakhirnya masuk semua
kontolku kedalam
memeknya. Kudiami
beberapa saat dan
mulailah kupompa
kontolku di dalam
memeknya.
Srooopp.. croopppp
slerrrrpp…
“Oohhh enak sekali
memekmu Lia..”
“Iiiyyyyaa kontolmu juga
enak mass… oohhh
terusin mass.”
Aku sengaja tidak
membuka jilbab dan
dasternya takut kalo
anaknya tiba-tiba bangun.
“Teruuusss mass yang
cepatt ooohhh sruuuppp
sreettt croooppp..celllelel
ppp..belle”
Aku pompa terus
memeknya sampai kira-
kira setengah jam kulihat
Lia sudah mulai tanda-
tanda mau keluar.
“Oohhh mass
cepatannnn.. Lia udah mo
keluar…”
“Sabarr yah.. mas juga
udah mau keluar yah
uggghh Lia.. kita sama-
sama keluarin yah ooohhh
sllluuppp oohhh achhhh..”
Aakhirnya Lia telah keluar
dan semenit kemudian
menyusul aku
menyemprotkan air
maniku ke memeknya.
Crootttt.. crroooot…
corootttttt….
“Uuuffhhhh.. mas banyak
sekali air manimu neh”
Setelah kita tenang
langsung Lia ke kamar
mandi membersihkan air
maniku yang mulai meleleh
di pahanya aku menunggu
dia keluar dari kamar
mandi dan aku bilang
minta maaf yah bahwa aku
kebawa nafsu sih dia
bilang nggak apa-apa kok
sama dengan dia juga aku
mohon izin untuk kembali
ke kamarku dulu
dikarenakan jam sudah
menunjukan pukul 10
malam.
Besok pagi disaat waktu
makan pagi, aku
mengetok kamarnya.
“Lia kita sarapan pagi
yook” ujarku pelan.
Tak lama pintu terbuka
dan Lia telah siap dengan
pakaian longdres panjang
dan berjilbab. Uuugghhh
cantiknya dia dan
menyilahkan kumasuk.
“Anakku belum bangun
neh” jawabnya.
“Jadi gimana dong..”
“Kita tunggu bentaran aja
yach” tanyanya.
Akhirnya kita ngobrol-
ngobrol.
“Eehh.. udah sekitar
setengah jam.. anaknya
belum bangun juga neh.”
Tau-tau kita malahan
saling pegang-pegangan
tangan.
“Lia kamu cantik sekali”
ujarku.
“Aach mas ini.. Lia biasa-
biasa aja kok” ucapnya.
Malu-malu langsung
kususup lidahku ke
mulutnya.
“Mhmmmmpppff jangan
ach mas ntar anakku
bangun lho” sahutnya.
“Sebenntarr aja yach Lia”
ucapku memelas.
“Hhmmmm gimana yach”
jawab Lia.
Ttanpa menunggu
jawabannya langsung
kuciumi bibirnya yang
merah dan basah itu.
“Ssluruurupp hmmpfghh
oohhh.. masshh..”
Llangsung kumainkan
lidahku di dalam mulutnya.
“Cuupppss smshhsh
oohh..”
Tanpa membuka jilbabnya
langsung kunaikkan
longdressnya. Kuturunin
celana dalamnya.
“Ooohhh udah basah juga
neh memeknya”.
“Sssss.. ssss mas…
oohhh..”
Cepat-cepat kubalikin dia
aku pengen gaya
nungging.
“Oohhh mas…”
Kuangkat kakinya satu
dan mulai kutusukkan
kontolku.
“Sssss oougghhh..
blessss sssssllreepp
mmrrpp oohhh mas nikmat
sekaliii…”
“Liiaa memekmu juga
enaakakk.”
“Ooougghhhaaa ooohhh
yang cepat mas..”
Kupompa kontolku.
Srooortkkk.. sluururppp
sreet bellsss..
“Uufghhh masss enak
sekali… hmmmm”
“Iya yyahh oohhh.. Lia
ayookk kita keluarin
bersama-sama”
“Oooggghh mass… aku mo
keluarrrrr oogghhrrr
ahhhhh…”
Langsung badannya Lia
jatuh ke tempat tidur
sambil tetap menungging
membelakangi aku dan
tanpa menunggu lagi
kutusukkan kontolku lagi .
Bleessssssssss…
“Ooohhhh masss
enakkk… cepattttaaannn
iiiiiyya Lia..”
“Oooohh mas hampir
keluar neh…”
“Ooghhhs… oohhhh Liaa…
siiappp…”
Croootttttt… croottt…
crooott… ughhh…
Tumpah ruah air maniku
kedalam memeknya lagi
tak lama air maniku
keluar. So anaknya juga
udah mulai bangun dan
kita langsung bereskan
diri dan menuju ruang
makan.
