Ngecrot Bareng Cewek Bokingan Di Hotel

Kegiatan MUNAS
sebenarnya tidak ada
hubungannya dengan
aku, karena ingin tahu
gimana situasinya Daerah
Surabaya maka dengan
adanya MUNAS aku ikut
pergi ke Surabaya.
Sebenarnya kami
langsung berangkat dari
kediamanku menuju ke
Surabaya, mengingat ada
urusan bisnis lain maka
kami ke Jakarta dulu.
Rencana sudah kami
susun dengan matang
agar tidak ada jadwalnya
yang ketinggalan. Tujuan
Utamanya adalah
Surabaya, dan jalan-jalan
ke Bali kalau tidak ada
halangan.
Tepatnya jam 10.30 kami
berangkat menggunakan
pesawat Sriwijaya menuju
Bandara Udara Soekarno
– Hatta. Selama 55 menit
perjalanan kami sampailah
di Bandara Soekarno –
Hatta. Setibanya
diBandara dan turun dari
pesawat kami telah
ditunggu Taxi yang
kebetulan sudah
langganan teman aku.
Dalam perjalanan temanku
sibuk menghubungi teman
bisnisnya yang akan
dijumpainya. Rekan bisnis
temanku telah
memesankan tempat untuk
kami beristrirahat. Dan
kami pun menuju Hotel
Sahid Jakarta.
Sesampainya di Hotel
Sahid Jakarta, kami
beristirahat sebentar
sampai menunggu
pesanan untuk makan
siang. Kami semua
berjumlah 4 orang.
Kita mau makan apa nich ?
“kata temanku
Aku nasi sop buntut saja,
dan teman yang lain juga
memesan yang sama.
Sesudah pesanan datang,
kami langsung
menyantapnya, selesai
makan kami beristirahat
dan kebetulan udah
dipesan 2 kamar yaitu
kamar 708 dan 709.
Menjelang malam kami
terbangun dari istirahat
dan bergegas mandi
karena orang yang akan
ditemui akan datang jam
19.00 WIB.
Mandipun sudah selesai
dan kami santai sambil
baring-baring ditempat
tidur. Tidak lama
kemudian HP temanku
berbunyi, dan ternyata
orang yang mau ditemui
udah menunggu di Loby
Hotel. Kami berdua turun
untuk menemui rekan
bisnisnya temanku itu.
Ternyata rekan bisnisnya
seorang wanita yang
cukup cantik, katanya sih
orang kelahiran Menado.
Setelah memesan
makanan temanku mulailah
membicarakan bisnisnya
dan tidak terasa jam
menunjukkan pukul 24.00
WIB, setelah telah kata
sepakat maka rekan
bisnis temankupun pulang.
Aku dan dan temanku
kemudian kembali ke
kamar untuk merebahkan
badan sebentar.
Setelah melihat arloji yang
ternyata udah jam 01.45
malam.
Kemana kita nich ? “kata
temanku
Ya kemanalah ....... masak
kita kesini cuma mau tidur
saja, kalau mau tidur
enakan dirumah saja. Nah
kalau gitu kita jalan saja
ke tempat pijet selancar.
Pijit selancar yang
dimaksud wanita yang
pijetnya dengan
menggunakan tokednya.
Wach mantap tuch, kataku
kepada temanku. Kalau
gitu hayo kita keluar cari
taxi untuk pergi kesana.
Sesampainya di loby
hotel, kami melihat wanita
cantik berjalan dengan
pakaian yang seksi. Pak,
dari mana tuch cewek
cakep mau pergi sendirian
tidak ada yang
menemani ? kataku
bertanya kepada Security
Hotel. Itu mas, cewek
yang habis di booking
sama tamu hotel. Mas
rencananya mau kemana,
ini kan sudah malam ?
“kata Security tersebut
kepada kami. Ini Pak,
kami mau cari cewek, mau
nggak ya cewek itu temani
kami untuk melepaskan
keletihan dalam
perjalanan ? “kataku
kepada security.
Bisa mas kalau mau,
butuh berapa orang ? “
kata security itu
menjawabnya, seperti
sudah ada kerja sama
antara Security ama
papinya wanita malam itu.
Kami berdua saja Pak ?
“jawabku dengan
spontan.
Itu mas didalam mobil itu
banyak ceweknya. Mas
tunggu aza di kamar nanti
saya antar.
Kamar nomor berapa
mas ? “kata Security,
kamar nomor 708 Pak.
Dengan hayalan yang
sudah menerawang bakal
dapat mencicipi
kenikmatan surga dunia.
Berdebar juga dada ini,
karena ini pengalamku
yang pertama untuk
menikmati surga dunia di
hotel berbintang.
Tok . . tok . . . tok, bunyi
pintu kamar digedor dari
luar, bergegas aku
melangkah ke pintu untuk
membukanya.
Ternyata muncul dua
orang gadis cantik, dan
satu orang papinya.
Betapa gembiranya hatiku
melihat seorang gadis
yang bisa dikatakan
masih bau kencur, itu
kalau aku lihat ditempat
aku tinggal, aku
membayangkan wach pasti
sempit banget nich vagina
cewek yang kecil ini.
Sesudah nego sama papi,
aku segera menutup
kembali pintu kamar dan
papinya bergegas pulang.
Aku milih cewek yang
kecil, dan temanku yang
satunya lagi.
Dengan tidak sabarnya
aku membuka pakaian
yang melekat pada
tubuhku, Aku tidak
memberikan
kesempatannya untuk
beristirahat. Aku langsung
memeluknya dan melumat
bibirnya. Dia tidak kuasa
untuk menolaknya ketika
Aku mulai membuka kaos
ketat putih dan membuka
celana panjangnya. Dia
kusuruh duduk berbaring
disofa. Dengan elusan
tanganku, Aku membuka
branya yang berukuran
32 dan celana dalamnya.
Rasanya aku tak tega
melihat gadis kecil yang
sudah telanjang bulat
tidur dihadapanku. Aku
semakinanjril beringas,
bagaikan macan
kelaparan. Aku mulai
menciumi pipa, bibir dan
tak luput juga lubang
kewanitaannya.
"Ah.. uh.. ah.. uh.. ah..
knditeru..s mas ... Ah..
Enaa..k ah.. uh shh.. shh..
uh.."
Rasanya tidak
terlukiskan, badannya
menggeliat-geliat bagai
ulat kepanasan.
Tanganku mulai
menonjok-nonjok
vaginanya dan memilin-
milin klitoris yang sebesar
kacang kedelai.
Aku lihat dianya santai
saja, dan aku
membayangkan apakah
lubang kewanitaannya
muat untuk "barang
antikku".
Satu jari kumasukkan ke
dalam lubang
kewanitaannya. keluar-
masuk jariku dan
kuputar-putar. Digoyang
ke kanan dan kiri. Satu
jari kumasuk lagi. Karena
masih penasaran, Aku
memasukkan jari yang
ketiga. Nikmat sekali bagi
dirinya, karena ku lihat
dari matanya yang mulai
kelihatan putihnya karena
merasakan kenikmatan
permainan jariku.
Sedangkan tangan kiriku
membuka lubang
kewanitaannya untuk
mempermudah
memasukkan jari-jari
kananku.
"Ah.. uh.. ah.. sh.. uhh..
shh.. terus mas.. aduh..
nggak kuat mas ... Aku
mau keluar nich.."
Akhirnya memeknya
basah. Dia tersenyum
puas.
"Sekarang gantian ya,
karaoke ya punyaku ..."
aku mohon kepadanya.
"Iya mas, tapi punyamu
panjang, muat nggak
ya..?" jawabnya. "Coba
saja dulu, Nanti juga
terbiasa." Kataku. "Auh..
aw.. jangan didorong dong
mas, punya mas gede
banget sampai ke
tenggorok, pelan-pelan
saja ya. Punya mas kan
panjang." Katanya.
"Ah.. uh.qndrz. oh.. ah..
sh.. uh.. oh.. uh.. ah.. uh.."
dia hisap semakin kuat
dan kuat, Aku sangat
menikmati permainan
lidahnya. Aku mulai ingat,
tanganku bekerja lagi
mengelus vaginanya yang
mulai mengering, basah
kembali. Mulutnya masih
penuh dengan
kemaluanku dengan
gerakan keluar masuk
seperti penyanyi karaoke.
"Sudah dulu ya, ajqnpku
nggak tahan.., masukkin
saja ya punyaku..?"
pintaku.
Dia hanya
menganggukkan kepala
saja, sambil berharaf-
harap cemas apakah
senjataku muat atau tidak
dimasuki ke vaginanya.
Kedua kakinya kuangkat
ke pundak kiri dan
kanannya, sehingga
posisinya mengangkang.
Aku dapat melihat dengan
jelas kemaluannya yang
kecil namun kelihatan
mantap untuk dinikmati.
Aku mengelus
kemaluannya, dan
menyenggol-nyenggolkan
senjataku pada
kemaluannya, Dia mulai
kegelian. Kubuka
kemaluannya dengan
tangan kiriku, dan tangan
kanan menuntun
kemxhomaluanku yang
besar dan panjang
menuju lubang
kewanitaannya. Kudorong
perlahan, "Sreett.. sreet .
. .sreet," dia
melihatklmrejvu sambil
tersenyum dan kucoba
sekali lagi. Mulai
kurasakan ujung
kemaluanku masuk
perlahan. Dia muldbqleiai
geli, dan blesssss……..
barang antikku masuk
kedalam vaginanya.
Wow ….. ternyata vagina
cewek ini gede juga
lubangnya. Perlahan tapi
pasti aku mulai
menggoyangkan pantatku
agar senjata antikku
dapat menikmati vagina
dia.
Karena senjataku tidak
merasakan gesekan yang
padat, maka aku gendong
dia dan sambil berdiri ku
goyangkan pantatku agar
simanis dapat menikmati
gesekan-gesekan yang
membuatnya muntah,.
Ditekannya pantatku
kuat-kuat agar tidak
berputar lagi, justru
dengan menahan pantatku
kuat-kuat itulah aku
meestyznjadi geli dan
berusaha untuk
melepaskannya dengan
cara bergerak berputar
lagi, tapi dia semakin kuat
memegangnya. Kulakukan
lagi gerakan berulang dan
kurasakan senjata
antikku semakin licin.
Rupanya Dia termasuk
kuat juga, berkali-kali
kemaluanku mengocek
kemaluannya.
Kucoba mempercepat
gerakan pantatku
berputar semakafdjpuin
tinggi dan cepat, rasanya
aku mulai keletihan, dia
terpengaruh iramaku
yang semakin lancar.
Diaehlnpw turunkan
kakinya menggampit
pinggangku, Aku semakin
tidak bergerak berputar
lagi, tapi dia semakin kuat
memegangku. Kuturunkan
kakinya menggampit
pinggangku, sehingga aku
semakin leluasa untuk
bergerak, sehingga
akctpvu dapat
mengaturnya. Aku
merasakan dia sudah
mengeluarkan cairan
untuk membasahi
kemaluanku, tetapi Aku
belum keluar juga.
Dia pegang batang
kemaluanku yang keluar
masuk liang
kewcseuianitaannya,
ternyata masih ada sisa
sedikit yang tidak dapat
masuk ke liang
senggamanya.
Dia pun terus
mengzojlaerang
keasyikan, "Auh.. auh..
terus mas.. auh.. Ena..k
mas.. Ugh.. ah.. lebih cepat
lagi mas.. ugh.. ah..
jifgzesshh.. uh.. oh.. uh..
ash.. sshh.. lebih cepat
lagi mas.. ugh.. "
"Kecepek.., kecepek..,
kecepek..," bunyi
kemaluannya saat senjata
antikku keluar masuk
vaginanya, aku mau
keluar, Tahan ya..,"
pintanyacehi.
Tanpa membuang waktu,
kutarik senjata antikku
dari kemaluannya,
kugenggam dan dengan
lincah kumasukkan
senjata ke dalam
mulutnya, kukocok sambil
dia hisap kuat-kuat,
dengan cepat
mpqmclkulutnya maju
mundur untuk mencoba
merangsang agar air
maniku cepat keluar.
"Sreet.., sreett.., sreett..,"
kurasakan senjataku
mulai memuntahkan lahar
semburan hangat air mani
bersamaan dzeukengan
keluarnya pelicin di
kemaluannya, dia
memelukku erat demikian
pula aku.
Dia tersenyum puas. " aku
baru merasakan
nikmatnya Vagina wanita
di Hotel Sahid Jakarta.
Setelah mendapatkan
kenikmatan, kamipun
mandi bersama, setelah
itu dia mohon izin untuk
menemui papinya, dan
tidak lupa aku
memberikan Tip untuk beli
pulsa kataku kepadanya.
Tidak terasa waktu sudah
menunjukkan pukul 04.15
pagi. Aku tidur karena
keletihan sudah mendaki
gunung dan menikmati
surga dunia bersama
gadis Hotel Sahid Jakarta.
Keesokan harinya
tepatnya jam 09.30 kami
bergegas ke Bandara
untuk tujuan pergi ke
Surabaya.
Sampai disini dulu ya …….
Perjalanan aku.
__________________
Tamat

0 Response to "Ngecrot Bareng Cewek Bokingan Di Hotel"

Post a Comment

Total Pageviews

Arsip Blog

findeen