Selama empat hari kita
selalu bercinta, namun Lia
tidak pernah telanjang
alias jilbab dan bajunya
masih menempel di badan
dan aku pun tak
mempermasalahkan itu
yang penting memeknya
yang ranum hhmmmm
hingga suatu malam hari
ke enam dan rencananya
besok kapal kita sudah
nyampe di Jakarta aku
sedang santai sambil
tiduran di dalam kamar
hanya mengenakan celana
pendek.
Tok tok kudengar
ketukan pintu kamarku,
“Siapa yah?” tanyaku.
“Ini Lia mas” jawab suara
diluar.
Serta merta aku berdiri
dan membuka pintu hmmm..
Kulihat Lia hanya
mengenakan daster
panjang tanpa
mengenakan jilbab.
Oohhhh.. cantiknya dan
putih sekali lehernya itu
semenit aku terpana di
depan pintu.
“Mas boleh aku masuk?”
tanyanya langsung.
Aku tersentak kaget.
“Ooh iya.. ya silahkan
Lia” sahutku.
“Ada apa ne Lia, malam-
malam kesini?” tanyaku.
“Ndak neh aku mo nanya
aja.. besok khan kita
udah nyampe Jakarta,
trus mas langsung pulang
yah” tanyanya.
“Iya sih soalnya lusa
udah masuk ngantor”
terangku kepadanya.
“Ooooohh.. ya udah deh
Lia langsung pulang ke
kampung aja dech..”
jawabnya.
Setelah kita ngobrol
panjang lebar. Lia pamitan
mo kembali ke kamarnya,
dikarnakan jam udah
menunjukan pukul 9
malam, namun disaat dia
mo berdiri, kupegang
tangannya dan kuciumi
sambil kujilati telapak
tangannya sampai ke
pangkal lengannya.
“Ooouuhhh mas geli ahh”
Tanpa kujawab kujilati
lehernya yang putih mulus
itu.
Sluurrppp.. slurppp shhhh
ssss.
“Ooohh mas sluurrp.”
Kutelusuri lehernya yang
jenjang kadang kugigit-
gigit kecil.
“Ooowhh massss ohhh..”
“Lia aku ingin bersamamu
malam ini” ujarku dia diam
sambil menundukkan
kepalanya.
Hhmmmmm.. tanpa tunggu
jawabannya langsungku
gendong dan kubawa ke
tempat tidur mulai kuciumi
bibirnya yang ranum.
Rhmmmm.. sluruppp…
ssshhmm… ohssss…
“Lia sungguh enak
bibirmu..”
Hhmmsfh.. kubuka
perlahan-lahan dasternya
oohhhh ternyata Lia tidak
memakai BH dan celana
dalam.
Ssluruuurpp slururpp
hmmmm langsung kujilati
payudaranya yang putih
mengkal. Sluuruppp..
“Oohhhssss masssnnns
tertuuuusss” ucapnya
terbata-bata.
Kutelusuri lidahku ke
memeknya yang rimbun.
Ssluruuupp.. kujilati itilnya
oohhhhsss… langsung
kubalikkan badanku tepat
kontolku di mulutnya…
slruuup oougfhhh
hmmmsssllii pp kontolku
langsung diisapnya sambil
tak lupa kuhisap juga
memeknya yang ranum ini.
“Oohhh mas… aku udah
nggak tahan… tuussuuukk
mas… “
“Saabbarrr Lia aku ingin
malam ini berkesan
sekali” ujarku.
Ooohhsusss kujilati terus
sampai terasa banyak
lendir yang keluar dari
memeknya Lia.
“Massssssss…”
Langsung kuubah
posisiku dan siap-siap
kutusukkan kontolku ini.
Sslleeeeerrpp..
blesssshh.. oohhhhh..
crororlkkk crorokk..
crokk..
“Oohh mas.. enak sekali”
Kuangkat kakinya yang
satu sambil terus
kupompa kontolku.
“Smsmshhgg oouuhhh..
mass teruskan masss…
ennaakkk”
Sroorkkk.. cororkk
setelah setengah jam..
saat-saat aku mo keluar…
langsung kuminta Lia
untuk berbalik dan
kutusukan kontolku lewat
belakang (gaya doggy).
“Ooougghhhh enak sekali
memekmu Lia.” sahutku.
Blesss blesss..
“Mass enakk..”
Kupompa kontolku secara
cepat dan akhirnya..
“Lia kita keluarin sama-
sama yah”
“Iiiiiiyyya mass ohhhuuu
sssss..hhhh massss
aaaaaaaaaahhhh..”
Kuteriak agak keras dan
akhirnya air pejuku
muntah juga kedalam
memeknya.
“Ooh mas enak sekali Lia
lemas neh” sahutnya.
Setelah beberapa menit…
Lia mohon pamit kembali
ke kamarnya karena
sudah tinggalin anaknya 3
jam tuh.. akhirnya aku
juga tidur.
Keesokan harinya kita
berdua terlambat bangun
pagi.. dan aku pikir lebih
baik bersiap-siap aja
untuk beberapa jam akan
sandar di pelabuhan
Tanjung Priok saat aku
lagi berbenah-benah.
Kudengar ketokan di pintu
dan suaranya Lia
terdengar dari luar sana,
“Mas.. udah siap-siap
yah..?” tanyanya.
“Iya neh..” sambil kulirik
dia membawa anaknya.
“Ayo masuk dulu..”
jawabku.
“Lia udah siapin barang-
barangnya yah?”
tanyaku.
“Ya udahlah mas, maka
itu kita kesini mo
memastikan, siapa tau
mas masih belum bangun
gara-gara semalam”
bisiknya di telingaku.
“Hhhmmm Lia kamu itu
makin menggemaskan
aja” sambil kucolek
pantatnya.
“Wow kelihatannya dia
nggak pake celana dalam
neh.” ucapku dalam hati
aku jadi pengen buktiin
neh tapi bagaimana yach?
Soalnya dia bersama
anaknya neh dan
sebentar lagi kira-kira 2
jam-an udah mo nyampe
di pelabuhan neh
waaahhh. Aku jadi tambah
panas dingin neh kulihat
lia menghempaskan
pantatnya di tempat
tidurku anaknya juga
disebelahnya.
“Lia kamu kok tambah
cantik yah, memakai jilbab
dan terusan (longdress)
itu” ujarku.
“Aahh mas ini pasti kalo
ngebilang itu ada maunya
yach” selidiknya sambil
senyum.
“Tau aja” sahutku.
Sambil kubereskan
pakaianku dan kumasukin
ke dalam tas, kulihat
anaknya udah mulai rewel
neh ndak tau kenapa yah.
Kali aja udah mulai
ngantuk atau udah tau
yah mamanya mo pikiran
ngeres mama.
“Ari kembali ke kamar
dulu yach” tanya
anaknya.
“Mo ngapain Ri?” tanya
mamanya.
“Mo bobo bentaran aja
ngantuk neh”
“Oohh ya udah kalo gitu,
ntar lagi mama nyusul
khan tinggal sejam lagi
kita nyampe Ari bobo dulu
yah ntar mama bangunin”
sahut mamanya.
Langsung serta merta Ari
pamit ke kamarnya dan
kututup pintu kamarku.
Tanpa menunggu lama lagi
kuangkat longdressnya.
“Ooohhhh.. mass mo
ngapain?” pekik Lia.
Hhhmmmmppp betul yang
kuduga Lia tidak pake
celana dalam pasti udah
mo ngerasain kontolku
lagi yah langsung kujilati
saja memeknya.
Ssluuurppr… sluurprp…
“Ooughhs hmmmmss..
masss achhh mass”
Setelah sekian menit
langsung kuangkat
kakinya satu di atas
tempat tidur dan
kutusukan kontolku ke
memeknya.
Blessssss… srelllpp…
slleeeeeppp… bleessss…
“Oooouughhh massssss…
nikkmmaattt…
ssssscloopp… clop..”
Karena waktu yang
terbatas aku semakin
cepat memompa
memeknya.
Ccroooppp.. cloppp.. bunyi
paha kita beradu.
Ssluruuru blessslsss..
sssshh..
“Masss aku sungguh
tidak bisass
melupakanmu”
“Oooohhh.. Liiaaa
mmemekmu sungguh
legiiit”
Sslreeepp.. sloopp..
“Cepatan mas”
Langsung kupompa lebih
cepat lagi dan akhirnya
“Ooooooohhhh
aaaaaaaahhhh Lia siaapp
aku mo keluar
uuggghhh…”
Ccroooot… croottt..
croooot pejuku keluar
langsung mengisi
rahimnya lagi.
“Oooohhh mas sungguh
nikmat kontol dan air
manimu itu” sahut Lia.
Langsung tak lama
pengumuman dari ABK
bahwa setengah jam lagi
kapal akan bersandar di
Pelabuhan Tanjung Priok
serta merta kita berdua
bergegas merapikan
kembali pakaian dan Lia
kembali ke kamarnya dan
aku langsung menuju
kamar mandi untuk
membersihkan diri lagi.
Sebelum aku mandi
kubilang sama dia.
“Ppake celana dalammu
yah, soalnya nanti bisa
diliat orang dan takutnya
nanti aku minta lagi neh”
ujarku dibalasnya Lia
dengan memegang
kontolku.
“Hhmmmmm kontol yang
nikmat” ujarnya.
Kapal sudah berlabuh di
pelabuhan dan kita
berdua sudah tiba di
dermaga dan saatnya kita
berpisah. Masing-masing
dari kita memberikan
alamat rumah dan
berharap di lain waktu
kita bisa bertemu lagi
lambaian tanganku
menyertai kepergian Lia
dan anaknya ke
kampungnya. Oh Lia
engkau memang birahi
yang tak pernah padam
walaupun tubuhmu
tertutup jilbab dan gaun
panjang namun kamu
tidak bisa mempungkiri
hatimu.

0 Response to "Birahi Ibu Muda Berjilbab Penuh Nafsu"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen